Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Keguguran


__ADS_3

"Sayang kalian dimana sekarang?" suara Maya bergetar seperti menahan tangis.


"Mama ada apa?" Sera langsung panik saat mendengar suara Maya.


"Rachel,," Maya mulai terisak.


"Ma kenapa Rachel?" Sera tidak sabar.


"Dia jatuh dari tangga, sekarang sedang di ruang IGD" Maya berbicara dengan terbata-bata.


"Astaga" Sera hampir terjatuh karena syok.


"Sayang kenapa?" Gamal menangkap tubuh sang istri yang mulai lemas.


"Halo ma, ada apa?" Gamal meraih ponsel Sera dan mulai berbicara dengan mamanya.


"Rachel jatuh dari tangga, sekarang sedang ditangani oleh dokter di ruang IGD" Maya mengulang penjelasannya.


"Baiklah, kami akan segera kesana sekarang juga" Gamal langsung menutup telponnya dan menuntun Sera.


"Arnold, Inka, kami pamit pulang ya, istrinya adik kami jatuh dari tangga" Gamal berpamitan pada kedua mempelai.


"Astaga, semoga baik-baik saja ya" Inka yang mendengar ikut syok meskipun tidak mengenal Rachel.


"Terima kasih ya" Sera tersenyum menutupi rasa sedihnya.


"Kalian hati-hati di jalan ya" Arnold melambaikan tangannya.


"Oke" Gamal kemudian mengajak Sera berjalan ke arah parkiran mobil.


"Sayang bisa lebih cepat sedikit tidak?" Sera sangat khawatir dengan keadaan Rachel. Ia yang sedang mengandung sangat berempati dengan kondisi Rachel.

__ADS_1


"Sabar sayang, kita tidak boleh terburu-buru, harus tetap hati-hati" Gamal menenangkan Sera.


"Tapi aku takut Rachel kenapa-kenapa" Sera mulai menangis.


Sera membayangkan jika dirinya yang ada di posisi Rachel pasti akan sangat menderita. Ia begitu merasa iba dengan nasib buruk yang bertubi-tubi menimpa Rachel beberapa bulan belakangan ini.


"Semoga saja semuanya baik, kita doakan ya" Gamal mengelus rambut istrinya untuk memberikan energi positif.


..........


"Bagaimana keadaan Rachel?" Sera bertanya kepada semua orang yang ia temui di ruang tunggu IGD.


"Bayi kami tidak selamat" Gide menjawab dengan menahan sesak di dadanya.


"Ya Tuhan" Sera langsung limbung seketika dan air matanya tak bisa terbendung.


"Sayang ayo duduk dulu" Gamal memapah Sera ke salah satu kursi kosong.


"Sayang jangan berfikir macam-macam" Gamal memeluk istrinya yang terguncang.


"Rachel pasti sangat sedih" Sera terisak.


Suasana ruang tunggu begitu diliputi duka. Ayu, Maya dan Ananda tak henti-hentinya menangis. Ron, George dan Mike hanya bisa diam dengan ekspresi yang sulit diartikan. Rafael dan Richard yang menjadi dalang kemalangan nasib Rachel pun sangat terpukul dengan kejadian ini. Sementara duo grandma yang syok langsung diantar pulang oleh Dimas dan Gaby serta anak-anak mereka ke rumah utama.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Gide berjalan menuju salah seorang dokter yang baru selesai menangani Rachel.


"Masa kritisnya sudah lewat, tapi kondisinya masih belum stabil, pasien jangan diajak berkomunikasi dulu ya biar tenang" Dokter menginformasikan keadaannya serta memberi saran.


"Tapi saya boleh menemuinya kan dok?" Gide ingin segera berada di samping Rachel.


"Tentu saja, sebentar lagi pasien akan dipindakan ke ruang rawat biasa, jadi sudah bisa di jenguk" sang dokter mengangguk.

__ADS_1


"Terima kasih dokter" Gide sudah sedikit bisa tersenyum ditengah rasa sedihnya.


..........


"Rach" Sera menyapa Rachel ketika dirinya sudah mendapat giliran menengok ke ruang rawat.


Seperti yang dijelaskan oleh dokter, Rachel saat ini masih belum stabil dan butuh banyak istirahat, sehingga Sera hanya bisa menyapanya dan memeluknya sebentar sebelum akhirnya ia keluar ruangan untuk bergantian dengan keluarga yang lainnya.


"Kau pulanglah, jangan terlalu lelah, kasihan bayimu" Ananda menasehati putri bungsunya.


"Iya sayang, pulanglah dan istirahat, biar kami yang di sini menjaga Rachel" Maya juga menasehati menantunya.


"Tapi aku mau bersama Rach!" Sera tidak mau pulang.


"Rach sudah tidak apa-apa, kami akan menjaganya dengan baik, kau pulang saja ya" Ayu berusaha tersenyum ditengah genangan air matanya.


"Mom" Sera memeluk Ayu. Ia paham bahwa tante yang sudah seperti ibunya sendiri itu sedang sangat berduka karena kehilangan calon cucu pertamanya.


"Tidak apa-apa sayang, semua akan baik-baik saja" Sera yang awalnya ingin menguatkan Ayu, malah jadi terbalik dikuatkan oleh Ayu.


"Mom harus kuat ya" Sera terisak.


"Iya sayang, bantu doa ya supaya Rach bisa pulih dengan cepat" Ayu menghapus air mata Sera.


"Iya mom pasti aku selalu berdoa. Aku pulang ya, nanti kalau ada sesuatu kabari aku ya mom" Sera memeluk Ayu kembali sebagai salam perpisahannya.


"Iya, hati-hati di jalan ya sayang" Ayu mengngguk.


Setelah berpamitan pada semua orang, akhirnya Sera dan Gamal pulang ke rumah mereka. Sepanjang jalan Sera tak henti-hentinya menangisi nasib malang Rachel.


"Semoga setelah ini kau akan bahagia bersama ka Gide ya Rach" Sera berdoa dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2