
"Bagaimana?" tanya Dimas.
"Berhasil?" Gide ikut bertanya.
Dimas dan Gide yang sudah menunggu Gamal sejak tadi mengintrogasi pria itu selepas ia keluar dari ruangan Mike.
"He em" Gamal mengangguk.
"Tapi," kalimatnya menggantung.
"Tapi apa?" Gide penasaran.
"Uncle Mike tidak yakin kalau aunty Ananda akan merestui pernikahan kami karena usia Sera masih sangat muda!" Gamal murung.
"Apa kau akan mundur sebelum perang?" Gide memicingkan matanya.
"Tentu saja tidak!" Gamal menggeleng dengan keras, ia tidak akan membiarkan usahanya sia-sia begitu saja hanya karena aunty Ananda tidak merestui.
"Lalu kau mau bagaimana?" Gide masih ingin tau rencana sang kakak.
"Entahlah, aku sendiri tidak yakin, tapi yang pasti aku akan menghadapi aunty!" jawab Gamal dengan agak ragu.
"Kalau kau ingin memenangkan restu bunda Ananda, aku sarankan kau untuk mencari dukungan dari yang paling berkuasa dulu!" Dimas memberi saran.
"Maksudnya?" Gamal tidak paham.
"Kau tau kan siapa yang paling berkuasa di keluarga Anderson? dan bisa membuat semua orang bertekuk lutut? bahkan sampai ayah Mike dan Uncle Ron sekalipun tidak bisa berkutik!" Dimas memberi petunjuk.
__ADS_1
"Duo grandma!?" Gamal membulatkan matanya seketika saat mendapat petunjuk dari calon kakak iparnya itu.
"Yappppp, kau tau kan duo grandma selalu terdepan dalam urusan jodoh menjodohkan? kau bisa mengandalkan kekuasaan mereka untuk menaklukan hati bunda Ananda!" Dimas menjelaskan.
"Brooo terima kasih, kau memang calon kakak ipar yang paling baik!" Gamal spontan memeluk atasan, sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu.
"Ajak istriku juga kalau perlu, dia itu dari kemarin-kemarin selalu saja ribut ingin menyeret kalian berdua ke pelaminan, lagi pula Gaby kan paling jago merayu bundanya!" Dimas menambahkan.
"Iya, baiklah, nanti aku akan minta tolong sama Gaby dulu untuk membantuku berbicara pada duo grandma dan juga aunty Ananda!" Gamal tersenyum senang.
Sementara Gide hanya manggut-manggut saja seperti biasanya, karena pada prakteknya ia memang sama sekali tidak berpengalaman tentang cinta.
..........
"Loh tumben sekali kalian datang ke sini?" Gaby heran melihat Gamal dan Gide yang tiba-tiba saja main ke rumahnya sore-sore begini.
"Aku ingin minta bantuanmu kakak ipar!" Gamal berkata to the point.
"Kakak ipar, kau kan kakak dari calon istriku!" Gamal sangat percaya diri.
"Bwahahaha, kau percaya diri sekali sih, memangnya kau sudah yakin akan diterima jadi menantu oleh bundaku dalam waktu dekat ini?" Gaby yang paham bahwa karakter sang bunda agak kaku dan kolot sudah bisa membayangkan bagaimana Gamal harus berjuang untuk menghadapinya agar bisa menikahi Sera di usianya yang masih belia itu.
"Justru itulah aku kesini, karena aku butuh bantuanmu supaya calon ibu mertuaku merestui pernikahan kami!" Gamal sudah tidak ada tedeng aling-aling lagi.
"Ck, merepotkan saja sih!" Gaby berdecak sambil geleng-geleng kepala melihat Gamal yang sedang dimabuk cinta.
"Ayo masuk, lanjutkan di dalam saja" Dimas yang melihat keduanya mengobrol dengan asik kemudian merangkul pinggang sang istri dan mengajaknya masuk ke ruang tamu.
__ADS_1
"Kalian mau minum apa?" Gaby bertanya kepada kedua pria yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri.
"Air mineral saja" Gamal memang tidak suka minuman yang aneh-aneh.
"Kau apa kak?" Gaby menatap Gide.
"Sama sajalah" jawab Gide yang tidak terlalu haus.
"Ini" tidak lama Gaby kembali dari dapur dan membawa sebuah nampan berisi beberapa botol air mineral dan sepiring kudapan hangat yang baru saja ia buat sore ini untuk anak-anaknya.
"Terima kasih" kata Gamal dan Gide bersamaan.
"Jadi apa yang kau inginkan dariku?" Gaby duduk di sebelah sang suami dan merangkul lengan Dimas dengan manja.
"Aku ingin meminta bantuanmu untuk menemaniku bertemu duo grandma guna mendapat restu dari mereka dan juga agar mau membujuk aunty Ananda merestui rencanaku melamar dan menikahi Sera!" Gamal menjelaskan tujuannya.
"Lalu bagaimana dengan ayah? apa ia sudah merestui kalian?" Gaby menyelidik.
"Uncle sudah merestuinya, tapi ya itu tadi, ia tidak yakin kalau aunty akan merestui jika pernikahan kami dilakukan secepatnya!" Gamal menghembuskan nafas dengan berat.
"Hemmmm sudah ku duga, meskipun ayah sangat tegas, tapi dia pasti akan lebih fleksibel dibandingkan bunda untuk urusan yang seperti ini!" Gaby sudah sangat paham karakter kedua orang tuanya itu.
"Kau maukan membantuku?" Gamal memasang wajah memelas.
"Ya sudah, kapan kau mau bertemu duo grandma?" Gaby mengangguk, karena sejujurnya dia pun sangat bahagia melihat sang adik dan sahabatnya bisa menjalin hubungan sampai ke jenjang yang lebih serius seperti ini, setelah melihat drama cinta segitiga antara Sera, Gamal dan Niken beberapa waktu lalu.
"Yessss, terima kasih ya kakak ipar kau baik sekali! kalau besok sore sepulang kantor apa kau bisa?" Gamal menyunggingkan senyumnya yang paling menawan. Ia seperti tidak tahan menunggu lama-lama untuk menikahi gadisnya itu.
__ADS_1
"Ya sudah besok siang aku akan ke Rumah utama setelah anak-anak pulang sekolah, kalian bertiga datanglah ke sana sepulang dari kantor!" Gaby memberi instruksi.
"Oke, sipp!" Gamal begitu bahagia ketika satu restu dikantonginya lagi dari anggota keluarga Anderson.