
"Sudah, jangan ditunda lagi, bukankah sekarang Sera sudah kembali, aku rasa sudah saatnya kalian meresmikan hubungan!" kata Dimas memanas-manasi Gamal.
"Tapi Sera kan masih belum genap delapan belas tahun, apa tidak terlalu muda?" Gamal tidak mau memaksa Sera.
"Cinta itu tidak pandang usia, apa kau tidak lihat bunda Ananda dan aunty Ayu? mereka menikah diusia yang juga cukup muda, tapi mereka baik-baik saja sampai saat ini, padahal jarak usia dengan suami-suaminya sangat jauh!" Dimas memberi gambaran.
"Iya juga sih" Gamal manggut-manggut.
"Sebelum Sera kuliah lagi aku sarankan kaliah sudah menikah, kau tau kan dunia kampus bagaimana? akan banyak pria-pria muda yang bertebaran di sana dan siap menggoda Sera" kini Gide yang menakut-nakuti.
"Segeralah utarana keinginanmu pada Ayah dan Om George!" Dimas memberi penekanan.
"Baiklah, nanti aku akan bilang sama mereka" Gamal yang khawatir istri kecilnya disabotase orang lain langsung mengambil langkah seribu.
..........
Tok Tok Tok, Gamal mengetuk pintu ruang kerja Mike.
"Masuklah!" Mike memberi titah.
"Uncle Mike, Papa, Uncle Ron, apa boleh aku bicara?" Gamal bersikap seperti biasa meskipun hatinya bergemuruh hebat saking gugupnya.
__ADS_1
"Ada apa? katakanlah!" Mereka bertiga yang sudah tau niatan Gamal dari Dimas berpura-pura polos.
"Duduk situ!" Mike menunjuk sofa kosong disebelahnya.
"Iya" Gamal semakin gemetar.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Mike menatap tajam ke arah Gamal.
"Anu, em aku itu," Gamal tidak bisa bicara saking paniknya.
"Bicaralah yang jelas!" Ron mengintimidasi, ia memang selalu senang dan jago untuk mencari-cari kesempatan mengerjai orang di tengah situasi yang sedang tegang dan panik seperti sekarang.
"Aku ingin menikah" Gamal akhirnya to the point.
"Maksudku aku ingin melamar Sera dan segera menikahinya" rasanya Gamal ingin pingsan saking tegangnya saat mengutarakan niatnya ini.
Meskipun Mike sudah dianggap seperti ayah sendiri dan tidak ada jarak antara mereka berdua, karena Mike juga sangat menyayangi Gamal seperti putranya, namun dalam situasi seperti ini Gamal merasa Mike adalah pribadi yang berbeda.
"Apa kau sudah siap?" kini Mike yang mengintimidasi.
"Aku siap uncle!" George mengumpulkan semua keberaniannya untuk menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi Sera masih sangat muda, usianya saja belum genap delapan belas tahun, dia masih labil, ego dan emosinya masih tinggi, apalagi dia sangat keras kepala!" Mike menakuti Gamal dengan fakta yang tidak bisa di pungkiri.
"Aku tau, tapi aku yakin bisa beradaptasi satu sama lain dengan baik, bukankah dari kecil ia selalu bersamaku? aku tau semua hal tentangnya melebihi siapapun, jadi aku yakin pasti bisa beradaptasi dengan semua itu!" Gamal pantang menyerah.
"George?" Mike menatap sahabatnya.
"Apa kau tidak bisa menunggunya sampai Sera selesai kuliah?" George mencoba mencari celah.
"Itu terlalu lama pa, akan banyak hal yang mungkin saja terjadi selama itu, aku tidak mau membuang waktu lagi, aku ingin semuanya jelas karena aku serius mencintai Sera!" Gamal tidak goyah.
"Kau ini tidak mau membuang waktu atau memang sudah tidak tahan menahan hasrat hah?" Ron kembali menggoda.
"Aku sungguh-sungguh mencintai Sera uncle, aku tidak mau kehilangan gadis yang aku cintai untuk yang kedua kalinya, jadi aku ingin kali ini semuanya jelas!" Gamal menanggapi serius godaan Ron.
"Baiklah, kalau aku sejujurnya tidak masalah, tapi kau tau kan auntymu itu bagaimana? dia sangat over protect terhadap ketiga anaknya, terlebih kepada Sera karena ia anak paling bungsu, jadi tantanganmu adalah membujuknya supaya mau melepas Sera untuk menikah dini, karena aku tidak yakin dengan itu!" Mike tau persis karakter sang istri yang sangat takut kehilangan anak-anak mereka.
Mike membayangkan kembali bagaimana dulu Ananda menangis setiap malam saat Gaby ingin menikah dengan Dimas, padahal kalau dipikir-pikir Gaby itu hanya anak sambung dan usianya sudah cukup matang untuk menikah. Bisa dibayangkan jika sekarang Sera yang adalah anak kandung dan bungsu yang akan di lamar pada usia yang sangat muda oleh Gamal, pasti akan ada drama dua kali lipat Ananda menangisi pernikahan putrinya itu.
"Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa meyakinkan aunty Ananda!" Gamal menganggukan kepalanya dengan yakin.
"Baiklah, kalau begitu aku mendukungmu!" Mike menepuk bahu Gamal.
__ADS_1
"Terima kasih uncle" Gamal tersenyum bahagia.