
"Ayo sayang kita pulang, aku sudah tidak sabar" Gamal yang sudah tidak sabar ingin mengulang percintaan mereka seperti kemarin mengajak sang istri pulang ke rumah.
"Ya ampun, sejak kapan sih suamiku ini menjadi pria mesum?" Sera sangat geli melihat Gamal yang sejak tadi di restoran sudah modus mengendus-endus dirinya terus.
Sejak aku mencicipi madu manis yang kau miliki di tubuhmu ini" Gamal mengecup bibir Sera dengan semangat setelah mereka masuk ke mobil.
"Nanti saja lanjutkan di rumah" Sera malu jika terlihat oleh orang lain yang sedang berdiri di parkiran mobil.
"Baiklah" seringai jahil muncul di bibir Gamal karena otaknya sudah tidak terkondisikan.
"Senyummu menakutkan sekali sih" Sera menatap suaminya dengan penasaran, namun Gamal tidak berkata apapun.
Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan sama sekali diantara keduanya. Hanya ada lenguhan-lenguhan yang keluar dari bibir mungil Sera ketika sang suami sibuk memainkan benda kenyal miliknya sambil mengendarai mobil menuju rumah mereka.
"Ahhhhh kau mau apa?" Sera terkejut ketika Gamal tiba-tiba menindih tubuhnya saat mereka sudah tiba di halaman parkir mobil di rumah.
"Bagaimana kalau kita main di dalan mobil?" Gamal memberi ide.
"Sayang, kenap tidak di kamar saja?" Sera tidak setuju dengan ide gila sang suami.
"Memangnya kenapa kalau disini?" kini tangan Gamal sudah menerobos celana yang dikenakan sang istri untuk mencari aset berharga yang sudah ia klaim menjadi miliknya seorang.
"Nanti kalau dilihat sama para pelayan bagaimana? aku malu!" Sera protes.
"Mereka tidak akan ada yang berani mendekat" Gamal meyakinkan sang istri.
"Ahhhhhhhh emmmmmhhhhh" Sera sudah mulai terbawa suasana saat tangan Gamal sudah aktif mencari titik pusatnya.
"Sayang euuuuhhhh" Sera bergelinjang ketika jari Gamal sangat lincah.
__ADS_1
Gamal yang sudah tidak sabar kemudian membuka bagian bawah sang istri.
"Jangan dibuka semua, secukupnya saja" Sera akhirnya setuju bermain di dalam mobil namun dengan syarat hanya membuka bagian yang perlu saja.
"Baiklah nyonya Gamaliel" seringai jahil itu muncul lagi.
Gamal menarik celana sang istri ke bawah sambil tersenyum ketika miliknya yang begitu ia rindukan sejak pagi tadi sudah terpampang nyata di depan matanya. Tanpa menunggu lama ia pun menurunkan celananya dan menyatukan diri dengan sang istri. Lenguhan-lenguhan terdengar bersahut-sahutan antara dua manusia yang sedang dilanda asmara ini. Mereka sudah tidak peduli dengan sekitarnya lagi. Para pelayan yang melihat mobil mereka bergoyang pun hanya bisa geleng-geleng sambil tersenyum geli melihat bagaimana majikan mereka yang baru menikah satu minggu itu berulah seperti pasangan mesum di pinggir jalan. Namun demikian mereka tetap menghormatinya dan tidak ada yang berani mendekat untuk memberikan ruang privasi kepada keduanya.
"Ahhhhhhh sayangggggg akuuuuu sudaaahhhh tiiiidaaakkkk ahhhhhhh" untuk kesekian kalinya Sera sudah terbang melayang.
"Ayo sayang kita bersama" Gamal pun sudah mendekati puncaknya.
Gamal dengan semangat mempercepat ritme gerakan tubuhnya. Ia terus saja bergerak seirama dengan lenguhan sang istri.
"Emhhhhhhh ahhhhhhhhh eughhhhhhhh" Sera mencapai puncak dengan bergetar hebat.
