Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Ungkapan Hati Arnold


__ADS_3

"Halo Kak kau dimana sekarang? aku sudah ada di depan kelasmu" Sera mencari keberadaan Inka di kampus selepas kegiatan belajar selesai di sore hari.


"Sera aku tidak kuliah hari ini karena sedang tidak enak badan" Inka menjawab telpon dari Sera.


"Kau sakit kak?" Sera merasa heran karena semalam kakak kelasnya ini masih terlihat sehat-sehat saja.


"Iya, aku sedang istirahat di rumah" jawab Inka.


"Baiklah kalau begitu kau istirahat saja ya supaya cepat sembuh" Sera kemudian menutup telponnya.


"Aneh sekali, kenapa tiba-tiba dia bilang sedang sakit? padahal semalam dia baik-baik saja, apakah ada sesuatu?" Sera menjadi curiga karena suara Inka memang seperti serak habis menangis.


"Aku harus mencari pak Arnold untuk bertanya apakah ada yang terjadi semalam saat ia mengantarnya pulang?" Sera kemudian berjalan menuju ruang dosen.


Tok Tok Tok,,


"Permisi pak" Sera menyembulkan kepalanya di balik pintu.


"Sera, silahkan masuk" Arnold tersenyum.


"Maaf pak saya mau tanya tentang kak Inka, apa boleh?" Sera bertanya dengan ragu.


"Ada apa?" Arnold mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Hari ini kak Inka tidak masuk kuliah, dia bilang sedang tidak enak badan, tapi aku tidak yakin dia benar-benar sakit karena semalam masih baik-baik saja. Apakah semalam saat pulang dengan bapak dia menunjukkan gejala sakit pak?" Sera menatap Arnold dengan tajam.


"Semalam dia tidak terlihat sakit, tapi memang dia agak sedikit pendiam, saat aku tanya dia hanya bilang tidak punya bahan obrolan" Arnold menjelaskan kepada Sera.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih ya pak, saya permisi dulu" Sera pamit kepada Arnold.


"Sera apa kau mau ke rumah Inka?" Arnold juga jadi penasaran dengan kondisi gadis yang dia antar pulang semalam.


"Iya pak" Sera memgangguk.


"Kalau begitu kita bareng saja, aku juga jadi penasaran" Arnold kemudian meraih kunci mobilnya.


Mereka pun kemudian menuju rumah Inka dengan menggunakan mobil Arnold.


"Inka kenapa?" Gamal bertanya.


"Entahlah, aku juga tidak tau" Sera juga bingung.


"Baiklah, nanti aku akan menjemputmu sepulang dari kantor" Gamal akhirnya menyetujui untuk menjemput istrinya.


"Terima kasih ya sayang" Sera tersenyum.


"Hati-hati di jalan ya sayangku, i love you" kata Gamal.

__ADS_1


"I love you too" balas Sera sebelum akhirnya ia menutup telponnya.


"Kalian romantis sekali sih" Arnold mencoba untuk tegar melihat bagaimana sepasang suami istri ini berinteraksi satu sama lain.


"Ah bapak bisa saja" Sera jadi malu.


"Gamal sangat beruntung mempunyai istri sepertimu, kau itu berlian yang sangat berharga, mungkin kalau aku yang bertemu denganmu lebih dahulu, akupun akan melamarmu menjadi istriku" Arnold berkata dari hatinya.


"Pak jangan bicara seperti itu" Sera jadi merasa berada disituasi yang canggung.


"Aku serius, sebenarnya gadis yang aku sukai itu adalah dirimu Sera, awalnya aku ingin melamarmu jadi kekasihku, tapi saat aku tau kau adalah istri teman baikku maka aku pun memilih untuk mundur" Arnold akhirnya mengungkapkan isi hatinya yang sudah ia pendam selama ini.


"Pakkkk" Sera bingung harus bereaksi seperti apa.


"Tapi tenang saja, aku ini pria baik-baik, aku tidak akan merusak hubungan orang lain, apa lagi teman baikku sendiri heheheh" Arnold mencairkan suasana dengan berusaha tertawa.


"Aku yakin suatu saat bapak pasti akan mendapatkan seseorang yang benar-benar bapak cintai dan juga mencintai bapak setulus hatinya" Sera membesarkan hati Arnold.


"Tentu saja, aku ini kan pria tampan, pintar dan kaya, jadi tidak akan sulit untukku mencari wanita sempurna yang ingin menjadi istriku hehehehe" Arnold menutupi luka hatinya dengan terus tertawa.


"Ishhhh narsis sekali sih pak Arnold" Sera mengerucutkan bibirnya.


"Hahahahah" Arnold tergelak melihat reaksi Sera yang terlihat begitu menggemaskan.

__ADS_1


"Kau benar-benar membuatku jatuh cinta Serafim Anderson!" batin Arnold.


__ADS_2