
"Maafkan aku ya tidak bisa mengantarmu ke kampus" Gamal merasa bersalah karena hari ini ia ada pertemuan di kota sebelah dengan kliennya secara mendadak, padahal rencana awalnya ia ingin mengantar Sera ke kampus.
"Tidak apa-apa, tenang saja kan ada pak supir yang akan mengantar" Sera tersenyum kepada Gamal untuk menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja saat suaminya berwajah sedih.
"Sudah sana berangkat, nanti kau terlambat" Sera merapikan jas Gamal dan mengantarnya ke halaman.
"Nanti hati-hati ya di tempat acaranya, aku tidak mau kau terluka sedikit pun" Gamal mulai over protect.
"Iya sayang, kan acaranya hanya malam kebersamaan dan tidur di tenda saja!" kata Sera mengingatkan suaminya bahwa acara ini bukan acara lintas alam yang ekstrim.
"Kau jadi berangkat setelah makan siang?" Gamal ingin meyakinkan.
"Iya, kami berangkat jam dua siang nanti dari kampus" Sera mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, hati-hati ya nanti" Gamal masih belun rela melepas sang istri.
"Astaga sayang, kau ini tadi sudah mengatakannya, dasar heheheheh" Sera terkekeh geli melihat suaminya yang berlebihan.
"Aku berangkat ya" Gamal mengecup bibir Sera dengan lembut.
"Yang semangat ya kerjanya suamiku sayang" Sera memeluk Gamal.
"Iya sayang, i love you" Gamal mengelus pipi Sera.
__ADS_1
"I Love you too" Sera membalasnya.
Setelah drama perpisahan di pagi hari selesai, Gamal pun akhirnya berangkat ke pertemuan dengan kliennya di kota sebelah yang jarak tempuhnya cukup jauh.
..........
"Serafim" Arnold memanggil Sera yang baru turun dari mobil dengan membawa tas besarnya.
"Selamat siang pak Arnold" Sera menyapa sang dosen dengan sopan.
"Sini biar saya bantu" Arnold langsung meraih tas Sera dari tangannya.
"Eh tidak usah pak, saya bisa sendiri kok" Sera menolak dengan sopan.
"Pak jangan begini, saya tidak enak dengan teman-teman yang lain" Sera benar-benar tidak enak hati karena ditatap dengan tatapan menyebalkan oleh para seniornya.
"Baiklah" Arnold pada akhirnya mengalah.
"Saya permisi dulu ya pak, mau bertemu dengan teman-teman saya" Sera akhirnya memilih untuk mencari Bitha, Indah dan Ari.
"Oke, baiklah" Arnold menyadari situasinya memang tidak tepat untuk mendekati Sera, karena sedang banyak mahasiswa yang berkumpul di dekat mereka.
..........
__ADS_1
"Hei kau anak baru!" Seorang gadis muda yang berusia kira-kira dua tahun di atas Sera mencegatnya saat sedang berada di toilet sekolah sebelum berangkat.
"Ada apa?" Sera sudah melihat gelagat tidak enak.
"Jauhi pak Arnold, dia itu milikku!" kata gadis itu dengan mengancam.
"Hahahaha, jadi kau menegurku hanya untuk mengancam?" Sera bukanlah wanita lemah yang gampang di ancam apalagi ditindas oleh orang lain.
"Wahhhh berani sekali kau rupanya?" kakak kelas itu tersulut emosi karena Sera seperti tidak ada rasa takut sama sekali.
"Memangnya kenapa mesti takut padamu?" ia semakin menantang.
"Dengar ya, aku tidak main-main, kalau kau berani dekat-dekat dengan Arnold, maka aku yang akan menghabisimu!" ancamnya.
"Uhhhh takutttt" Sera mengejek.
"Maaf ya, aku tidak punya waktu meladeni kekonyolanmu, satu hal yang perlu kau tau, pak Arnold itu sama sekali bukan tipeku, aku tidak berselera dengannya karena aku sudah punya yang lebih hot dari dia, jadi kalau kau mau ambil saja untukmu, aku malah akan berterima kasih kalau dia bisa jauh-jauh dari!" Sera menyombongkan diri.
"Dasar kau anak kecil sombong!" kakak kelas itu mengumpat kesal karena ancamannya sama sekali tidak membuat Sera menciut, padahal jika itu terjadi pada mahasiswa lain pasti mereka sudah gemetar.
"Kau dari mana saja? kami mencarimu!" Indah merasa kesal karena menunggu Sera yang tak kunjung datang.
"Maaf ya, tadi saat datang aku di cegat pak Arnold, kemudian saat aku ingin ke toilet dulu sebelum mencari kalian, aku malah dicegat lagi oleh seseorang yang terobsesi dengan pak Arnold, jadinya lama deh heheheh" kemudian Sera menceritakan kronologisnya kepada tiga temannya itu sambil menunggu keberangkatan ke tempat acara kampus mereka.
__ADS_1