Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Rindu Rumah


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan udara selama hampir dua belas jam, akhirnya Sera tiba di tempat tujuannya. Meskipun terlihat ia berjalan sendirian, namun pada kenyataannya pengawalan yang dilakukan sangatlah ketat. Orang-orang kepercayaan Mike bergerilya di sekitar Sera dengan tingkat siaga yang penuh.


"Selamat datang nona, silahkan" Seorang pria paruh baya membuka pintu mobil untuk Sera.


"Terima kasih" jawab Sera dengan sopan.


Setelah Sera masuk, mobil jemputan itu kemudian melaju memecah jalanan kota yang ramai itu. Sepanjang perjalanan Sera berusaha menikmati keindahan kota yang akan menjadi tempat tinggalnya beberapa tahun ke depan.


"Ayah, bunda, aku rindu kalian" Sera berbicara dalam hati.


Meskipun ini bukan pertama kalinya ia ke sini, namun ini adalah pengalaman pertamanya pergi jauh dari rumah seorang diri dalam jangka waktu yang cukup panjang, sehingga ia merasa sangat merindukan keluarganya.


"Nona kita sudah sampai" sang supir membuyarkan lamunan Sera.


"Oh iya, terima kasih pak" Sera kemudian keluar dari mobil dan masuk ke dalam sebuah rumah mewah yang sudah disediakan oleh ayahnya untuk tempat tinggalnya selama ia berkuliah disini.


"Selamat datang nona, mari saya bantu membawakan tasnya" seorang pelayan wanita menyapa Sera dengan hormat.


"Terima kasih" Sera yang mendapat pertolongan dari sang pelayan tersenyum ramah.


"Mari saya antar ke kamar anda nona" sang pelayan menunjukkan kamar Sera.

__ADS_1


"Iya, terima kasih" Sera berterima kasih kembali dan kemudian mengikuti sang pelayan.


"Ini kamar anda nona, jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil saya melalui tombol ini" sang pelayan memberikan informasi.


"Iya, baik" Sera mengangguk.


"Kalau begitu saya permisi, selamat beristirahat nona" sang pelayan menundukkan kepalanya.


"Iya, terima kasih ya" Sera membalas dengan tersenyum dan mengangguk sopan.


Meskipun Sera anak orang kaya, namun ia selalu diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuanya, sehingga ia bisa menghargai siapapun yang ditemuinya termasuk kepada para pekerja rumah tangga yang melayaninya sehari-hari.


"Halo bunda" Sera melambaikan tangannya saat sambungan videonya aktif.


"Sayang, apa kau sudah sampai?" tanya Ananda.


"Sudah bun, aku sudah sampai sejak tiga jam lalu, ini aku baru selesai mandi dan membereskan barang-barangku" Sera menjelaskan.


"Apa kau baik-baik saja?" Ananda merasa cemas.


"Aku baik bun, semua pelayan disini sangat membantuku dan ramah" Sera memuji kualitas pelayanan yang sudah disiapkan oleh Mike.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, oya kau sudah istirahat belum?" Ananda yang tidak mau anaknya kelelahan penasaran.


"Belum bun, sebentar lagi" jawab Sera jujur.


"Kalau begitu istirahatlah, jangan lupa makan ya sayang" kata sang bunda.


"Iya bun, kalau begitu aku tidur dulu ya, sangat mengantuk nih" Sera merebahkan diri di tempat tidurnya yang luas.


"Ia nak, selamat istirahat ya, semoga mimpi indah" Ananda tidak ingin sang putri kelelahan.


"Oke bundaku sayang, sampai nanti lagi ya, i love you so much" Sera melambaikan tangan.


"I love you more sayang" Ananda membalas lambaian tangan putri bungsu kesayangannya itu.


Setelah sambungan telpon terputus, Sera kemudian mencoba untuk menutup matanya agar bisa tidur, namun entah kenapa bayangan Gamal menari-nari di kepalanya.


"Sera ada apa denganmu?" ia merutuki dirinya sendiri yang merasa bodoh karena tidak bisa menghilangkan bayangan Gamal dari ingatannya.


"Berhentilah memikirkannya, fokus Sera, fokus!" ia lagi-lagi mengecam dirinya sendiri.


Sera terus saja bergulat dengan pikirannya sendiri sampai akhirnya ia merasa lelah dan terlelap karena rasa kantuk yang melanda.

__ADS_1


__ADS_2