"I love you istriku sayang" Gamal yang kecanduan dengan segala yang ada di tubuh sang istri kemudian menghadiahkan kecupan bertubi-tubi di wajah cantik dan imut itu.
"I love you too suamiku sayang" Sera yang di serang habis habisan pun hanya bisa tersenyum bahagia.
Sera tidak pernah menyangka bahwa dirinya kini sudah benar-benar menjadi istri dari seorang Gamaliel Sangkakala yang sejak kecil ia klaim menjadi suaminya. Jika mengingat betapa suramnya hidup Gamal saat ditinggal oleh Niken dan perasaan Gamal yang dulu hanya menganggapnya seorang adik, rasanya sangat mustahil Gamal bisa menjadi seperti sekarang ini yang benar-benar menjadi budak cintanya.
Setelah ritual mereka selesai, baik Gamal maupun Sera akhirnya kembali berpakaian rapi.
"Sayang aku malu" wajah Sera merah merona.
"Kenapa mesti malu?" Gamal heran dengan sikap sang istri.
"Kau lihatlah, di pos penjagaan ada satpam dan tukang kebun yang sedang mengobrol, mereka pasti sudah melihat kita melakukannya" Sera mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Hahahaha, kau itu ya, kita kan sudah menikah dan sah menjadi suami istri, kenapa mesti malu hemm?" Gamal mengecup lembut bibir Sera yang sedang mengerucut.
"Seharusnya tadi di dalam kamar saja!" Sera benar-benar menyesali tindakan tidak tau malunya itu.
"Apa kau suka bermain di kamar?" ide baru muncul lagi di kepala Gamal.
"Iya, aku lebih suka bermain di kamar, lebih privasi" Sera mengangguk.
"Kalau begitu ayo kita bermain lagi di kamar!" Gamal tersenyum jahil.
"Ishhh kau itu cari-cari kesempatan terus!" Sera protes karena sang suami seperti tidak ada lelahnya.
Gamal kemudian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Sera.
"Hupppp" dengan sigap Gamal menggendong sang istri dan membawanya ke dalam kamar untuk melanjutkan permainan mereka. Entah sudah berapa kali keduanya mencapai puncak, namun demikian baik Sera maupun Gamal sepertinya masih terus saja menikmati permainannya hingga malam larut. Bahkan keduanya sampai melewati makan malam mereka saking serunya bermain.
........................
Halo semua, terima kasih yang masih setia dengan kisah Sera dan Gamal. Buat yang bertanya kok sudah tamat sih? jawabannya belum... kenapa udah ada tulisan tamatnya? jawabannya supaya sistem NT tidak ngejar-ngejar Rosi dengan due date waktu upnya yang setiap hari dan akan berpengaruh sama performa novel kalau tidak update...
Karena saat ini Rosi juga lagi menyelesaikan novel "My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)" jadi waktu nulisnya pun dibagi untuk dua novel tersebut.. Rosi sekarang lagi mengejar novel Tata dan Surya untuk dikontrak, jadi memang akan lebih sering update di sana dulu, sambil terus berjalan di sini secara perlahan, mengingat Sera dan Gamal sudah ada di anti ******* cerita dan hanya sisa kerikil-kerikil saja sampai tamat nanti.
Plissss buat semua sahabat, jangan lupa like, komen, vote dan hadiah serta favorit ya, karena itu sangat membantu karya Rosi lebih terkenal dan maju kedepannya. Hanya dengan kebaikan para sabahat semualah Rosi bisa lebih baik dan maju lagi, pluss jadi bisa lebih semangat nulisnya..
Oya buat yang nanya kapan Rachel sama Gide launching? mungkin akan segera setelah Sera Gamal selesai... Rosi belum berani up sekarang karena takut dikejar-kejar sistem untuk konsisten update setiap hari, sementara waktu nulis Rosi sangat terbatas jika harus menulis 3 novel sekaligus dalam 1 waktu yang bersamaan, jadi harap bersabar ya sahabatku sayang..
Oke dehhhh Happy reading kesayangan Rosi semua, tetap sehat selalu ya, ikuti terus protokol kesehatan..
I Love You all...
__ADS_1