Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Lupa Bawa Koper


__ADS_3

"Bunda, Ayah, kami berangkat dulu ya" Sera memeluk kedua orang tuanya.


"Hati-hati di jalan ya sayang" Ananda memeluk putrinya dengan erat.


"Iya bun" Sera mengangguk.


"Aku titip Sera padamu mulai saat ini!" Mike menepuk bahu menantu barunya itu.


"Siap ayah, aku janji akan membuatnya selalu bahagia!" Gamal mengangguk dengan sungguh-sungguh.


"Mama, papa, kami pamit ya" kini giliran Sera memeluk Maya dan George yang sudah resmi menjadi mertuanya.


"Nikmati liburan kalian ya sayang" Maya memeluk menantu yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri itu dengan penuh kasih sayang.


"Iya ma, pasti" Sera membalas pelukan mama mertuanya.


"Mulai sekarang kau sudah menjadi pemimpin keluarga kecilmu, maka jagalah istrimu dengan baik seperti kau menjaga dirimu sendiri!" George berpesan kepada putra sulungnya.


"Pasti pa, apapun akan aku lakukan demi membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini!" Gamal merangkul pinggang Sera dengan mesra.


Setelah acara resepsi pernikahan berakhir, Sera dan Gamal pun langsung berpamitan untuk berbulan madu. Mereka kemudian melajukan mobilnya menunju ke sebuah villa tepi pantai yang berada di pinggiran ibukota. Mereka sengaja memilih tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah agar akses transportasi dan jarak tempuhnya lebih dekat dari rumah.


"Sayang apa kau tau kalau hari ini adalah hari yang paling membuatku bahagia" Gamal mengecup tangan sang istri sambil mengemudikan mobilnya.


"Iya, aku juga sangat bahagia sayang" Sera yang sepanjang pesta pernikahan berlangsung diperlakukan layaknya seorang putri oleh sang suami begitu tersanjung.


"Terima kasih ya sudah mau menerima cintaku dan menua bersamaku" Tak henti-hentinya Gamal mengecup tangan sang istri.


"Sayang, berjanjilah hanya ada aku dihatimu" Sera menatap wajah suaminya yang sedang fokus menyetir.


"Kenapa? apa kau masih ragu pada cintaku hemmm?" Gamal menepikan mobilnya dan menarik dagu Sera mendekat ke wajahnya.


"Bukan begitu, tapi aku hanya takut saja, kau tau kan banyak sekali wanita di luar sana yang sangat menginginkanmu" maksud Sera adalah Niken.


"Tapi aku hanya menginginkanmu seorang saja" Gamal memagut bibir mungil Sera.


"Terima kasih sayang" Sera membalas pagutan sang suami.


"Ayo kita lanjutkan di villa" Gamal mengerlingkan matanya dengan nakal karena sudah tidak sabar untuk memiliki sang istri secara utuh.


..........

__ADS_1


"Selamat datang tuan, nyonya" dua pelayan memberi salam.


"Terima kasih" Sera tersenyum ramah kepada para pelayan itu.


"Tolong bantu keluarkan barang-barang kami di bagasi mobil ya" Gamal menyerahkan kunci mobilnya kepada pelayan laki-laki.


"Baik tuan" sang pelayan menerima kunci mobilnya dengan sopan.


"Ayo sayang" Gamal menggiring Sera ke bagian belakang villa yang langsung menghadap ke arah laut.


"Wahhhh, keren sekali" Sera yang baru pertama kali datang merasa takjub.


"Apa kau menyukainya?" Gamal memeluk pinggang Sera dari belakang.


"He em, aku senang sekali" Sera juga membalas memeluk tangan Gamal yang melingkari tubuhnya itu.


"Apa kau mau bermain air? mumpung masih sore!" Gamal meletakkan dagunya di bahu Sera.


"Tentu saja" Sera mengangguk semangat.


"Ayo kalau begitu kita ganti baju dulu" Gamal menarik Sera untuk masuk ke kamar mereka.


"Maaf tuan, nyonya, sepertinya barang-barang anda berdua tertinggal, karena bagasi kosong sama sekali tidak ada apapun" sang pelayan melapor saat Gamal dan Sera hendak naik ke lantai dua.


