
"Sayangku" Gamal mengendusi leher jenjang sang istri saat mereka berada di kamar Syeba untuk menemani sang putri tidur di malam hari.
"Hemmm" Sera menanggapinya hanya sekenanya saja.
"Papa kangen mama" Kini tangannya mulai bergerilya di bagian yang paling kenyal.
"Ihhh sana ah, risih tau" sesungguhnya wanita hamil itu sangat merindukan dan menikmati sentuhan sang suami, namun karena ia sedang menjalankan misi balas dendamnya, maka ia pun berpura-pura menolaknya.
"Memangnya mama gak kangen sama papa ya?" Gamal merasa sedih karena penolakan yang dilakukan Sera.
"Enggak" jawabnya sambil menyibukkan diri dengan merapikan selimut sang putri.
"Huffffff mama bikin papa sedih deh!" ia kecewa dengan jawaban sang istri.
"Kenapa papa mesti sedih?" Sera berusaha sepolos mungkin.
"Habis mama sudah satu minggu ini tidurnya bareng Gaby dan Rach terus!" pria itu menekuk wajahnya.
"Ya namanya juga lagi ngidam, jadi wajarlah" lagi-lagi Sera menjadikan ngidamnya menjadi alasan jitu.
"Memang tidak ada gitu ngidam yang lain? plissss ganti ya ngidamnya dengan yang lain? Gaby saja semalam sudah mau tidur sama Dimas setelah digorengin belalang!" Gamal mencoba peruntungannya.
"Ada sih, tapi pasti papa gak bisa mengabulkannya deh!" Sera menunjukkan wajah misteriusnya.
"Apa? asalkan papa bisa tidur bareng mama lagi, apapun pasti papa lakukan!" Gamal berusaha meyakinkan sang istri.
"Benarkah? papa yakin?" Sera meragukan sang suami.
"Pasti!" angguk pria itu dengan sepenuh hati.
__ADS_1
"Mama mau makan dodol yang dibuat sama papa, Kak Dimas dan Kak Gide" jawab Sera santai.
"Oke, kalo cuma masak dodol mah papa pasti bisa!" menyepelekan syarat dari sang istri.
"Sip, kalau papa bisa mengabulkannya, mama akan ijinkan papa tidur satu malam sama mama" sang istri berkata dengan seringai licik.
..........
"Sera ngidam dodol?" Dimas mencerna informasi dari Gamal tentang ngidam sang adik ipar.
"He em, dia bilang akan mengabulkan keinginanku untuk bisa tidur satu malam bersamanya kalau aku bisa membuatkan dodol untuknya" angguk Gamal.
"Coba aku search dulu kalau begitu cara membuatnya" Gide kemudian membaca beberap artikel tutorial membuat dodol.
"Sebenarnya bahannya cukup simpel, tapi waktu pembuatannya yang cukup lama, yaitu sekitar delapan sampai sepuluh jam dodolnya harus terus diaduk agar kalis" imbuh Gide lagi.
"Kalau begitu kita bagi waktu saja, estimasinya setiap orang butuh waktu sekitar tiga jam untuk mengaduk!" Dimas mengatur strategi.
"Oke, ini sih tidak begitu menyusahkan!" Gide menganggap remeh.
"Iya, ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan harus mengejar-ngejar belalang di kebun seperti kemarin" Dimas bergidik membayangkan ngidamnya sang istri.
..........
"Ma, kenapa ini kualinya besar banget?" Gamal protes saat melihat jumlah bahan baku yang disiapkan untuk membuat dodolnya dalam jumlah yang sangat banyak.
"Iya, mama sengaja mau sekalian dibagikan sama keluarga panti dan seluruh karyawan rumah tangga keluarga besar kita pa" jawab Sera.
"Loh kan yang ngidam cuma mama aja!" Gamal melongo.
__ADS_1
"Papa gak sanggup?" Sera mencibir suaminya.
"Bukan begitu, tapi ini kan gak sesuai perjanjian kita!" tunjuknya ke arah bahan baku pembuat dodol.
"Loh memang mama janji apa sama papa? kalo emang papa gak sanggup ya udah gakpapa, mama gak masalah kok!" seloroh wanita hamil itu sambil bersiap meninggalkan suaminya.
"Ehhhhh tunggu, oke, oke, papa sanggup kok!" pada akhirnya pasrah, sementara Dimas dan Gide hanya bisa menelan saliva mereka membayangkan perjuangan yang harus mereka lakukan selama delapan sampai sepuluh jam kedepan untuk mengaduk dodolnya hingga kalis.
"Heyyyy aduknya yang benar dong!" Gamal protes saat Gide mengaduk dodolnya terlalu bersemangat hingga adonannya muncrat.
"Maaf tidak sengaja hehehehe" Gide hanya cengengesan saja.
"Eh ini kenapa bau gosong ya?" Dimas mengendus saat adonan dodol mulai mengeluarkan aroma gosong.
"Kayaknya kayu bakarnya kebanyakan deh, tolong dikurangi supaya apinya bisa mengecil" Gide menginstruksikan Dimas yang berdiri di sebelah lubang tungku untuk menarik keluar beberapa batang kayu bakar.
"Kalau gosong mama anggap gagal ya pa!" Sera mengancam sang suami.
"Kalian bisa kerja yang benar tidak sih?" Gamal mengomel kepada kedua saudara laki-lakinya karena merasa frustasi mendengar ancaman sang istri.
"Kau itu kenapa dari tadi ngomel terus sih? sudah untung kami mau membantu!" Gide tersulut emosi karena sang kakak mengomel terus sejak tadi.
"Ck" Sementara Dimas hanya berdecak melihat kedua adik iparnya adu mulut.
"Aduknya sampai dasar pa, jangan hanya dipermukaan saja agar tidak gosong!" Gaby yang seorang chef memberi instruksi.
"Aduknya searah dong pa biar tidak saling bertabrakan!" Rachel juga menasehati sang suami.
"Ayo semangat ya kalian bertiga!" Sera memberikan semangat kepada ketiga menantu laki-laki keluarga Anderson tanpa merasa berdosa sama sekali.
__ADS_1
Dengan penuh perjuangan, ketiganya terus mengaduk adonan dodol yang ada di dalam kuali besar itu selama hampir sepuluh jam. Tampilan ketiganya yang pada awalnya sangat rapi, pada akhirnya hanya menyisakan celana pendek saja karena panasnya api terasa seperti membakar kulit mereka secara langsung hingga peluh bercucuran deras dan energi mereka pun terkuras habis sampai benar-benar tak bersisa.
"Seru ya melihat mereka membayar taruhannya secara perlahan seperti itu!" Sera berbisik kepada kedua saudara perempuannya saat menyaksikan ketiga pria tampan itu bergulat dengan kuali besar beserta isinya.