Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Rencana Sera


__ADS_3

"Wahhhh harum sekali masakan istriku ini" Gamal yang baru saja pulang ke rumah langsung masuk ke dapur dan memeluk pinggang sang istri dari belakang ketika ia sedang memasak untuk makan malam.


"Kau sudah pulang?" Sera menoleh ke arah suaminya.


"He em, aku sangat merindukanmu sayang" Gamal membenamkan wajahnya di leher jenjang Sera.


"Mandi dulu sana biar segar, nanti habis itu baru kita makan malam" Sera membujuk suaminya agar membersihkan dirinya.


"Sayangggggg, tapi aku masih kangennnnnn" Gamal terus saja merajuk seperti anak kecil sambil mengendusi tengkuk Sera.


"Kau ini manja sekali seperti anak kecil saja!" Sera terkekeh melihat suaminya yang selalu minta diperhatikan.


"Mandikan aku ya?" Gamal berbisik di telinga Sera.


"Ishhhh aku kan lagi tanggung masak, lagi pula tadi aku sudah mandi, masa bolah balik mandi sih" kata Sera.


"Jadi kau tidak mau ya?" Gamal kecewa karena sang istri menolaknya.


"Bukan tidak mau sayang, tapi aku kan lagi masak nanti kalau masakannya tidak matang atau gosong bagaimana? kita tidak bisa makan malam dehhhh" Sera mengecup pipi suaminya.


"Ya sudah, kau lanjutkan masak saja, aku mandi dulu ya" Gamal pun kemudian membalas kecupan sang istri.


"Oke" jawab Sera sambil tetap berkutat dengan peralatan dapurnya.

__ADS_1


..........


Setelah selesai makan malam, mereka memutuskan untuk langsung beristirahat di kamar sambil menonton televisi di sofa.


"Bagaimana kuliahmu sayang?" Gamal merebahkan kepalanya di paha sang istri.


"Baik, aku suka dengan semua mata kuliahnya" bagi Sera yang cerdas, semua mata kuliah yang dipelajarinya bukanlah hal sulit untuk dipahami.


"Lalu bagaimana dengan dosenmu itu?" Gamal kini memainkan aset berharga milik istrinya yang terasa sangat kenyal ditangannya.


"Dia sepertinya masih mencari celah, terakhir dia memintaku membantunya mengecek proposal kegiatan malam inagurasi untuk mahasiswa baru di ruangannya seorang diri, untung saja aku punya akal dan akhirnya aku bisa mengajak teman-teman dekatku untuk membantuku" Sera kemudian menceritakan kronologisnya kepada Gamal.


"Siapa nama dosenmu itu?" Gamal mulai curiga.


Deg,,


Kecurigaan Gamal terbukti. Awalnya Gamal tidak menyadari bahwa yang diceritakan oleh Sera adalah Arnold, namun ketika Sera menyebut kegiatan malam inagurasi, Gamal menjadi curiga karena banyak kesamaan antara cerita Sera dan juga Arnold tentang malam inagurasi di kampusnya dan ternyata semua kecurigaannya itu terbukti setelah Sera menyebutkan nama Arnold.


"Jadi mahasiswa yang dimaksud oleh Arnold itu adalah istriku?" Gamal bermonolg dalam hati.


"Sayang kau kenapa?" Sera merasa aneh saat melihat suaminya melamun.


"Ah tidak apa-apa, oya apa kau akan ikut kegiatan malam inagurasi itu?" Gamal penasaran.

__ADS_1


"Sejujurnya aku malas, tapi karena sifatnya wajib bagi mahasiswa baru, jadi terpaksa aku ikut" Sera menghela nafas dengan berat.


"Jadi kau akan menginap satu malam dan meninggalkan aku di rumah sendiri?" Gamal merajuk.


"Sayang, bagaimana jika aku bilang sama mereka semua aku sedang menemanimu pergi ke luar kota atau ke luar negeri untuk urusan pekerjaan?" Sera memiliki ide cemerlang.


"Tidak, aku tidak mau kau berbohong!" Gamal menolak ide sang istri.


"Jadi kau rela kalau aku pergi?" Sera cemberut.


"Bukan begitu, tapi mencari-cari alasan itu bukan sikap yang terpuji, kalau memang itu sudah jadi kewajibanmu maka penuhilah meskipun kau tidak menyukainya!" Gamal memberi sang istri pengertian.


"Huufffffff baiklah!" Sera memajukan bibirnya karena kecewa.


"Jangan cemberut begitu, nanti aku lahap loh!" Gamal menyeringai jahil.


"Apa sihhhhh" Sera sudah merasakan sinyal-sinyal suaminya mulai on.


"Ayo sayang" Gamal pun memulai aksinya.


"Ihhhhh kau ini, geli tau hahahahaha" Sera kegelian ketika Gamal mulai bergerilya mengeksplor sang istri.


Malam itu pun pergulatan sengit tidak bisa dihindarkan lagi. Mereka berdua larut dalam buaian cinta dan terbang ke langit tinggi setelah merasakan puncak asmaranya.

__ADS_1


__ADS_2