Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Kejutan Untuk Sera


__ADS_3

"Baiklah sebagai penutup acara malam ini, saat ini kita sudah kedatangan seseorang yang sejak tadi ditunggu-tunggu. Tanpa dukungan darinya, acara ini sudah pasti akan mengalami banyak hambatan khususnya untuk pendanaan. Oleh sebab itu, mari kita sambut dengan meriah, ini dia tuan Gamaliel Sangkakala Anderson, sang donatur terbesar kita!" MC menyambut Gamal dengan penuh semangat bak seorang pahlawan.


"Loh kok dia!?" Sera ternganga-nganga melihat suaminya tampil di depan para peserta.


"Kau mengenalnya?" Arnold tidak kalah terkejutnya saat melihat reaksi Sera.


"Tentu saja aku mengenalnya, bahkan aku mengenalnya dengan sangat baik melebihi siapapun!" Sera mengangguk.


"Permisi pak Arnold, maaf ini laporan yang anda minta tadi, mohon di cek segera" salah seorang panitia menghampiri Arnold saat dirinya hendak bertanya kepada Sera tentang hubungannya dengan Gamal.


"Baik, sebentar" Arnold kemudian terpaksa menunda untuk bertanya kepada Sera karena harus fokus mengecek laporannya.


"Selamat malam, terima kasih atas sambutannya yang meriah, saya sangat merasa terhormat karena diberi kesempatan untuk berbicara di depan seluruh rekan-rekan mahasiswa baru di sini. Saya berharap dengan acara seperti ini rekan-rekan semua bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat sehingga bisa semakin memotivasi agar menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Saya rasa itu saja sambutan dari saya, Terima kasih" Gamal kemudian kembali ke tempatnya.


Sesekali Gamal melemparkan senyuman jahilnya kepada sang istri yang duduk bersebrangan dengannya. Sementara Sera yang melihat sang suami senyum-senyum dari kejauhan menatapnya dengan tatapan tajam penuh tanda tanya. Hal ini juga tentu tidak luput dari pandangan Inka.


"Cih, dasar ******, setelah menggoda pak Arnold, kini kau juga berusaha menggoda sang donatur yang sangat tampan itu ya?!" bisik Inka ditelinga Sera setelah menggeser duduknya agar semakin mendekat kepada gadis itu. Namun demikian Sera tidak menggubrisnya.


"Serafim jangan pergi dulu ya, aku mau memperkenalkan kau kepada seseorang!" Arnold menahan Sera yang sudah berdiri dan hendak menghampiri suaminya sesaat setelah mereka selesai mengikuti seluruh rangkaian acaranya. Inka yang terbakar cemburu pun tidak mau meninggalkan aula dan berusaha mencuri dengar apa yang sedang Sera dan Arnold bahas.


"Hai!" Gamal menghampiri Sera dan Arnold yang masih berdiri di aula.


"Hai Gamaliel!" kata Arnold dengan senyum terkembang, ia merasa senang karena akhirnya memiliki kesempatan memperkenalkan Sera sang gadis pujaannya kepada Gamal.


"Kenapa kau ada di sini?" Sera langsung to the point kepada Gamal dengan nada yang ketus.


"Tentu saja aku ingin memberikan kejutan untuk istriku tersayang!" Gamal kemudian meraih pinggang Sera dengan mesra.


"Sayang ihhhh malu tau banyak orang!" Sera spontan melepaskan rangkulan Gamal.


"Kalian?!" Arnold tercengang melihat interaksi keduanya yang sangat mesra.


"Oya Arnold, Sera ini adalah istriku yang waktu itu aku ceritakan kepadamu, aku senang ternyata kalian sudah saling kenal ya?" Gamal meraih pinggang Sera kembali.


"Sayang, kalian sudah saling kenal?" Sera semakin bingung dengan situasinya. Setelah tadi terkejut karena Gamal memberi kata sambutan karena dikatakan sebagai donatur terbesar, kini ia kembali terkejut karena ternyata Gamal sudah mengenal Arnold.


"Arnold ini adalah teman kuliahku saat di luar negeri dulu. Beberapa waktu yang lalu kami sempat bertemu di sebuah restoran saat Arnold sedang membantu panitia menggalang dana, lalu aku ikut sedikit berdonasi, ehhh ternyata malah diundang sebagai tamu kehormatan, ya sudah sekalian saja aku jadikan kejutan untukmu hehehehe" Gamal bercerita panjang lebar.

__ADS_1


"Jadi kau sengaja merahasiakan semua ini kepadaku sejak lama?" Sera cemberut.


"Namanya juga kejutan, mana ada yang diceritakan diawal?" Gamal mencubit pipi Sera dengan gemas.


"Ishhhh dasar suami usil!" Sera memukul lengan Gamal dengan sangat manja.


Sementara Gamal dan Sera masih saling berbicara dengan manja, Arnold hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan tak percaya dan hati yang hancur.


"Oya, ngomong-ngomong mana gadis yang sedang kau incar itu?" tanya Gamal kepada Arnold tiba-tiba.