"Sudah tenang saja, biar aku suruh Gide yang antar ke sini" Gamal menenangkan sang istri yang panik.


"Maaf ya, aku benar-benar lupa" Sera merasa bersalah.


"Jangan menyalahkan dirimu, ini juga salahku, saking semangatnya ingin berbulan madu sampai lupa segalanya" Gamal mengerlingkan matanya agar sang istri merasa lebih tenang.


"Apakah ada yang bisa saya lakukan tuan, nyonya?" sang pelayan yang masih berdiri di dekat mereka bertanya untuk menawarkan bantuan.


"Ah tidak perlu, pastikan saja makan malam siap pada waktunya, setelah itu kalian bisa meninggalkan villa dan kembali lagi besok pagi untuk menyiapkan sarapan kami!" Gamal memastikan bahwa malam pengantinnya di villa tidak terganggu oleh siapapun.


"Baik kalau begitu saya permisi dulu ke dapur" sang pelayan menunduk dengan hormat sebelum meninggalkan mereka menuju dapur.


"Ayo sayang" Gamal kemudian mengajak Sera berjalan ke dalam kamar mereka di lantai dua.


..........


Sementara di hotel tempat resepsi pernikahan digelar,

__ADS_1


"Halo, Gide apa kau masih di hotel?" Gamal menelpon sang adik.


"Iya, aku sedang bersiap-siap pulang ke rumah" jawab Gide.


"Bisakah kau bawakan koper kami ke villa? ada di kamar hotel Sera, kami lupa membawanya tadi" Gamal meminta tolong sang adik.


"Ck, kau ini merepotkan saja!" Gide yang sudah bersiap-siap check out dari hotel, terpaksa harus mencari koper sang kakak yang tertinggal.


"Ayolah, kami tidak ada baju sama sekali" Gamal membujuk.


"Iya, iya, baiklah" Gide kemudian menutup ponselnya dan segera menuju ke kamar pengantin.


Ceklek,


Gide masuk ke kamar pengantin yang tadi pagi digunakan oleh Sera untuk berdandan.


"Mana? sudah kosong dan rapi!" Gide menggeledah seluruh ruangan.


"Mungkin ada di resepsionis" kemudian Gide keluar kamar.


"Loh kak Gide sedang apa di sini?" Rachel yang kamarnya berada tepat di depan kamar Sera bingung.


"Oh hai Rach, ini Gamal memintaku mencarikan koper mereka yang tertinggal di kamar hotel dan minta diantarkan ke villa" Gide menjelaskan.


"Kebetulan sekali, ini ada sama aku kak, tadi pelayan kamar mengantarkannya ke kamarku, aku juga sedang berencana mengantarkannya ke villa" Rachel menunjuk sebuah koper besar yang sedang ia dorong.


"Sini biar aku bantu bawakan, kalau begitu ayo kita jalan ke villa bersama-sama biar ada teman ngobrol di jalan" Gide mengajak Rachel.


"Boleh, kebetulan aku juga sebenarnya sedang malas menyetir mobil sendiri hehehe" Rachel berkata dengan polosnya.


"Oya, itu bunga yang tadi kau dapat ya?" Gide menunjuk buket yang dibawa oleh Rachel.


"Astaga iya benar, aku sampai lupa membuangnya karena sudah terlalu fokus sama koper milik Sera" Rachel menepuk jidatnya.


"Loh kok dibuang? kan itu sangat cantik!" Gide heran dengan Rachel.


"Kakak mau? nih simpan saja, aku tidak suka bunga" Rachel kemudian menyerahkan buket bunganya ke tangan Gide tanpa merasa berdosa.


"Loh, kok aku? aku kan laki-laki!" Gide gelagepan menerima bunga dari Rachel.


"Kalau kakak tidak suka buang saja atau kasih ke seseorang yang menyukainya!" Rachel kemudian melenggang berjalan menuju lift, menginggalkan Gide yang masih terheran-heran dengan sikap cuek gadis itu.

__ADS_1


Mereka berdua pun akhirnya menuju villa bersama-sama menggunakan mobil milik Gide untuk mengantar koper sang pengantin.


__ADS_2