
"Selamat siang nona Sera" para sekertaris CEO menyapa Sera yang baru keluar dari dalam lift.
"Selamat siang tante, apa ayahku ada?" tanya Sera dengan sopan.
"Ada nona, silahkan masuk" jawab sekertaris Mike mempersilahkan Sera langsung masuk ke ruangan sang ayah.
"Terima kasih" Sera melemparkan senyumnya.
"Sama-sama nona" jawab sang sekertaris sambil mengangguk.
Tok Tok Tok,,
"Ayah?" Sera memanggil Mike.
"Sera? masuklah!" Mike menyuruh Sera masuk.
"Ada apa kau kemari?" Mike menatap sang putri dengan intens.
"Aku ingin berbicara penting" Sera kemudian duduk di sofa.
"Katakanlah" Mike bangun dari kursi kebesarannya dan mendudukan dirinya sejajar dengan Sera di sofa.
"Aku ingin kuliah di luar negeri ayah" Sera menatap wajah ayahnya yang masih terlihat tampan meskipun sudah berumur.
"Apa kau serius?" Mike mengernyitkan dahinya.
"Iya, ayah tau kan kalau aku sudah sangat menyukai dunia fashion sejak lama? aku ingin menjadi seorang designer ternama dan belajar langsung dari pusatnya" Sera memberi penjelasan.
__ADS_1
"Bukankah di sini juga banyak kampus yang bergengsi?" tanya Mike.
"Iya aku tau, tapi pusat fashion dunia kan bukan di sini yah" Sera berusaha membujuk.
"Memang berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk kuliah di sana?" Mike bertanya kembali.
"Sekitar dua sampai tiga tahun yah" jawab Sera dengan yakin.
"Kau yakin bisa hidup sendiri? apa kau tau kalau kau kuliah di luar negeri artinya kau akan jauh dari ayah dan bunda serta kakak-kakakmu?" Mike menakut-nakuti Sera.
"Aku tau, tapi kan hanya sebentar yah, hanya sekitar tiga tahun saja, setelah itu aku akan kembali ke sini" Sera berpendirian teguh.
"Oke, kalau kau sudah yakin, ayah setuju, tapi ayah tidak yakin dengan bundamu, kalau kau bisa meyakinkan bundamu, baru kau bisa berangkat, kalau tidak maka ayah tidak akan bisa berbuat apapun!" Mike menyetujui permohonan sang putri.
"Terima kasih ayah, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk bunda, tapi ayah bantu juga ya? plissssss" Sera memeluk Mike.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu ya yah, jangan lupa bantu aku membujuk bunda, oke!?" Sera menyogok sang ayah dengan banyak kecupan diwajahnya, yang sontak membuat Mike tergelak.
Diantara ketiga anaknya, Sera memang anak yang paling dekat dengan Mike, sementara Gaby dan Raf lebih dekat dengan Ananda sang bunda. Biasanya bila ada sesuatu hal yang penting Sera akan lebih dulu berbicara dengan ayahnya untuk mendapatkan dukungan sebelum kemudian ia berbicara kepada sang bunda.
"Hati-hati di jalan ya" Mike berpesan.
"Oke bos" Sera menjawab sambil kemudian menutup pintu.
Sepanjang lorong menuju lift Sera berbalas pesan di ponsel dengan Rachel sambil tersenyum bahagia karena sudah mendapatkan restu dari sang Ayah hingga ia tidak sadar bahwa Gamal sejak tadi mengikutinya hingga masuk ke dalam lift.
"Kak Gamal?" Sera terperanjat saat menyadari bahwa dirinya dan Gamal hanya berdua saja di dalam lift.
__ADS_1
"Aku ingin bicara!" Gamal mencengkram tangan Sera dengan kencang ketika pintu lift terbuka, ia kemudian langsung menarik gadis itu menuju ke arah parkiran mobil.
"Lepaskan kak, aku mau pulang!" Sera mencoba melepaskan tangannya.
"Aku yang antar!" Gamal mengarahkan Sera ke dalam mobilnya.
"Kenapa sih kau selalu saja memaksa?" Sera protes.
"Apa benar kau ingin kuliah ke luar negeri?" Gamal tidak menggubris Sera yang protes.
"Bukan urusan kakak" Sera membuang mukanya ke arah jendela.
"Segala sesuatu yang berhubungan denganmu tentu saja itu menjadi urusanku juga!" jawab Gamal.
"Cih, memangnya kakak pikir kakak siapa?" Sera berdecih dan mencibir Gamal.
"Apa kau lupa kalau aku akan menikahimu?" Gamal menarik pinggang Sera mendekatinya.
"Kakak jangan mimpi, sudah aku katakan berulang kali kalau aku tidak akan pernah mau menikah dengan pria yang tidak mencintaiku, apalagi jelas-jelas pria itu mencintai wanita yang aku kenal dengan sangat baik!" perkataan Sera menohok Gamal.
"Sera dengarkan penjelasanku dulu, aku dan Niken tidak seperti yang kau bayangkan!" Gamal berusaha memberi penjelasan.
"Sudahlah, kakak tidak perlu repot-repot menjelaskannya, aku juga tidak peduli dengan hubungan kalian!" Sera melepaskan tangan Gamal dari pinggangnya.
"Sera aku mohon dengarkan aku dulu" Gamal memohon.
"Kakak mau mengantar aku pulang atau tidak? kalau tidak biar aku pulang sendiri!" Sera mengancam.
__ADS_1
Sera tidak mau mendengar lagi semua penjelasan Gamal. Ia yang sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Gamal dan Niken makan siang bersama berusaha tidak mau terlibat lebih jauh lagi. Terlebih semalam ia tidak sengaja mendengar cerita kalau Dimas dan Gide memergoki Gamal dan Niken berciuman dengan mesranya di ruang kerja Gamal.