"Eh apa?" Arnold tiba-tiba gelagapan.


"Mahasiswa yang sedang kau incar menjadi kekasihmu itu lohhh" Gamal mempertegas.


"Ohhhh di dia tidak datang" Arnold berbohong.


"Wahhh sayang sekali ya, padahal aku ingin sekali berkenalan dengannya!" Gamal pura-pura menunjukkan wajah kecewanya.


"Iya, mungkin lain kali kalian bisa bertemu hehehehe" kata Arnold sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Memangnya pak Arnold sedang mengincar salah satu mahasiswa di kampus kita ya?" Sera yang melihat ekspresi Gamal mulai paham dengan permainan sang suami.


"Siapa pak?" Sera akhirnya ikut-ikutan untuk bermain drama bersama sang suami.


"Ah nanti saja kalau sudah jadian baru aku beritahu" kilah Arnold, Ia sangat malu jika harus berkata jujur bahwa Sera lah yang sedang ia incar.


"Yahhhh padahal kalau bapak bilang aku mau loh jadi makcomblangnya!" akting Sera patut diacungi jempol.


"Heheheheh" Arnold sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


"Oya, ngomong-ngomong kau mau pulang atau menginap?" tanya Sera kepada suaminya.


"Menginap, nanti aku dan Arnold akan tidur di tenda yang sama" jawab Gamal.


"Ohhhh" Sera ber oh ria.


"Ya sudah kau istirahatlah, pasti sangat lelah kan?" Gamal mengelus kepala Sera dengan lembut.

__ADS_1


"He em" Sera pun mengangguk.


"Pak Arnold, aku permisi dulu ya" Sera kemudian berjalan menjauh menuju tendanya, meninggalkan dua pria itu yang kemudian melanjutkan obrolannya.


..........


"Jadi kau ini istrinya pak Gamaliel?" Inka bertanya dengan nada yang mulai bersahabat kepada Sera saat ia sudah tiba di dalam tenda.


"Iya, kan sudah aku bilang aku tidak tertarik dengan pak Arnold karena aku sudah punya yang lebih darinya! hehehehe" Sera terkekeh melihat wajah Inka yang sangat berbanding terbalik dari wajahnya sebelum acara tadi.


"Maaf ya" Inka kemudian mengulurkan tangannya.


"Tidak masalah" Sera meraih tangan Inka dengan senyum tulus.


"Kalian sudah lama menikah?" Inka penasaran dengan kisah cinta Sera dan Gamal.


"Belum, baru mau satu bulanan" jawab Sera.


"Beruntung sekali kau mendapatkan suami seperti pak Gamaliel, aku sangat iri hufffff" Inka merebahkan dirinya di matras.


"Apa kau mau aku comblangin sama pak Arnold?" Sera menawarkan ide gilanya.


"Apa mungkin dia mau denganku?" Inka tidak yakin dengan hasilnya, karena selama ini Arnold selalu bersikap cuek padanya.


"Kalau tidak dicoba mana kita tau hasilnya kan?" kata Sera.


"Kau benar-benar mau membantuku?" Inka tidak percaya dengan ketulusan Sera, mengingat apa yang sudah dilakukannya pada Sera tadi.


"Tentu saja, memang kau pikir aku jahat sepertimu? heheheheh" Sera kembali terkekeh melihat wajah Inka yang lagi-lagi lucu menurutnya.


"Ishhhh kau ini!" Inka memajukan bibirnya.


"Tenang saja, aku pasti akan membantumu, tapi kau harus janji jangan berbuat seperti yang kau lakukan kepadaku ke orang lain lagi ya. Percayalah kalau cinta itu akan menemukan jalannya sendiri tanpa perlu dipaksa, apalagi sampai melakukan tindakan yang tidak terpuji. Kita cukup berusaha dengan baik, selebihnya biar takdir yang menuntun kita!" Sera berkaca pada pengalaman cintanya dengan Gamal yang begitu penuh lika-liku.


"Terima kasih Sera, kau sangat baik, maaf ya aku begitu jahat denganmu, aku janji akan meraih cintaku dengan cara yang baik!" Inka memeluk Sera.


"Semangat ya kak, aku mendukungmu!" Sera membalas pelukan Inka.

__ADS_1


Sementara mereka berencana tentang bagaimana menaklukkan hati Arnold, di tenda-tenda lain banyak mahasiswa yang sibuk bergosip tentang hubungan Sera dan Gamal. Mereka tidak menyangka bahwa Sera sudah menikah dan suaminya adalah pria mapan yang berusia jauh diatasnya. Banyak yang kagum, tapi tidak sedikit juga yang mencibir karena iri. Namun demikian Sera tidak peduli dan ambil pusing akan semua hal itu. Baginya yang terpenting adalah bisa bersama dengan pria yang sangat ia cintai. Selama itu tidak mengganggu dan merugikan orang lain ia tidak mau meladeninya.


__ADS_2