Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Dejavu


__ADS_3

"Rach tolong bantu aku kancingkan ini" Sera memutar badannya agar Rachel bisa mengancing gaun pengantin milik Sera.


"Sudah" Rachel yang sudah selesai memberikan kode agar Sera memutar badan kembali.


"Terima kasih" Sera tersenyum kepada sepupunya.


"Sama-sama, ayo kita keluar" jawab Rachel.


"Apa kau sudah selesai?" tanya Sera saat melihat Rachel tampil berbeda dari biasanya dengan mengenakan gaun bridesmaid.


"Sudah" Rachel mengangguk.


"Ya sudah ayo keluar" Sera kemudian menggandeng tangan Rachel menuju keluar ruang ganti wanita di butik langganan keluarga Anderson.


"Sayang, kau cantik sekali" Gamal yang sedang merapikan jas pengantinnya dibantu oleh Gide menatap calon istrinya dengan tatapan penuh cinta.


"Kakkkk, kau membuatku malu" Sera menutup wajahnya.


"Ck, orang kalau lagi dimabuk cinta ya begini ini" Rachel yang melihat sepupunya beradegan romantis hanya bisa berdecak.

__ADS_1


"Ihhh kau ini iri saja sih, makanya cepat cari pacar sana!" Sera berseloroh.


"Buat apa cari pacar? merepotkan saja!" Rachel yang masih senang dengan kehidupan mudanya memang sangat anti berhubungan dengan lelaki apalagi pacar.


"Punya pacar itu enak loh Rach!" Gamal merangkul pinggang Sera untuk membuktikan perkataannya.


"Itu kan menurut kalian, tapi tidak denganku!" Rachel berseloroh dengan cueknya.


"Dasar kau ini!" Sera yang sudah paham karakter Rachel yang tomboy hanya geleng-geleng melihat betapa cueknya sang sepupu terhadap kehidupan percintaannya.


"Sudah-sudah, jangan ribut lagi, nanti kalau jodohnya sudah ada juga pasti Rachel pada akhirnya akan menikah!" Gide melerai mereka bertiga.


"Aku belum mau memikirkan laki-laki kak, jadi biarpun ada yang mendekatiku sekalipun aku akan tetap menolaknya!" Rachel berkata sungguh-sungguh kepada Gide.


"Halah, kau ternyata sama saja dengan kak Gamal, suka gombal!" Rachel kemudian berjalan menjauhi mereka menuju cermin di ujung ruangan untuk memastikan bahwa gaunnya sudah cocok dan tidak terlihat aneh.


"Aku tidak gombal, memang nyatanya kau itu cantik karena kau perempuan, kalau kau laki-laki baru aku sebut ganteng!" kata Gide sambil terkekeh karena melihat reaksi Rachel yang benar-benar berbeda dari gadis kebanyakan.


"Kak, aku tiba-tiba seperti dejavu!" Sera menyeletuk kepada Gamal dan Gide.

__ADS_1


"Maksudnya?" Gamal dan Gide bertanya serentak.


"Apa kalian ingat waktu kita fitting baju sebelum pernikahan kak Gaby sekitar tujuh tahun lalu? komposisi kita berempat persis seperti ini saat kau menawarkan dirimu menjadi pengantin priaku!" Sera mengingat masa itu.


"Wah iya benar, posisinya pun sama persis ya, kita bertiga di sini dan Rachel di depan cermin itu!" Gamal mulai ingat.


"He em, waktu itu kau menawarkan diri untuk menjadi pengantin priaku kan? lalu kak Gide cemberut karena tidak ada pasangan dan kemudian aku menarik Rachel yang sedang bercermin disana untuk menjadi pasanganmu!" Sera tersenyum bahagia mengingat masa itu, masa yang pada akhirnya membawanya pada takdir pernikahan yang sesungguhnya dengan Gamal.


"Benar, karena hari itulah kita jadi semakin dekat dan berjodoh seperti sekarang ya!" Gamal ikut tersenyum bahagia.


"Iya benar, lalu mungkin kah nanti Kak Gide dan Rachel juga berjodoh seperti kita? kan dulu mereka juga menjadi pasangan di pernikahannya kak Gaby!" Sera mulai berkhayal.


"Hey jaga ucapanmu Sera, aku mendengarnya dari sini!" Rachel protes, ia tetap memasang telinganya meskipun matanya sedang fokus memperhatikan gaun yang sedang dipakainya.


"Kau dengar toh ternyata? seharusnya kau mengamini ucapanku, karena itu doa yang baik untuk kalian hehehehe" Sera terkekeh membayangkan jika Gide dan Rachel benar-benar berjodoh.


"Dasar gadis halu!" Rachel yang kesal dengan khayalan Sera pun kemudian berjalan masuk ke dalam ruang ganti baju khusus wanita untuk melepas gaun yang menurutnya sangat sempit itu.


"Kak kalau kau setuju kan?" kini Sera menatap Gide.

__ADS_1


"Apanya!?" Gide yang malas menanggapinya juga ikut masuk ke ruang ganti pakaian pria untuk melepas setelan jas yang ia kenakan.


Sikap mereka berdua sukses membuat Sera kembali terkekeh karena keduanya memang sangat anti dengan kata cinta dan pacaran. Sementara Gamal hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan calon istrinya yang usil dengan khayalan tingkat tingginya itu.


__ADS_2