
"Nanti kau pulang kuliah jam berapa?" Gamal bertanya kepada Sera saat mereka sudah berada di dalam mobil menuju kampus Sera.
"Jam dua siang" jawab Sera.
"Baiklah kalau begitu nanti tunggu aku ya, aku akan menjemputmu" kata Gamal sambil mengemudikan mobil.
"Iya" Sera mengangguk.
"Oya, bagaimana dengan kuliahmu? apa kau menyukainya?" tanya Gamal penasaran.
"Menyenangkan, aku sangat menyukainya kak" Sera sangat bersemangat menceritakan pengalaman barunya selama dia berkuliah di kampus.
"Syukurlah kalau kau menyukainya" Gamal ikut senang mendengar Sera merasa betah dan menyukai berkuliah di kampus barunya.
"Ngomong-ngomong kak, apakah ada orang rumah yang tau kalau kakak ke sini untuk menemuiku?" Sera penasaran.
"Semua orang sudah tau kalau alasanku ke sini adalah untuk mengejar cinta sejatiku" Gamal menjawab dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Jadi ayah dan bunda juga tau kalau kakak kesini karena aku?" Sera menjadi salah tingkah ketika mengetahui bahwa kedua orang tuanya tau kalau Gamal mencintainya.
"Tentu saja, bahkan bundamu berpesan agar aku bisa membujukmu kembali pulang ke rumah dan berkuliah di tanah air saja" Gamal menceritakan bagaimana Ananda dengan gigihnya merayu Gamal agar bisa membujuk putri bungsunya kembali pulang ke rumah.
"Lalu bagaimana dengan reaksi ayah?" Sera penasaran.
"Ayahmu itu orang hebat, dia tau segalanya tentang kita sebelum kita bercerita sekalipun. Ia tau bagaimana perasaan galauku saat berada di tengah-tengah kau dan Niken, ia juga tau apa yang sesungguhnya terjadi pada Niken selama empat tahun belakangan ini dan bagaimana pula keraguanmu terhadap diriku!" sebelum Gamal berangkat menemui Sera, ia sudah terlebih dahulu mengutarakan seluruh isi hatinya kepada Mike, bahkan ia juga sudah meminta restu untuk dapat memenangkan hati Sera.
"Astagaaa, benarkah?" Sera menutup mulutnya tidak percaya, selama ini dia lupa bahwa sang ayah adalah orang yang memiliki kekuasaan yang sangat besar, tidak akan sulit baginya untuk mengetahui hal-hal sepele seperti kisah cinta segitiga antara dirinya, Gamal dan juga Niken.
"Kakkkk aku malu!" wajah Sera memerah bak kepiting rebus saat menyadari fakta bahwa seluruh keluarganya, khususnya sang ayah mengetahui tentang kehidupan percintaannya.
"Kenapa malu hemmm?" Gamal mengelus pipi Sera yang sudah merona.
"Ya malu saja!" Sera semakin salah tingkah.
"Kau itu kalau sedang malu-malu seperti ini semakin menggemaskan tau!" Gamal sangat gemas melihat tingkah Sera yang malu-malu.
__ADS_1
"Kakkkk jangan menggodaku!" Sera semakin malu dan membuat Gamal tergelak karena tingkah lucu Sera.
"Aku tidak menggodamu, justru aku sangat suka jika kau seperti ini, karena kau semakin membuatku jatuh cinta padamu!" Gamal mengelus pipi Sera lagi sementara Sera hanya bisa mengerucutkan bibir.
"Jaga bibirmu dengan baik kalau tidak mau aku cium paksa lagi seperti waktu itu" Gamal tersenyum jahil membuat Sera kembali menutup mulutnya.
Tidak perlu waktu yang lama untuk mereka tiba di kampus Sera.
"Belajar yang baik ya, cepatlah lulus supaya aku bisa segera menikahimu" Gamal mengelus kepala Sera dengan penuh cinta.
"Terima kasih ya kak sudah mengantarku, aku masuk dulu ya" Sera belum berani merespon kata-kata Gamal yang menjurus ke hubungan pribadi mereka.
"Sera" Gamal memanggil gadis itu sebelum ia keluar dari mobil.
"Ya?" Sera menengok.
"I love you" Gamal kembali menyatakan cintanya yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Sera sebelum akhirnya gadis itu keluar dari mobil dan berjalan menjauh masuk ke dalam gedung perkuliahan.
__ADS_1