
"Kak, kau sudah datang?" Niken yang sudah menunggu Gamal dari pagi hari di kantornya langsung memeluk pria tampan itu dengan manja saat Gamal baru keluar dari lift.
"Niken lepaskan, ini kantor, apa kau tidak malu dilihat banyak orang!?" Gamal melepaskan pelukan Niken.
"Kak, aku sangat merindukanmu, kau kemana saja beberapa hari belakangan ini?" Niken merajuk.
"Aku sibuk" Gamal berjalan menuju ruangannya dengan cuek dan tidak mempedulikan Niken yang sedang berbicara padanya.
"Kak tunggu aku!" Niken berlari kecil mengejar Gamal, membuat para sekertaris CEO geleng-geleng kepala saking jengahnya.
"Aku sibuk Niken, jadi tolong cepet katakan apa tujuanmu?" Gamal berkata dengan tegas saat mereka sudah masuk ke dalam ruang kerja Gamal.
"Kak kenapa kau berubah?" Niken melingkarkan tangannya di leher Gamal dan berusaha menciumnya namun Gamal menepis tangan itu.
"Niken, kita sudah tidak ada hubungan apapun sejak kau pergi empat tahun lalu, jadi aku mohon mulai sekarang jaga sikapmu!" Gamal menatap Niken dengan tajam.
"Kak, bukankah kau sudah tau apa alasanku pergi? aku tidak pernah berniat memutuskan hubungan kita kak!" Niken terkejut dengan pernyataan Gamal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
"Benarkah? kalau kau mencintaiku, seharuskan kau katakan tentang penyakitmu itu dari awal, aku bisa membantumu mencarikan donor ginjal, aku bisa membayar mahal orang yang mau mendonorkan ginjalnya untukmu!" Gamal berkata penuh emosi.
"Aku takut kau khawatir" Niken berkilah.
__ADS_1
"Kau justru membuatku lebih khawatir karena menghilang tanpa jejak!" Gamal tidak bisa lagi berpura-pura baik.
"Maafkan aku kak, aku janji aku tidak akan melakukannya lagi, aku sangat mencintaimu!" Niken hendak menggenggam tangan Gamal namun pria itu lagi-lagi menghindar.
"Tapi cintaku sudah pudar seiring berjalannya waktu, jadi maafkan aku, kita tidak bisa melanjutkan semua ini!" Gamal berjalan menuju kursi kebesarannya.
"Kenapa kak? apa sudah ada wanita lain? apa karena Sera?" Niken pun sudah tidak bisa menutupi rasa cemburunya kepada Sera yang selalu bisa merebut perhatian Gamal.
"Ini tidak ada hubungannya dengan siapapun, kau tau Niken empat tahun bukanlah waktu yang sebentar, orang bisa berubah banyak dalam waktu selama itu, mungkin saja termasuk dirimu!" Gamal mulai menjurus.
"Apa maksud kakak?" Niken menelisik wajah Gamal yang sulit diartikan.
"Ini!" Gamal membuka laci meja kerjanya dan menyerahkan amplop coklat yang ia peroleh dari Gide beberapa hari lalu yang berisikan foto-foto Niken selama empat tahun belakangan ini.
"Buka saja, kau akan tau!" kata Gamal dengan datar.
"Kak, aku,," Niken seperti disambar petir di siang bolong.
"Kenapa? apa kau pikir aku pria bodoh yang tidak tau apa-apa tentangmu?" Gamal tersenyum sinis.
"Kak, ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku bisa menjelaskannya!" mata Niken sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Dengar Niken, meskipun aku bukan keturunan kandung Anderson, tapi aku adalah bagian dari keluarga Anderson yang bisa dengan mudah mendapatkan informasi akurat seperti skandalmu ini!" Gamal memberi penekanan bahwa ia bisa melakukan apapun dengan sangat mudah dengan bantuan kekuasaan keluarga Anderson yang sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.
"Kak maafkan aku!" Niken hanya bisa menangis ketika menyadari bahwa pria di depannya ini memiliki kekuasaan yang cukup besar karena ada nama Anderson yang selalu mendukungnya.
"Kau tidak perlu menangis karena aku sudah memaafkanmu, bahkan sebelum kau meminta maaf!" jawab Gamal.
"Apa aku sudah tidak punya kesempatan lagi?" Niken masih berusaha.
"Kau masih muda, jalanmu masih panjang, hiduplah dengan baik kedepannya, rawat anakmu, karena biar bagaimanapun dia tidak bersalah, tidak ada anak yang bisa memilih dilahirkan dari orang tua tertentu, bawa dia pulang dari panti asuhan!" Gamal berkata kepada Niken penuh penekanan.
"Kak aku," Niken benar-benar terkejut bahwa Gamal bahkan sudah mengetahui dirinya sudah punya anak.
"Aku yakin suatu saat kau akan menemukan jodoh yang tepat!" Gamal tersenyum tulus.
"Tapi aku hanya mencintaimu kak!" Niken memelas.
"Cinta tidak bisa dipaksa, terlebih ketika cinta itu pernah terluka begitu dalam tanpa adanya kejelasan selama bertahun-tahun!" Gamal ingin mengingatkan bahwa pudarnya cintanya kepada Niken juga karena andil wanita itu yang bertahun-tahun menghilang tanpa jejak dan menorehkan luka yang cukup dalam di hati Gamal.
"Maafkan aku yang sudah melukaimu kak" Niken bergetar hebat karena penyesalannya yang sangat dalam.
"Aku sudah memaafkanmu Niken, meskipun kita tidak bisa bersama lagi, tapi kita masih bisa berteman, kau masih bisa mengandalkan aku jika membutuhkan bantuan, selagi aku bisa, aku akan membantumu!" Gamal kemudian meminta office girl membawakan minuman untuk Niken agar lebih tenang.
__ADS_1
Setelah semuanya tenang terkendali, akhirnya Niken pamit dan pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk. Perkataan Gamal berhasil membuatnya merasa bersalah kepada putri kecilnya yang ia titipkan ke panti asuhan karena keegoisannya. Biar bagaimanapun, Niken tetaplah wanita berhati lembut, hanya saja nasib tidak berpihak padanya sehingga memaksanya berbuat sesuatu yang diluar nalar.