Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
LDR


__ADS_3

"Sayang kau sedang apa?" Gamal melakukan panggilan video dengan Sera.


"Aku sedang bersiap-siap tidur, Kakak sendiri sedang apa?" kata Sera sambil menarik selimutnya.


"Aku sedang di kantor, sebentar lagi akan pergi ke lapangan bersama Dimas dan Gide. Apa kau sudah makan?" Gamal merasa khawatir dengan sang kekasih yang jauh dari dirinya.


"Sudah kak, tadi aku makan pasta" Sera mengangguk.


"Apa kau baik-baik saja?" Gamal seperti tidak yakin bila sang kekasih bisa melakukan semua kegiatannya secara mandiri.


"Aku baik-baik saja kak, jangan khawatir ya" Sera berusaha meyakinkan Gamal.


"Jujur saja aku sangat cemas saat kau berada di tempat asing seorang diri, rasanya kau membuat aku tidak tenang!" Gamal mencurahkan isi hatinya.


"Seharusnya itu yang aku katakan kepadamu kak, aku justru yang harusnya khawatir karena kau jauh dariku, aku tidak tau kau bergaul dengan siapa dan bagaimana keseharianmu!" Sera khawatir jika Gamal kembali berhubungan dengan Niken, Ia belum tau fakta yang sesungguhnya bahwa Niken berbohong dan sudah membuat seluruh keluarga Anderson kecewa padanya.


"Apa kau belum percaya padaku?" Gamal bersedih ketika Sera masih meragukan cintanya.


"Bukan aku ragu padamu, hanya saja pengalaman cintamu dulu dengan kak Niken selama bertahun-tahun membuatku takut!" Sera berusaha jujur tentang bagaimana perasaan yang sedang ia alami sekarang.


"Percayalah, aku sudah tidak punya perasaan apapun padanya!" Gamal berusaha meyakinkan Sera.


"Baiklah, aku percaya" Sera berusaha tidak terhanyut dengan rasa takutnya.

__ADS_1


"Sera" Gamal memanggil nama kekasihnya dengan lembut.


"Hemmmmm?" jawab Sera.


"Bagaimana kalau kita menikah saja? walaupun harus LDR tapi kalau status kita jelas maka aku yakin hubungan kita makin kuat dan orang-orang yang berniat merusak hubungan kita pun jadi berfikir dua kali untuk melakukannya!" Gamal berbicara serius.


"Kakkkk" Sera seperti kehabisan kata-kata.


Di satu sisi ia sangat bahagia karena ternyata Gamal sangat serius padanya sampai mengajaknya menikah. Namun di sisi lain ia juga ragu dengan kondisi LDR mereka, ia takut justru ketika sudah menikah dan mereka sudah merasakan sentuhan masing-masing, maka jika ia jauh dari sang suami bisa saja suaminya mencari pelampiasan diluar karena ia sebagai istri tidak bisa melayaninya selama mereka berjauhan.


"Apa kau tidak mau menikah denganku?" Gamal bisa melihat keraguan Sera saat ia mengajak gadis itu untuk menikah.


"Bukan, bukan begitu, aku hanya terkejut saja" Sera jadi tidak enak hati karena Gamal menganggapnya tidak mau menikah dengannya.


"Beri aku waktu ya kak, aku harus berfikir dulu, ini terlalu cepat" Sera memang benar-benar tidak menyangka jika Gamal akan melamarnya sebagai istri secepat ini.


"Baiklah, tapi janji jangan lama-lama ya, aku bisa gila kalau kau menggantungkan nasibku!" Gamal merajuk.


"Iya kak, aku akan menjawab secepatnya" Sera mengangguk.


"Aku tunggu jawabanmu ya" Gamal memastikan bahwa Sera akan segera menjawabnya.


"Iya kak" Sera kembali mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku kerja dulu ya untuk modal kita menikah nanti" Gamal mengerlingkan matanya.


"Ishhhh dasar gombal" Sera memajukan bibirnya dengan imut.


"Kondisikan bibirmu Serafim Anderson, jangan pernah seperti itu di depan pria mana pun kecuali aku!" Gamal yang selalu gemas dengan sikap manja Sera selalu khawatir jika sang kekasih melakukan itu di depan pria lain.


"Memangnya kenapa?" Sera bertanya dengan polos.


"Kalau kau bersikap seperti itu, sama saja kau sedang menggoda pria lain!" Gamal memberi penekanan.


"Kakkkkk, kau jahat sekali, aku kan bukan wanita penggoda!" Sera protes.


"Iya aku tau, tapi kau itu terlalu imut dan menggemaskan jika seperti tadi, jadi bisa saja pria-pria di luar sana jadi jatuh cinta padamu, dan aku tidak suka itu!" Gamal mulai posesif.


"Baiklah, aku janji tidak akan melakukannya" Ser akhirnya mengalah.


"Good job, kalau begitu aku bekerja dulu ya, kau juga tidurlah!" Gamal mengakhiri panggilannya.


"Iya kak, selamat bekerja ya" Sera memberi semangat pada kekasihnya.


"Iya sayang, i love you" kata Gamal sambil melambaikan tangan.


"I love you too" jawab Sera sambil membalas lambaian tangan Gamal.

__ADS_1


Setelah menutup telponnya, akhirnya Sera pun mulai berfikir keras tentang hubungannya. Ia harus segera memutuskan langkah terbaik agar jalinan cintanya dengan Gamal bisa bertahan hingga jenjang pernikahan bahkan sampai maut memisahkan mereka.


__ADS_2