
Seperti rencana yang sudah disepakati kemarin, akhirnya sore ini Gamal, Dimas, dan Gide datang ke rumah utama untuk bertemu dengan duo grandma guna meminta restu dan juga meminta bantuan untuk membujuk Ananda agar mau menerima rencana pernikahan Gamal dan Sera yang ingin dilakukan dalam waktu dekat. Gaby yang sudah lebih dulu datang di siang hari bersama anak-anaknya sepulang mereka dari sekolah, sudah menceritakan terlebih dulu niatan Gamal tersebut. Jangan ditanya bagaimana reaksi duo grandma itu, tentu saja mereka sangat heboh dan langsung mempunyai ribuan rencana untuk pesta pernikahan cucunya tersebut. Mereka bahkan tidak peduli dengan kecemasan yang sedang dirasakan oleh Gamal karena takut Ananda tidak mau merestui pernikahan ini karena usia Sera yang masih sangat muda.
"Nah ini dia cucu menantuku!" Grandma Merlyn menyambut Gamal dengan sangat bahagia.
"Cepat katakan bagaimana rencanamu?" grandma Ruth tidak mau Gamal berbasa-basi lagi.
"Grandma sudah tau tujuanku kesini?" Gamal tercengang ketika melihat kedua wanita tua nan anggun di hadapannya ini sangat heboh.
"Tadi Gaby sudah menceritakan semuanya kepada kami, jadi kau tidak perlu menceritakannya lagi, kami hanya ingin tau kau mau bagaimana sekarang supaya kami bisa membantumu!" grandma Merlyn berkata dengan semangat.
"Iya, kami sudah tidak sabar ingin punya cicit baru lagi!" grandma Ruth tidak kalah semangatnya.
"Jadi kemarin aku sudah bilang sama uncle Mike kalau akan datang ke rumahnya akhir pekan ini untuk melamar Sera, aku juga sudah bilang sama papa dan mama" Gamal menjelaskan.
__ADS_1
"Bagus, lebih cepat lebih baik!" grandma Merlyn sangat bahagia mendengarnya.
"Tapi uncle bilang kalau kemungkinan aunty Ananda akan menolak lamarannya karena Sera masih terlalu kecil" Gamal murung.
"Ck, anak itu benar-benar ya, apa dia lupa kalau dulu dia juga menikah muda?" grandma Merlyn berdecak kesal.
"Makanya aku mau minta tolong kepada grandma untuk bisa membujuk aunty Ananda" Gamal menatap kedua wanita itu secara bergantian dengan penuh harap.
"Kau tenang saja, Ananda tidak akan berani menolak, kami akan berada di garda paling depan untuk mendukungmu!" grandma Ruth menyemangati Gamal.
"Dengar Gamal, kalau nanti Ananda menolakmu, itu bukan berarti dia tidak sayang padamu ya, dia itu hanya memiliki trauma masa lalu saja, kau taukan auntymu itu sejak kecil sudah yatim piatu dan hidup sebatang kara di panti asuhan? hidupnya penuh dengan kesendirian dan perjuangan sejak usia dini, trauma kehilangan orang-orang yang disayanginya lah yang membuatnya terlalu over protect terhadap ketiga anaknya, ia hanya ingin memastikan bahwa anak-anaknya berada ditangan yang tepat, kau lihat saja Gaby dan Dimas, dulu Ananda juga sempat ragu karena belum mengenal Dimas terlalu baik, namun seiring berjalannya waktu, sekarang ia malah sangat mempercayai Dimas!" grandma Merlyn memberi pengertian.
"Iya grandma, aku paham, lagi pula akupun tau kalau sebenarnya usia Sera memang masih belum pantas untuk menikah, dia masih berhak bersenang-senang menikmati usia remajanya, tapi karena aku yang sudah terlalu matang dan takut kehilangan dia saja jadinya ingin cepat-cepat menikahinya!" Gamal sadar akan posisinya.
__ADS_1
"Bagus kalau kau tau itu!" Grandma Merlyn tersenyum.
"Aku berjanji kalau nanti kami sudah menikah, aku akan tetap memberi ruang gerak bagi Sera untuk menjalani kehidupan masa mudanya sesuai dengan tahapan perkembangannya. Aku juga tidak akan memaksanya segera hamil sampai fisik dan mentalnya siap menjadi seorang ibu. Saat ini aku hanya ingin status dan hubungan kami jelas dulu, karena aku tidak ingin kehilangan cintaku untuk yang kedua kalinya, selebihnya kami akan jalani secara perlahan saja!" Gamal sudah mendapatkan wejangan dari Dimas sebelumnya agar tidak terlalu memaksakan segala kehendaknya kepada Sera yang memang masih terlalu muda.
"Aku bangga padamu nak!" Grandma Merlyn memeluk Gamal yang sudah ia anggap seperti cucunya sendiri sejak pria itu lahir.
"Terima kasih banyak grandma, karena sudah mempercayakan cucu kesayangan grandma untuk aku nikahi" Gamal membalas pelukan wanita yang juga sudah ia anggap seperti neneknya sendiri.
Rencana demi rencana pun duo grandma susun untuk dapat menaklukan hati Ananda di akhir pekan nanti. Mereka berharap kalau Ananda akan menerima keinginan Gamal itu. Meskipun usia duo grandma sudah diatas kepala delapan, namun mereka tetap saja bersemangat jika membahas urusan perjodohan seperti ini. Sementara Gamal, Gaby, Dimas dan Gide hanya menggut-manggut menuruti semua skenario yang disusun oleh dua nenek lincah itu.
....................
Halo semua apa kabar? sudah lama ya Rosi tidak menyapa heheheh.. Terima kasih ya yang masih tetap setia dengan Novel ini.. Oya, mohon dukungannya terus ya buat Rosi agar tetap semangat menulis melalui like, komen, vote, hadiah, dan favorit (apalagi ini hari senin, mumpung baru dapet vote hehehehe). Jangan lupa juga untuk follow IG @rosilombe untuk update novel terbaru Rosi dan visualnya mereka ya..
__ADS_1
Happy reading all..
Luv Luv...