
"Kita mau kemana sih?" Gamal yang diajak oleh Dimas dan Gide pergi tanpa tau arah tujuannya merasa kesal.
"Kan sudah ku bilang kita akan survey lokasi proyek baru, kenapa kau cerewet sekali sih?" Gide menjawab sekenanya.
"Proyek yang mana? kok aku tidak tau? proposalnya saja aku tidak pernah lihat!" Gamal merasa ada yang aneh.
"Ck, kau itu terlalu sibuk pacaran sampai tidak teliti memeriksa proposal proyek baru kita!" Gide berpura-pura kesal.
"Mana mungkin, aku ini orang yang paling teliti masalah pekerjaan, tidak ada satu pekerjaan pun yang luput dari pandanganku!" Gamal membela dirinya.
Mereka berdua terus saja ribut sepanjang perjalanan seperti layaknya anjing dan kucing. Sementara Dimas yang duduk di kursi belakang hanya diam saja tanpa berkomentar sepatah katapun. Ia memang sudah cukup paham dengan pola komunikasi dua kakak beradik ini yang selalu adu argumen tidak penting namun tetap saling menyayangi satu sama lain.
"Ayo turun!" Dimas yang sejak tadi hanya menjadi pendengar membuka pintu mobil.
"Kenapa gelap sekali?" Gamal protes.
Gamal mengerjapkan matanya saat mereka turun dari mobil untuk beradaptasi dengan kegelapan yang ada di depan matanya. Suasananya memang sangat gelap, hanya ada pencahayaan dari mobil yang mereka kendarai saja, jika mobil dimatikan, sudah pasti keadaan menjadi sangat gelap gulita.
"Kenapa survey lokasinya harus malam-malam sih? apa yang mau kita lihat ditengah kegelapan seperti ini?" Gamal benar-benar kesal dengan ide survey lokasi tengah malam.
"Kau ini benar-benar seperti anak perawan yang sangat cerewet!" Gide gelang-geleng mendengar sang kakak terus saja menggerutu karena kesal.
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you!" Gamal terperanga ketika suasana berubah menjadi terang benderang dan riuh karena begitu banyak orang yang berkerumun disekitarnya yang menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun sayang, sehat dan bahagia selalu ya!" Maya menyodorkan kue ulang tahun untuk putra sulungnya.
"Maaa, terima kasih ya" Gamal memeluk sang mama dengan penuh kasih sayang setelah kue ulang tahunnya di tiup dan dipotong sebagai simbol perayaan.
"Selamat ulang tahun nak, semoga kau semakin sukses!" George juga kemudian memeluk sang putra sulung.
"Terima kasih pa" Gamal membalas pelukan George sang papa.
"Selamat ulang tahun!" Gide memeluk sang kakak.
"Jadi kau mengerjai aku hah?" Gamal yang awalnya sangat jengkel dengan sang adik kini menjadi sangat bahagia karena ternyata Gide yang merencanakan ide ini.
"Kau itu terbukti memang benar-benar bodoh ya? dikerjai begini saja sudah kesal setengah mati!" Gide tersenyum jahil.
Semua orang khususnya keluarga besar Anderson bergantian memberikan salam dan doa untuk kebaikan Gamal di hari ulang tahunnya ini. Meskipun hatinya berbahagia karena semua orang merayakan ulang tahunnya, namun Gamal merasa ada yang kurang tanpa kehadiran sang kekasih hati Sera yang berada nun jauh di negeri orang.
"Ada apa?" Maya yang melihat sang putra agak murung menegurnya.
"Ah tidak apa-apa ma" Gamal menutupi keresahan di hatinya.
"Ayo, kami punya satu kejutan lagi untukmu" Maya mengajak Gamal menuju sebuah kotak kado yang besarnya seukuran kardus mesin cuci.
"Ini hadiah ulang tahun dari kami semua untukmu" kata Maya kepada sang putra.
__ADS_1
"Apa ini?" Gamal penasaran dengan kado yang sangat besar itu.
"Buka saja!" kata Grandma Merlyn semangat.
"Iya, ayo cepat buka!" Grandma Ruth pun tidak kalah semangatnya.
Tanpa banyak bicara Gamal kemudian membuka kadonya. Ia juga sangat penasaran dengan kado yang begitu besar yang entah apa isinya.
"Selamat ulang tahun kak!" Sera tiba-tiba saja muncul dari dalam kardus ketika Gamal membuka kado itu.
"Sayang, kau!?" Gamal tercekat ketika melihat sang kekasih muncul dari dalam kardus.
"Selamat ulang tahun suami besarku!" Sera tersenyum manis.
"Terima kasih sayang" Gamal kemudian mengecup bibir gadis itu dengan lembut.
"Hey, kalian belum menikah!" Mike menghardik calon menantunya itu.
"Maaf aku kelepasan heheheheh" Gamal menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan kikuk, membuat semua orang tertawa.
"Kak bantu aku keluar, jangan diam saja!" Sera protes karena Gamal yang sedang malu-malu tidak memperhatikan Sera yang masih berada di dalam kardus.
"Oh iya astaga, kau masih di dalam ya?" Gamal kemudian merobek bagian depan kardus agar sang kekasih bisa melangkah keluar.
__ADS_1
Pesta ulang tahun kali ini berjalan dengan sangat lancar. Gamal yang diberi kejutan kehadiran sang kekasih pun merasa pestanya kali ini benar-benar sangat lengkap.