Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Kecurigaan Para Istri


__ADS_3

"Akhirnya aku tidak perlu bayar uang kalah taruhan 2M, karena kita semua impas" bisik Gide dengan senyum terkembang di wajah saat ia dan kedua cucu menantu keluarga Anderson yang lain berada di sudut ruang keluarga.


"Aku tidak menyangka kalau kita ternyata benar-benar bisa menyelesaikan taruhan ini dengan sangat cantik" Gamal juga mengembangkan senyumnya mengingat hasil pencapaiannya yang bisa menghamili Sera.


"Kalian memang gila, ini adalah taruhan yang paling menakutkan di dalam hidupku, besok-besok aku tidak akan mau lagi melakukan taruhan gila apapun bersama kalian berdua, bisa digorok aku sama Gaby!" Dimas bergidik ngeri membayangkan jika sang istri sampai mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.


"Ck, dasar kau suami DKI!" Gamal berdecak.


"Apa itu DKI?" Gide bertanya dengan polosnya.


"Dibawah ketiak istri!" jawab Gamal yang seketika disambut gelak tawa oleh Gide.


"Kalian sedang apa sih, kenapa seru sekali sampai tertawa seperti itu?" Gaby yang tiba-tiba muncul diantara mereka bertanya, membuat ketiganya langsung terserang panik.


"Loh mama ada di sini? bukannya sedang menemani Rach di kamarnya?" Dimas bertanya untuk menutupi rasa paniknya.


"Mama lagi mau ambil cemilan di dapur buat Rach" jawab Gaby sambil menatap curiga wajah suaminya yang panik saat melihat dirinya tiba-tiba muncul.


"Ooohhhh" Dimas hanya bisa ber oh ria sambil manggut-manggut.


"Ya sudah kalau begitu mama ke dapur dulu ya" Gaby kemudian berpaling menuju dapur, meninggalkan suami dan kedua adik iparnya dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Oke ma" jawab Dimas.


"Huffff hampir saja, lain kali jangan bahas hal ini lagi jika kita sedang di rumah, bahas saat kita di kantor saja biar aman!" Dimas memberitahu kedua adik iparnya yang juga sama paniknya seperti dirinya.


"Iya, bahaya sekali!" Gide menjawab, diikuti anggukan oleh Gamal.


..........


"Ini" Gaby yang baru masuk ke dalam kamar menyodorkan cemilan untuk Rachel.


"Terima kasih kak" Rachel berkata sambil menerima piring cemilannya. Sejak dinyatakan hamil, Rachel memang tidak boleh bangun dari tempat tidur, sehingga segala aktivitasnya menjadi sangat terbatas.


"Tadi aku mendengar suami-suami kita membahas tentang taruhan" kata Gaby dengan wajah serius.


"Taruhan?" Rachel mengernyit.


"Iya, jadi katanya mereka itu taruhan, tapi impas karena mereka bisa menyelesaikannya dengan cantik" Gaby menceritakan apa yang ia dengar dengan tidak sengaja.


"Lalu?" Rachel masih belum paham.


"Aku curiga, jangan-jangan yang mereka taruhkan adalah membuat kita hamil!" wanita itu menganalisis hasil temuannya.

__ADS_1


"Ini sangat aneh, kenapa kita bertiga bisa hamil dalam waktu yang bersamaan coba? apalagi aku kan selama hampir enam tahun belakangan ini rutin ikut program KB, sangat mustahil rasanya kalau tidak ada campur tangan seseorang!" imbuh Gaby yang mulai curiga karena merasa ada yang janggal dengan kondisi yang terjadi di keluarga Anderson.


"Iya juga ya, dan yang lebih aneh adalah usia kandungan kita sama persis" kata Sera sambil manggut-manggut.


"Jadi maksud kakak kita dikerjai sama suami-suami kita?" Rachel mulai paham.


"Sepertinya begitu!" Gaby menggangguk dengan yakin.


"Lihat saja kalau memang benar itu terjadi, akan aku balas dengan lebih menyakitkan!" Sera menjadi geram.


"Jangan gegabah dulu, kita belum punya bukti, kita harus bermain cantik!" Gaby menenangkan Sera.


"Lalu kita harus bagaimana?" Rachel bertanya kepada sang kakak.


"Sini aku bisikkan!" Gaby pun kemudian membisikkan rencananya untuk menginvestigasi para suami dengan cara yang cantik dan tidak mencurigakan.


"Oke, aku setuju!" Sera semangat.


"Sangat keren!" Rachel pun setuju.


Akhirnya dengan bekal kecurigaan diantara ketiga wanita itu, mereka pun mulai merencanakan aksinya.

__ADS_1


__ADS_2