Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Kepulangan Gamal


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, Gamal dan Sera bersiap-siap berangkat ke bandara dengan diantar oleh supir pribadi Sera.


"Apa kau tidak ingin pulang dan kuliah di tempat kita saja?" Gamal merayu Sera di dalam mobil ketika mereka menuju ke bandara.


"Kak, jangan membuatku goyah" Sera tidak mau pendiriannya goyah hanya karena bujuk rayu dari Gamal. Ia sudah kepalang basah berkuliah di kampus favoritnya meskipun pada awalnya kedatangannya ke tempat ini juga karena untuk menghindari Gamal.


"Tidak, aku hanya menyampaikan pesan dari bundamu saja, kau taukan betapa dia sangat mengkhawatirkan dirimu?" kata Gamal kepada Sera dengan lembut untuk menutupi niatnya yang sesungguhnya.


"Aku hanya akan kuliah tiga tahun kak, setelah itu aku akan pulang dan tidak akan kemana-mana lagi" Sera mencoba meyakinkan Gamal tentang keputusannya itu.


"Baiklah, terserah kau saja" pada akhirnya Gamal harus menyerah karena gadis di depannya ini memang terkenal cukup keras kepala.


"Tapi kau harus janji ya, jangan pernah macam-macam di belakangku?" Gamal mengecup kening Sera.

__ADS_1


"Seharusnya itu adalah kata-kataku untukmu kak, kau tidak boleh macam-macam lagi dengan kak Niken!" Sera bermain-main dengan jarinya di dada bidang pria tampan yang kini sudah berstatus menjadi kekasihnya itu.


"Percayalah, aku tidak akan pernah berpaling darimu sedikit pun, lagi pula aku sudah tidak punya perasaan apapun kepadanya, Niken pun sudah baik-baik saja sekarang, jadi aku pastikan bahwa kami tidak akan pernah berhubungan lagi!" Gamal meraih tangan Sera yang sibuk bermain-main di dadanya dan mengecupnya dengan mesra.


"Janji?" Sera menunjukkan jari kelingkingnya.


"Iya sayang, aku berjanji" Gamal menautkan jari kelingking mereka sebagai tanda sumpah setianya.


..........


Setibanya di bandara, suasana menjadi lebih sendu. Gamal terus saja merangkul pinggang Sera saat mereka duduk berjajar di ruang tunggu untuk menunggu waktu check in keberangkatan pesawat.


"Hati-hati di jalan ya kak, nanti kabari aku kalau kau sudah sampai di rumah" Sera memeluk kekasihnya dengan erat, seolah-olah tidak rela untuk melepasnya saat pengumuman keberangkatan sudah berbunyi.

__ADS_1


"Iya sayang, nanti akan aku kabari kalau sudah sampai. Kau juga harus hati-hati ya di sini, jaga dirimu dengan baik dan kabari aku jika terjadi sesuatu" Gamal membalas pelukan Sera.


"Iya kak" jawab Sera sambil mengangguk kan kepalanya.


"Setelah selesai kuliah kau harus langsung pulang, jangan sering keluar rumah kalau tidak terlalu penting karena di luar berbahaya, kau tau kan kalau kau disini hanya seorang diri tanpa keluarga?" Gamal memberi wejangan kepada kekasihnya itu.


"Iya kak, kau ini sudah seperti bunda saja, terlalu over protect" Sera terkekeh melihat Gamal yang terkesan cerewet.


"Itu karena aku sangat mencintaimu istri kecilku" Gamal menatap gadis kecilnya dan membelai pipi Sera.


"Aku juga sangat mencintaimu suami besarku" Sera menjawab sambil tersenyum kepada Gamal.


Mereka pun kemudian saling memagut untuk menyalurkan rasa cinta masing-masing yang selama ini terpendam satu sama lain sebelum akhirnya harus berpisah untuk beberapa waktu ke depan.

__ADS_1


__ADS_2