
"Aku dengar Sera dan Gamal sudah resmi berpacaran?" Ayu yang sedang memotong bawang bertanya kepada yang lain saat semua keluarga sedang berkumpul di rumah utama.
"Iya aunty mereka sudah pacaran, tapi kemarin papanya Divo bilang kalau kak Gamal sekarang sedang galau karena takut Sera digoda oleh pria-pria tampan disana" Gaby bercerita.
"Hemmmm, dasar mereka itu, kenapa tidak langsung disuruh menikah saja sih biar aman?" Ayu merasa gemas.
"Kemarin juga papanya Divo bilang begitu, kalau mau aman ya dinikahkan saja dulu, jadi tidak perlu khawatir lagi kekasihnya direbut orang lain" Gaby menyetujui pendapat Ayu dan Dimas.
"Lalu bagaimana pendapat kalian berdua?" Ayu penasaran dengan Ananda dan Maya yang sejak tadi hanya menjadi pendengar tanpa berkomentar apa-apa.
"Kalau saya terserah, yang terbaik buat keduanya saja" Maya yang menyayangi kedua anak itu hanya bisa berdoa yang terbaik.
"Lalu kalau bunda bagaimana?" Gaby juga penasaran dengan pendapat Ananda.
"Memangnya bunda bisa komentar apa? Sera itu sangat keras kepala, kan bunda sudah sejak awal tidak setuju dia kuliah di luar negeri, selain tidak aman, kan dia juga jadi jauh dari kita, lihat saja sekarang, dia baru pacaran tapi akhirnya harus rela menerima resiko pacaran jarak jauh karena nekad kuliah di luar!" Ananda yang masih belum rela jika sang putri kuliah di luar negeri menggerutu.
"Tapi bunda setuju kan dengan hubungan mereka?" Gaby menekankan pertanyaannya.
"Bunda dan tante Maya sudah sepakat, apapun yang terbaik bagi mereka, kami akan dukung" Ananda yang memang sudah bersahabat baik dengan Maya menyerahkan semuanya kepada anak-anak mereka.
"Kak, bukankah kau ingin Sera kembali kesini? kenapa kau tidak membujuk Gamal untuk mengajaknya pulang?" Ayu memberi usul.
"Aku sudah melakukannya saat Gamal ingin berangkat, tapi dia gagal membujuk gadis keras kepala itu!" Ananda cemberut.
"Hemmmm, batu sekali sih anakmu itu" Ayu geleng-geleng kepala.
"Itu dia, makanya aku jadi selalu kepikiran dengannya!" Ananda yang sangat over protect selalu saja merasa khawatir.
"Kakak punya ide!" Gaby menjentikkan jarinya.
"Apa?" yang lain bertanya serentak.
__ADS_1
Gaby pun menceritakan idenya untuk menakut-nakuti Sera tentang resiko berhubungan jarak jauh. Membuat semua orang manggut-manggut.
..........
"Halo kak?" Sera mangangkat panggilan dalam mode video.
"Sera kau sedang apa?" Gaby bertanya.
"Aku baru saja mau berangkat kuliah, kakak sediri lagi ngapain?" kata Sera.
"Lihatlah" Gaby memamerkan meja makan yang penuh dengan sajian yang menggugah selera plus para wanita yang memasaknya secara bersama-sama.
"Ahhhhhhhhh kalian curang!" Sera menggerutu melihat keluarganya sedang berkumpul di rumah utama.
"Siapa suruh kau pergi keluar?" Ananda nyeletuk.
"Bundaaaaaaa aku kangennnnnn" Sera merengek seperti anak kecil.
"Mommmmmm kau jahat sekali!" Sera merajuk.
"Nona, apa kau tidak merindukan kami?" kini giliran Maya yang berbicara.
"Tante Maya, aku kangen ingin tidur bersamamu!" Sera yang sejak kecil sudah terbiasa di rawat oleh Maya memang sering kali menginap di rumahnya.
"Makanya cepat pulang, urus kepindahan kuliahmu!" Gaby membujuk sang adik.
"Kakkkkk jangan membuat aku goyah!" Sera yang merasa kesepian sering kali goyah ingin segera pindah kuliah.
