
"Jadi kau benar-benar ingin pergi rupanya?" Ayu bertanya kepada sang keponakan.
"Aku hanya pergi selama tiga tahun mom, setelah itu aku akan pulang kesini lagi" Sera bergelayut manja di lengan Ayu.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu" Rachel benar-benar merasa kehilangan.
"Uhhhh sayangku" Sera memeluk Rachel.
"Lalu bagaimana dengan nasib Luke?" Richard bertanya secara spontan, namun cukup membuat Gamal bereaksi dengan cepat untuk menatap Sera dengan tajam.
"Dia baik-baik saja, memangnya kenapa?" Sera menjawab dengan santai.
"Apa dia baik-baik saja jika kau pergi dalam waktu yang cukup lama?" Richard penasaran.
__ADS_1
"Dia itu laki-laki yang hebat dan gentle, aku yakin dia akan baik-baik saja" Sera memuji Luke apa adanya, setelah mereka putus justru hubungan keduanya semakin akrab dan erat.
"Apa kau tidak kasihan dengan suami besarmu itu?" kini giliran Dimas yang penasaran.
"Kami sudah bercerai, karena calon istrinya yang hilang sudah kembali ke pangkuan suami besarku, jadi sekarang saatnya aku juga akan mencari calon suami baru yang sangat mencintaiku, iya kan kak Gamal? hehehe" Sera berseloroh dengan santai sambil memakan donat kejunya, sementara Gamal tidak bergeming sedikitpun, membuat Dimas dan Gide tergelak menyaksikan betapa Gamal kesal dengan selorohan Sera.
"Kalau begitu carilah suami baru yang sangat menyayangimu dengan setulus hati ya, jangan yang plin plan dan susah move on!" Gide menyindir sang kakak dengan telak.
"Tenang saja, aku akan menyeleksinya dengan ketat hehehehe" Sera tidak peduli dengan wajah Gamal yang sudah memerah karena kesal dengan topik pembicaraan mereka.
"Tidak muluk-muluk, yang jelas harus menyayangiku sepenuh hatinya, karena aku lebih suka dicintai dari pada mencintai" Sera mengunyah potongan donatnya yang terakhir dan kemudian berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum dari kulkas.
"Astaga kaget!" Sera terkejut ketika Gamal tiba-tiba berdiri di balik pintu kulkas yang sedang dibuka oleh Sera.
__ADS_1
"Kak kau membuatku hampir tersedak" Sera membersihkan bibir dan dagunya yang basah karena tumpahan air minum akibat ia terkejut.
"Aku mohon jangan pergi" Gamal memeluk Sera dengan sangat erat.
"Kak kau kenapa? jangan begini, lepaskan aku kak!" Sera mencoba melepaskan pelukan Gamal, namun usahanya sia-sia karena Gamal justru semakin erat memeluknya.
"Tetaplah di sini bersamaku, aku tidak mau kau pergi jauh ke luar negeri!" Gamal menyembunyikan wajahnya di leher Sera.
"Kak, aku hanya pergi untuk kuliah beberapa tahun, lagi pula aku akan sering pulang saat libur semester tiba!" Sera berusaha bersikap sebiasa mungkin.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu!" Gamal menitikkan air matanya diam-diam.
"Kalau kakak merindukan aku, kakak kan bisa pergi ke tempatku, kakak bisa juga ajak kak Niken, itung-itung sekalian kalian jalan-jalan berdua, pasti sangat romantiskan, jadi jangan bersedih lagi ya!" Sera menepuk punggung Gamal.
__ADS_1
"Seraaa,,, aku dan Niken tidak seperti yang kau bayangkan, aku bisa jelaskan semuanya padamu" Gamal yang mendengar Sera menyebut nama Niken langsung bereaksi.
"Kak, sudah aku katakan, aku tidak peduli dengan hubungan kalian, itu bukan urusanku, jadi kakak tidak perlu menjelaskan apapun padaku!" Sera menepuk bahu Gamal dan meninggalkannya sediri di dapur.