Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Ketahuan Oleh Sesepuh


__ADS_3

Sudah satu bulan setelah taruhan para hot daddy berlangsung, baik Dimas, Gamal maupun Gide, semuanya dengan semangat membara berlomba-lomba mencoba membuat sang istri hamil kembali.


"Apa sudah ada tanda-tanda hamil dari istri kalian?" Gamal bertanya saat mereka bertiga sedang makan siang di kantin kantor pusat Anderson.


"Belum, Gaby sepertinya akan sedikit sulit hamil mengingat sudah lebih dari lima tahun ia terus mengkonsumsi pil KB" Dimas menggelengkan kepalanya.


"Rachel juga belum, padahal dia sudah setuju untuk hamil lagi, walaupun dengan syarat yang cukup berat" Gide juga menggelengkan kepalanya.


"Memangnya Sera sudah hamil?" Dimas kini gantian bertanya kepada Gamal.


"Belum, justru itu aku khawatir, jangan-jangan Sera sengaja menunda kehamilannya saat aku memintanya untuk memberikan hadiah adik untuk Syeba" Gamal menghela nafas.


"Ternyata tidak semudah yang kita bayangkan ya, Rachel yang jelas-jelas setuju untuk menambah anak dan membiarkan aku membuahinya setiap waktu saja tak kunjung hamil, padahal aku sangat getol loh!" Gide bercerita dengan polosnya.


"Bagaimana kalau taruhannya kita batalkan saja? sepertinya aku lebih baik mengerjakan mega proyek milik perusahaan Anderson yang sangat sulit dan menguras energi saja deh dari pada harus membuat istriku hamil untuk yang ketiga kalinya seperti ini!" Dimas ingin menyerah.


"Eitssss tidak bisa bro, kita kan sudah sepakat dan kau sudah kepalang tanggung mengganti pil KB istrimu dengan vitamin penyubur kandungan, kalau kau menyerah artinya kau harus membayar aku dan Gide masing-masing 1M!" Gamal menolak usul kakak iparnya.


"Benar, dari pada kita batal, lebih baik kita perpanjang saja waktu taruhan kita untuk menghamili istri-istri kita itu menjadi satu bulan lagi! Bagaimana?" Gide memberi usul.


"Setuju!" Gamal semangat.

__ADS_1


"Baiklah, oke huffffff" Meskipun dengan berat hati, akhirnya Dimas kembali melanjutkan taruhannya.


"Deal ya, berarti kita perpanjang lagi waktu taruhannya!" Gamal mengangkat gelas es teh manisnya untuk mengajak kedua saudaranya bersulang.


"Deal" Dimas dan Gide berkata serentak sambil mengangkat gelas mereka juga untuk toss.


"Ada apa ini, kenapa aku seperti mendengar ada yang sedang taruhan?" Ron yang datang bersama dengan Mike dan George langsung bertanya kepada ketiga cucu menantu Anderson itu. Meskipun mereka adalah petinggi perusahaan, namun tidak jarang mereka semua makan bersama dengan para karyawan yang lainnya di kantin.


"Daddy?" Gide terkejut ketika sang ayah mertua bertanya.


"Kalian sedang taruhan apa?" Mike ikut bertanya juga.


"Emmmm itu yah kami emmmm anuuuu" Dimas gelagapan.


"Wowwww luar biasa!" Ron bertepuk tangan mendengar bagaimana ketiga menantunya ini bertaruh.


"Tapi bukankah Gaby itu ikut program KB?" Mike yang paham betul bahwa putri sulungnya itu sudah tidak mau punya anak lagi bertanya.


"Nah itu dia yah, lagi-lagi karena kami adalah adik ipar yang baik, maka kami pun kemarin akhirnya memberikan tutorial kepada Dimas bagaimana cara menukar pil KB Gaby dengan vitamin penyubur kandungan agar Gaby bisa hamil sesuai target!" Gamal bercerita bagaimana Dimas kemudian melakukan aksinya.


"Wahhhhh gila gila gilaaaaa, kalian bertiga memang menantu yang luar biasa!" Ron tidak bisa menahan rasa senangnya mendengar penjelasan Gamal.

__ADS_1


"Apa istri kalian tau akan hal ini?" George yang sejak tadi hanya menjadi pendengar pun ikut angkat bicara.


"Tentu saja tidak dong pa, kalau mereka sampai tau kami taruhan, pasti kami semua bisa habis dibantai!" Gamal menggelengkan kepalanya.


"Lalu apakah sudah ada hasilnya?" Ron kembali bertanya dengan antusias.


"Belum dad, belum ada tanda-tanda kehamilan sama sekali dari istri-istri kami" Gide geleng-geleng.


"Yahhh sayang sekali, padahal akan sangat seru tuh kalau mereka bertiga hamil bersama-sama!" Ron kecewa.


"Apa kau yakin akan seseru itu? kau lupa ya kalau selama ini ada wanita di keluarga Anderson yang sedang ngidam, artinya itu musibah buat kita! Satu yang ngidam saja sudah repot, apalagi tiga sekaligus?" Mike bergidik membayangkannya.


"Oh noooo, aku lupa!" Ron kemudian menelan salivanya.


"Lagian juga, apa kalian tidak kasihan sama Syeba dan Cilla? mereka itu masih sangat kecil loh, kalau nanti mereka punya adik pasti perhatian mamanya akan terbagi!" George yang sangat sayang kepada kedua cucunya langsung protes dengan rencana kedua anak laki-lakinya itu.


"Ah tidak juga, apa papa lupa kalau dulu papa dan mama juga begitu? aku dan Gide kan juga berjarak sangat dekatkan, tapi buktinya kami baik-baik saja!" Gamal membalikkan situasinya, membuat George tidak bisa berkata-kata lagi.


"Semoga saja taruhan ini tidak jadi bumerang buat kalian sendiri ya, kalian tau kan kalau para istri sudah murka itu artinya kiamat sudah dekat!" Mike membayangkan bagaimana reaksi murkanya Gaby, Sera dan Rachel jika tau bahwa mereka ternyata dijadikan bahan taruhan oleh suaminya sendiri.


"Dan yang jelas, jika mereka mengidam nanti, jangan pernah seret-seret kami ya, karena yang sudah-sudah satu orang yang hamil saja kami sudah kewalahan, apalagi tiga sekaligus!?" George merasa trauma dengan tragedi sate kambing, belut goreng dan tumis ulat sagu.

__ADS_1


"Betul, jangan bawa-bawa kami ya!" Ron yang awalnya semangat pun akhirnya berbalik jadi tidak mau ikutan kena apes.


Meskipun ketiga pria tampan itu sempat terpengaruh dan ciut oleh ucapan ketiga sesepuhnya, namun karena sudah kepalang tanggung, akhirnya mereka pun kemudian tetap melanjutkan taruhannya dengan resiko mendapat amukan dari para sang istri jika sampai ketahuan.


__ADS_2