
"Sayang, akhir pekan besok boleh ya aku datang ke rumahmu?" Gamal menggenggam tangan Sera saat mereka sedang makan di salah satu restoran mewah di mall milik keluarga Anderson.
"Loh kenapa mesti minta ijin segala? kan setiap hari kau juga selalu ke rumah!" Sera merasa aneh dengan permohonan ijin yang diucapakan oleh Gamal.
"Bukan begitu maksudnya, maksudku, aku datang ke rumahmu untuk melamarmu, bertemu aunty dan uncle secara resmi untuk meminangmi menjadi istriku!" Gamal akhirnya memperjelas maksudnya.
"Ohhhhhhh" Sera manggut-manggut.
"Apa?" Sepersekian detik kemudian ia berteriak dan membelalakkan matanya setelah sadar dengan tujuan Gamal.
"He em, aku ingin melamarmu menjadi istriku" Gamal mengulangi lagi maksud dan tujuannya.
"Kak yang benar saja, apa kau yakin kalau ayah dan bunda akan menyetujuinya? kita kan belum lama pacaran!" Sera sangsi dengan hasilnya nanti.
"Aku sudah bicara pada ayahmu beberapa hari yang lalu saat kami berada di kantor bersama uncle Ron dan juga papaku, dan ayahmu setuju, hanya saja memang kemungkinan bundamu yang akan sulit menerima lamaran ini karena usiamu masih terlalu muda" Gamal menarik nafas dan menghembuskannya kembali dengan berat.
"Kak, apa kau yakin ingin menikah denganku?" Sera merasa ragu.
__ADS_1
"Tentu saja aku yakin, kalau tidak mana mungkin aku berani menghadapi ayahmu dan uncle Ron untuk meminta restu, plus meminta bantuan Gaby dan duo grandma juga untuk membantuku meyakinkan bundamu!" Gamal mengangguk dengan percaya diri.
"Apa? kau sampai meminta tolong kak Gaby dan duo grandma segala?" Sera tidak percaya dengan perjuangan yang sudah dilakukan oleh kekasihnya itu.
"Tentu saja, jangankan menghadapi semua keluargamu, mengarungi luasnya lautan dan angkasa saja aku berani kok!" Gamal sama sekali tidak ada keraguan.
"Uhhhh so sweet" Sera mencubit pipi sang kekasih dengan gemas.
"Jadi bolehkan aku datang?" Gamal mengulangi pertanyaannya.
"Kau sepertinya tidak begitu suka ya kalau aku datang?" Gamal melihat raut kekesalan di wajah Sera.
"Bukan begitu, hanya saja aku kesal denganmu yang tidak memberitahuku terlebih dahulu tentang rencana ini, kenapa malah langsung bicara dengan ayah, uncle, kak Gaby dan juga Duo Grandma?" Sera protes.
"Upssss" Gamal nyengir kuda sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal saat baru menyadari bahwa dirinya memang terlalu semangat sehingga lupa bertanya apakah Sera sudah setuju untuk dilamar dalam waktu dekat atau tidak.
"Apa?" Sera melotot sebal.
__ADS_1
"Maaf yang, aku terlalu semangat sampai aku berfikir bahwa kau juga pasti setuju, tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu" Gamal menggenggam tangan Sera tanda menyesal.
"Huffff kau ini!" Sera hanya bisa memajukan bibirnya karena sudah kehabisan kata-kata.
"Bibirmu Serafim Anderson!" Gamal selalu saja sebal pada dirinya sendiri karena mudah sekali terpancing jika melihat bentuk bibir yang menggemaskan itu, rasanya ia sangat ingin melahapnya.
"Dasar mesum!" Sera menepuk lengan Gamal dengan manja, membuat pria itu tergelak.
"Kalau nanti kita sudah menikah dan kau berani menunjukkan bibirmu seperti tadi, maka bersiap-siaplah untuk aku habisi!" Bisik Gamal dengan seringai jahilnya.
"Kakkkkk!" Sera kembali menepuk lengan Gamal dengan manja.
"Jadi,, aku bolehkan datang untuk melamarmu?" Gamal kembali menyecar Sera dengan pertanyaan yang sama karena ia belum mendengar langsung kalau Sera menyetujuinya.
"Ya sudah datang saja, kalau kau bisa menaklukan bunda, berarti kau hebat!" Sera sekarang justru penasaran dengan apa yang akan bundanya katakan nanti.
"Aku pastikan bundamu merestui pernikahan kita!" Gamal bergaya sok cool, meskipun dalam hatinya agak ketar-ketir.
__ADS_1