Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Hadiah Adik untuk Syeba


__ADS_3

"Ma" Gamal yang melihat sang istri baru saja masuk ke dalam kamar setelah menemani sang putri tidur di kamarnya memanggil.


"Ya pa" jawab Sera sambil naik ke atas tempat tidur.


"Syeba kan sekarang sudah satu tahun, bagaimana kalau kita kasih hadiah buat dia?" kata Gamal sambil meraih tubuh sang istri.


"Hadiah apa?" tatapnya kepada sang suami.


"Adik baru" bisik pria itu di telinga sang istri.


"Tapi pa, Syeba kan masih kecil, baru juga satu tahun, nanti dia bisa kekurangan kasih sayang loh kalau buru-buru punya adik!" Sera membayangkan jika nanti dirinya mempunyai anak lagi, maka kasih sayangnya akan terpecah.


"Gak mungkin dong ma, Syeba pasti tetap dapat kasih sayang yang sama dari kita seperti sebelumnya meskipun sudah punya adik. Mama lupa kalau papa dan Raf juga punya adik saat usia kami masih kecil? apalagi papa, hanya beda satu tahun persis sama Gide" Gamal terus berupaya membujuk sang istri.


"Iya juga sih" Sera manggut-manggut.


"Mumpung papa masih usia segini ma, jadi nanti saat anak kita sudah agak besar papa belum tua-tua amat" katanya lagi.


"Emang sekarang papa merasa masih muda gitu?" goda Sera kepada suaminya.


"Kalo di dekat mama sih papa merasa kayak ABG terus ma, bergelora terus gitu bawaannya hehehehe" Gamal terkekeh geli.

__ADS_1


"Issshhhh dasar papa mesum!" Sera menepuk dada bidang sang suami dengan manja.


"Abis mama selalu menggoda papa sih!" selorohnya.


"Siapa yang menggoda sih? kapan coba mama pernah godain papa?" Sera pura-pura tidak terima.


"Ini buktinya sekarang papa jadi pengen" tangan Gamal sudah mendarat sempurna di bagian paling kenyal milik sang istri.


"Paaaaaa" Sera mulai melihat gelagat sang suami.


"Ahhhhhhhh" gerakan tangan sang suami yang menyusuri bagian bawahnya membuat Sera bergerak-gerak tak menentu.


"Paaaaaa mama mau keluar ahhhhh" getaran hebat terjadi saat Gamal membuat sang istri berada di puncaknya.


Setelah memastikan bahwa sang istri sudah berkali-kali mencapai puncaknya, maka kini giliran Gamal yang ingin mencapainya.


"Paaaaaaaa awwwwww" Sera menjerit saat sang suami menerobos masuk dengan gaharnya.


Pompaan demi pompaan dilakukan Gamal membuat sang istri terlena. Suara-suara manja dari mulut Sera pun semakin membuat pria tampan itu semakin bersemangat bergerak mengikuti irama hatinya yang bergejolak.


"Mama sudah tidak tahan lagi paaaaaa ahhhhh" Sera bergetar dengan hebatnya, menandakan bahwa sang suami begitu mendominasi atas dirinya.

__ADS_1


"Arghhhhhhhhh" sepersekian detik kemudian Gamal pun bergetar tidak kalah hebatnya saat ia mencapai puncak cintanya.


"I love you so much ma" ia menghadiahi sang istri kecupan yang bertubi-tubi hingga wanita itu terkekeh geli.


"Sudah dong pa, kan sudah selesai" Sera meminta sang suami melepaskan penyatuan mereka.


"Sebentar lagi ma, kan biar jadi adiknya Syeba" Gamal belum juga melepaskannya.


"Papa serius ya?" Sera pikir tadi baru hanya wacana saja.


"Ya serius dong sayang, masa mau punya anak lagi pake dibecandain" Gamal mengelus pipi mulus istrinya.


"Tapi papa harus janji ya kalau nanti mama hamil dan melahirkan lagi, papa harus jadi suami siaga" tuntut Sera.


"Pasti dong maaa, memang kapan sih papa gak jadi suami siaga?" Gamal mengangguk.


"Pegang ya janjinya" Sera mengangkat jari kelingkingnya.


"Janji" Gamal menautkan jari kelingking mereka tanda janjinya.


Setelah dirasa bahwa prosesnya sudah cukup, maka Gamal pun melepaskan dirinya dari sang istri. Namun demikian ia tetap tidak melepaskan pelukannya hingga mereka berdua sama-sama tertidur dalam keadaan yang masih sama-sama polos.

__ADS_1


__ADS_2