"Sera, apa kau tidak kasihan sama kak Gamal yang ditinggal sendiri lagi? apa kau tidak takut kalau dia nanti kecantol sama wanita lain?" Gaby mulai mengompor-ngompori sang adik.
"Benar, apalagi ada Niken, kau taukan kalau yang namanya mantan itu kadang suka mencari celah?" Ayu ikut-ikutan.
__ADS_1
"Iya, apalagi ditambah harus menunggumu bertahun-tahun, apa kau lupa dulu saat kak Gamal ditinggal oleh Niken selama empat tahun ia sangat mencintainya, namun saat Niken kembali cinta kak Gamal sudah luntur karena mereka terlalu lama berjauhan, bisa jadikan nanti kejadian serupa menimpamu?" Gaby makin menjadi-jadi.
"Ihhhhh kenapa sih kalian menakuti saja!" Sera protes.
"Kami tidak menakut-nakuti, hanya saja kami ingin membuatmu sadar, sebaik dan sesetia apapun seorang pria, tetap saja mereka manusia biasa, ada kalanya mereka butuh belaian dan kehangatan seorang wanita, apalagi pria yang sudah dewasa seperti Gamal!" Ayu menahan senyum saat melihat sang keponakan menunjukkan ekspresi cemas.
"Lalu aku harus bagaimana?" Sera terlalu polos.
"Pulanglah, jangan keras kepala untuk memaksakan cita-citamu di sana, padahal di sini pun kau masih bisa meraihnya!" Ananda memang selalu paling getol untuk meminta sang putri pulang.
"Tapi bunnnn" Sera ragu.
"Kalau kau tidak mau pulang, maka jangan menyesal kalau ada apa-apa dengan Gamal, karena itu murni kesalahanmu sendiri!" Ananda memanfaatkan keadaan untuk menakut-nakuti putri bungsunya.
"Pikirkan baik-baik nasehat kami ya, jangan sampai ada kata menyesal setelah semuanya terlanjur terjadi, karena belum tentu kesempatan akan datang untuk yang kedua kalinya!" Ayu menggaris bawahi kalimatnya.
"Baiklah Sera, kami mau siap-siap makan malam dulu ya, kau hati-hati disana, semangat ya kuliahnya, Bye!" Gaby langsung mematikan sambungan videonya dan kemudian tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi sang adik yang panik ketakutan.
"Apa kita tidak terlalu jahat padanya? aku takut dia jadi kepikiran" Maya mengkhawatirkan Sera.
"Justru itu kan yang kita mau? membuat Sera khawatir dan berpikir dua kali untuk terus berkuliah disana!" kata Ayu.
"Betul, aku yakin habis ini Sera tidak akan bisa tidur" jawab Gaby sambil tersenyum geli.
"Semoga saja dengan cintanya pada Gamal dia mau kembali pulang, meskipun alasan kepulangannya bukan karena aku, tapi setidaknya dia tidak kuliah jauh-jauh dari rumah!" Ananda bersedih.
"Bunnnn jangan begitu, Sera itu menyayangimu sama seperti aku menyayangimu, hanya saja dia sekarang masih labil, masih banyak hal yang dia ingin raih bunnnn" Gaby berusaha membesarkan hati sang bunda.
"Benar nyonya, dia masih ABG, baru mengenal dunia luar dan juga cinta, jadi wajar saja bila egonya masih besar" Maya juga jadi merasa tidak enak karena Sera seperti lebih khawatir dengan Gamal putranya, ketimbang Ananda bundanya sendiri.
"Iya kak, kau jangan baper, dulu kita kan juga begitu, pergi dari panti demi mengejar cita-cita kita, sampai akhirnya kita menikah dan tidak pernah kembali tinggal di panti bersama ibu!" Ayu mengingatkan Ananda tentang kehidupan mereka dulu.
__ADS_1
Sementara para ibu di keluarga Anderson sedang membahas apa yang akan terjadi selanjutnya pada Sera, justru gadis itu sendiri yang awalnya merasa bahwa hubungan jarak jauhnya dengan Gamal akan baik-baik saja menjadi ragu dan berfikir dua kali untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri.