Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 100 Bertanya


__ADS_3

" Tang " panggil Mo Fan dari jarak jauh.


"Mo Fan ada apa ? !" ujar balas tanya Yun Tang , diri terkejut sedikit di panggil kuat.


"Apa kamu lakukan hingga berdiri terlalu lama di sana ? dari tadi aku lihat kamu tak gerak dari tempat itu " ujar tanya Mo Fan


"Coba lihat di sana , aku kira pernah lihat orang ini tapi di mana ? " ujar balas Yun Tang menunjuk ke arah orang itu .


Mo Fan pun menoleh ke arah orang itu , tanpa berfikir banyak .


"Tang Tang kamu ini , itu pun tak kenal " ujar Mo Fan dan memukul pelan kepala Yun Tang


"Ahhh , aku bah kan tak kenal " ujar balas Yun Tang sedikit keras


"Itukan Jeneral Christopher dan militernya , Bodoh juga kamu ini ! itu pun tak bisa kenal " ujar balas Mo Fan dan memukul kepala Yun Tang lagi


"Ahhh sakit , aku tak bisa mengenal Mereka jika mereka berpakaian seperti itu " ujar balas Yun Tang


"Bodoh nya kamu ini ! jika mereka tak guna pakaian seperti itu , mereka akan di ketahui oleh kerajaan kita !" ujar tegas Mo Fan


" Benar juga " ujar balas Yun Tang


Yun Tang dan Mo Fan menunggun Christoper dan militernya tiba di tempat itu , sambil lihat mereka bantu orang di tempat itu.


Di markas


markas itu jadi sunyi lepas pertarungan di jalan kan , xiou si yang berpakaian lelaki masih tak di kenali oleh Roger dan Alexander .


Waktu pertarungan mereka bertiga , Roger dan Alexander merasa curiga dengan gerak dan setiap serangan mudah di hindari oleh orang itu , tapi mereka tak tahu yang mereka lawan itu adalah xiou si puteri kerajaan mereka .


"Napa militer yang satu ini lebih kuat dari yang lain " ujar batin Roger dan Alexander


"Roger kita serang bersama guna titik dua " ujar Alexander pada Roger


"Baik kita lakukan bersama " ujar balas tegas Roger


"Bodoh sekali mereka tak perasan lagi , mala nak guna titik dua , sudah lah jika mereka nak guna itu guna saja " ujar batin xiou si


"Jurus teknik Titik dua Jerat penghenti deria !" ujar kuat Roger dan Alexander


wajah xiou si mengeluarkan senyuman yang megerikan , Chong yang melihat wajah xiou si seperti itu dia tahu apa yang akan jadi.

__ADS_1


"Hendak hentikan ku jangan harap !" ujar batin xiou si


"Terimalah !" terikat Roger dan Alexander


"Jurus teknik Titik enam pemusnah !" ujar kuat xiou si


"Apa ! , suara ini ? " ujar batin Roger dan Alexander


Bommm !


Roger dan Alexander terlempar kena serangan xiou si , jurus teknik enam adalah jurus yang paling kuat dan jurus yang terakhir , jurus ini sangat sukar untuk di pelajari , sedangkan Feng Wer dan Vincent juga tak dapat sepenuh belajar dengan penuh.


"Apa masih nak lanjutkan ! " ujar tegas xiou si


"Yang yang yang mulia ? sejak kapan yang mulia balik ?" ujar tanya Roger dan Alexander dengan gugup


"Sejak dari kemarin kemarin " ujar Chong yang jalan mendekat


" HA ! , Napa kami tak melihat kalian tiba ?" ujar tanya Roger


"Sudah dua hari kami tidur di luar tak dilayan dan tak di jemput " ujar xiou si


" Bodoh sekali kalian ! , Apa harus yang mulia beritahu jika yang mulia balik ! " ujar tegas Chong


Zong Ming dan tentera nya hanya tertawa , Lagian hanya mereka saja lihat xiou si dan Chong serta militernya kembali kemarin petang .


"Oh ya aku kira tadi kalian kata aku ini penakut ! " ujar tegas xiou si dengan tetapan tajam


Gluk !


