Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Aku deg deg an sekali kak" Sera yang baru saja selesai di make up oleh MUA profesional di dalam kamar hotel tempat resepsi pernikahannya akan dilangsungkan terlihat begitu gugup.


"Jangan cemas, kau terlihat begitu sempurna" Gaby yang baru selesai mendandani Diva dan Divo di kamar sebelah meyakinkan sang adik kesayangannya itu.


"Aku seperti mau pingsan kak" Sera meremas tangannya sendiri.


"Nona anda begitu cantik, aku yakin acaranya akan berjalan dengan lancar, jadi tenang saja ya" sang MUA yang mendandani pun ikut menenangkan Sera.


Tok tok tok,,,


"Sera, apakah kau sudah siap?" Rachel melongok ke dalam kamar hotel tempat Sera berdandan.


"Rach, masuklah" Sera memanggil sepupunya untuk mendekat.


"Wahhhhh, Rachhh, kau cantik sekali!" Gaby yang jarang melihat Rachel berdandan feminim pun terkagum-kagum dengan riasan wajah dan gaun yang dikenakan oleh adik sepupunya itu.


"Ih apa sih kak, aku malah sangat risih dengan semua ini" Rachel memang tidak suka berdandan berlebihan.


"Sungguh, selain pengantin perempuan, ternyata bridesmaidnya pun tidak kalah cantik" Gaby berkata dengan tulus.


"Kakak itu harusnya memuji Sera yang seperti putri, kenapa malah jadi aku?" Rachel merasa malu karena dipuji berlebihan.


"Iya Rach, kak Gaby benar, kau memang cantik, aku yakin akan banyak pria yang jatuh hati padamu nanti" Sera yang awalnya cemas jadi sedikit lebih santai dengan obrolan mereka.


"Apa sih, sudah ah, ayo kita turun" Rachel mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ya sudah ayo" Gaby pun berdiri dan meraih tangan Sera.


"Ahhhhh, aku kembali gugup" Sera menggenggam tangan Gaby dan Rachel di kiri dan kanannya dengan sangat erat untuk mengurangi rasa gugupnya.


..........

__ADS_1


Tring, lift lantai dasar terbuka, Sera yang diapit oleh Rachel dan Gaby melangkah keluar dengan hati yang sangat kacau saking tegangnya.


"Sayang, kau cantik sekali" Ananda memeluk sang putri dengan penuh haru.


"Terima kasih bundaku sayang" Sera memeluk balik Ananda.


"Putri ayah sudah besar ya ternyata" Mike merentangkan tangannya.


"Ayah, aku sangat menyayangimu" Sera berhamburan ke dalam pelukan Mike.


"Ayo, sudah waktunya" Dimas memberi kode agar Sera maju ke depan menghampiri Gamal yang sudah menantinya dengan tidak sabar.


Sera kemudian berjalan di atas karpet merah layaknya seorang putri raja didampingi oleh kedua orang tuanya.


"Kau cantik sekali" Gamal berbisik saat Sera sudah ada dalam genggaman tangannya.


"Aku sangat mencintaimu sayang" Gamal mengucapkan kata cintanya dengan sangat tulus membuat Sera tersipu malu dan merona merah bak kepiting rebus.


"Ayo pengantin silahkan pegang pisaunya bersama-sama ya, kita akan potong kue pengantinnya dalam hitungan mundur tiga, dua, satu!" MC begitu bersemangat saat melihat Sera dan Gamal yang sangat berbahagia.


Setelah menyelesaikan rangkaian pemotongan kue pengantin dan saling suap sebagai simbol janji pernikahannya, mereka pun berkeliling ke segala penjuru ballroom hotel untuk menyapa semua tamu undangan yang hadir. Pesta memang dibuat tanpa pelaminan dan panggung agar pengantin bisa dengan leluasa bercengkrama dengan para tamu undangan.


"Baiklah, sekarang saatnya kita melakukan seremonial lempar bunga, bagi para gadis yang belum memiliki pasangan atau yang ingin segera menikah, ayo maju ke depan, jangan buang kesempatan baik ini!" Sang MC memberikan instruksinya.


"Untuk kedua mempelai, juga silahkan maju dulu sebentar ya dan bersiap melempar bunganya untuk para gadis" sang MC kembali memberi instruksi.


"Ayo Rach, maju!" Gaby menarik Rachel yang sedang berdiri di dekatnya ke bagian depan tempat para gadis berkumpul.


"Aku tidak mau ahhhh" Rachel menolak.


"Rach, cepat kesana!" Sera yang mendengar penolakan Rachel melotot.

__ADS_1


"Apa sihhh" Rachel protes.


"Aku tidak akan mau melempar bunganya kalau kau tidak mau ikutan!" Sera mengancam sang adik sepupu.


"Ck, kau ini sudah menikah tapi kelakuan tetap saja tidal berubah, masih suka memaksa!" Rachel terpaksa menuruti kemauan Sera sang ratu sehari.


"Dalam hitungan ketiga, silahkan pengantin melempar ke arah belakang ya... tiga, dua, satu!" MC berteriak.


"Woahhhhh" Semua tamu undangan bersorak sorai saat bunga sudah terlempar.


"No way!" Rachel berteriak histeris ketika bunga tiba-tiba saja jatuh tepat di depan wajahnya.


"Nona Rachel, wahhh sepertinya tidak lama lagi akan menyusul nihhhh!" sang MC bertepuk tangan riang, sementara Rachel malah bersungut-sungut.


"Yeeeeyyy Rachel, Rachel, Rachel, Rachel!" Semua berteriak menyebut nama Rachel yang menjadi pemenang.


Acara berlangsung begitu meriah, semua tamu undangan dan keluarga besar membaur menjadi satu serta larut dalam lantunan musik yang begitu merdu, sambil menikmati hidangan mewah yang tersaji di meja makan. Gamal dan Sera yang sedang dimabuk cinta pun dengan semangat berdansa bersama para tamu undangan yang hadir.


"Sayang, akhirnya kini kau seratus persen menjadi milikku!" Gamal mengecup bibir sang istri dengan lembut.


"Kak, aku malu" Sera tersipu karena banyak orang yang menatap mereka saat berciuman.


"Kenapa malu? kitakan sudah resmi menikah!" Gamal mengerlingkan matanya dengan nakal.


"I love you Serafim Anderson" Gamal membelai pipi sang istri dengan lembut.


"I love you to Gamaliel Sangkakala" Sera membalasnya dengan senyuman yang paling manis.


"Ciye, ciye, sebentar lagi ada yang jebol gawang nih kayaknya?" Dimas dan Gaby menggoda Gamal dan Sera.


"Iyalah, masa iya masih main boneka terus!?" Gamal mengerlingkan matanya kepada sang istri.

__ADS_1


"Ihhhh kalian jahil!" Sera benar-benar malu dibuatnya, sementara Gamal, Dimas dan Gaby malah tergelak melihat sikap polos sang pengantin wanita.


__ADS_2