Roger dan Alexander hanya menelan ludah dan terus berlutut di hadapan xiou si .


******


Balik ke kerajaan Liong Han


Pada awal nya Jorden sangat kaget dengan xiou si yang terus balik ke kerajaan walaupun pertemuan lima kerajaan itu belum berlangsung .


Jorden takut jika xiou si mengetahui masalah di kerajaan Liong Han , itu sebab Jorden juga ambil keputusan terus balik di hari keesokan nya.


"Vincent apa puteriku mengetahui masalah di kerajaan ? " ujar tanya Jorden

__ADS_1


"Salam hormat Tetua , yang mulia tak megetahui masalah di kerajaan " ujar balasa Vincent


Yang sebenarnya xiou si sudah tahu tentang masalah di kerajaan , tapi xiou si hanya diam dan tak banyak bertanya , waktu xiou si balik ke kerajaan nya xiou si sudah mengurus semua masalah itu dengan sehari sebelum balik ke kerajaan Dongguan.


Bukan itu saja xiou si juga udah pesan pada Feng Wer dan Vincent jika Jorden bertanya maka akan jawap tidak mengetahuinya , jika Jorden bertanya lagi tentang masalah itu katakan saja kami sendiri yang menyelesaikan nya masalah ini.


"Aku kira puteri tahu , waktu pertemuan kemarin belum bermula puteri ku udah balik kata nya ada masalah di kerajaan , aku kira puteriku sudah tahu " ujar Jorden


"Yang mulia tak tahu , Lagian kemarin yang mulia hanya istirehat di kamar tak ke mana mana " ujar balas Vincent


"Bagus lah jika gitu , walaupun aku sudah turunkan taktah ku pada nya aku harap xiou si tak terlalu kebaratan melakukan kerjanya seorang Raja , Lagian xiou si belum mahu ambil alih gelar Raja , mala hanya jadi puteri mahkota untuk sementara saja , itu yang buat aku tak tenang ." ujar Jorden lagi


"Yang mulia melakukan kerja nya dengan baik Tetua , sejak ketidak adaan yang mulia di kerajaan ini , yang mulia sudah antar banyak bantuan ke desa desa yang terabai dan semua desa itu tidak mengharapkan pada raja mereka sendiri ." ujar balas Vincent


"Hantar bantuan ke desa lain ? , berapa banyak desa yang di bantu ?"ujar tanya Jorden


"Setakat ini sudah ada tambahan tiga desa yang akan masuk ke kerajaan kita , hanya itu saja yang aku tahu " ujar balas Vincent


"Nampaknya kerajaan kita semakin luas ?" ujar balas Jorden


"Benar Tetua yang mulia melakukan kerjanya dengan baik " ujar Vincent


"Tadi aku lihat Christopher jalan , dia ke mana ?" ujar tanya Victor


"Katanya pergi bantu xiou si di sana , entah apa yang di minta?" ujar Jorden


"Oh gitu , jika begitu aku pamet dulu aku ada pekerjaan yang di suruh oleh yang mulia " ujar Vincent


"Baik pergilah " ujar balas Jorden


Vincent pun tunduk hormat dan meninggalkan Jorden dari tempat itu.


" Maafkan aku Tetua , yang mulia memerintah ku untuk berkata demikian , yang mulia sebenarnya sudah tahu dengan masalah kerajaan , tapi yang mulia sudah melaksanakan nya kemarin sebelum balik ke kerajaan Dongguan. " ujar batin Vincent yang sudah jalan keluar dari kamar Jorden .


" Apa Tetua bertanya ? " ujar tanya Feng Wer yang berdiri bersandar di dinding menunggun Vincent lintas di tempat itu.


" Eyah Tetua bertanya , aku menjawab seperti apa Yang mulia katakan " ujar balas Vincent


" Entah kapan yang mulia akan balik ? jadi kita berdua harus melakukan kerja yang mulia di sini . " ujar Feng Wer


"Benar sekali , mari kita berdua usahan semua kerja ini , mungkin Cristoper juga banyak kerja di sana " balas Vincent

__ADS_1


__ADS_2