Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 79 tertinggal


__ADS_3

Hai.. bertemu kembali maaf ya updeat nya lama tapi jangan lupa tekan tombol 👍 nya ya itu buat auther lebih senang hati terima kasih atas sokongan kalian semua dan jangan lupa komentarinya


selepas kepergian xiou si dari kerajaan itu , tempat itu sunyi seketika , Roger dan Alexander yang berada di markas itu beserta dengan tentera mereka .


Roger dan Alexander yang duduk di bangku itu berkelakuan seperti boss menilang kedua kaki bersandar dan sambil merokok.


"yaaahhh , Roger tak sangka hanya kita berdua yang di tinggal kan di sini " ujar santai Alexander


"benar tapi yang mulia menyuruh kita awasi mereka dan melatih mereka " ujar roger dan melepas kan asap rokok


"jadi apa langkah pertama nya ?" tanya roger lagi


" aku juga tak tahu ? tapi yang mulia kata putera ku tahu " ujar Alexander


"putera mu ! aku terkejut bila tahu orang itu ada di sini waktu aku baru masuk sini !" ujar Roger sedikit tegas


"benar seperti aku mahu bunuh ! Hoi mana jeneral kalian ?" ujar tegas Alexander dengan suara kuat.


"panggil dia ke sini !" tegas Roger


"aku masih marah dengan kelakuan nya sejak dari dulu , berani dia perlakukan yang mulia seperti itu !" tegas Alexander dengan suara kuat.


hingga semua orang yang di tempat itu hanya diam hanya suara ke dua orang itu saja terdengar dan mereka binggun siapa yang mereka cari?


"jeneral siapa yang kalian cari?" tanya yu Lie


"jeneral kalian di mana dia ? panggil dia ke sini !" ujar Alexander dengan tegas


"baik jeneral " ujar gugup yu Lie dan jalan panggil Zong Ming.


Zong Ming yang ada di markas mula tak senang dan terburu buru keluar , belum sempat yu Lie panggil Zong ming sudah keluar wajah nya lihat ke bawah .


Zong Ming pun tiba di tempat itu


"kau memanggil ku " ujar gugup Zong Ming


para tentera mula hairan Napa Zong Ming bicara gugup dan ketakutan.


"seperti itu kah kamu memberi hormat pada ku !" tegas Alexander


Zong Ming terdiam dan terus berlutut kaki sebelah.


semua tercanggak


"Zong Ming beri hormat " ujar Zong Ming


"apa seperti itu saja cara hormat mu pada nya ! di mana diri sebenar mu !" tegas Roger menetap tajam pada Zong Ming.


"Alfred Zong Ming beri hormat pada ayandah " ujar hormat dan tegas Zong Ming


orang sekiran terdiam lepas dengar ujar dari Zong Ming


"apa aku salah dengar lagi ?" ujar yu Lie

__ADS_1


"jeneral Zong panggil jeneral Alexander ayahdah !" ujar orang sekitar


Alexander hanya diam menetapkan tajam pada Zong Ming , lalu menendang Zong Ming .


" jeneral Alex bawah bersabar " ujar Roger menghentikan Alexender yang sudah lama tahan sabar.


"jangan halang aku Roger ! aku sudah lama tahan sabar dengan putera ku ini !" ujar tegas Alexander


"bawah bertenang Alex jika yang mulia tahu kamu lakukan seperti ini , kalau tahu kan apa jadi !" tegas roger dan


"aku tahu roger ! tapi anak ini sudah keterlaluan , kamu juga tahu kan lepas putera ku meningalkan kerajaan seperti apa yang mulia !" ujar tegas Alexander


"ayah aku salah aku tahu kesalahan dan kesilapan ku , sepatutnya aku tak meninggal kan kerajaan tanpa izin raja " ujar kesal Zong Ming


"sekarang baru kamu akuin ! apa kamu tahu seperti apa yang mulia lepas kamu tinggal kan kerajaan ! jika bukan Jeneral Feng wer dan Jeneral Vincent yang memujuk yang mulia! yang mulia tak seperti sekarang , kamu tahu kan hanya kamu saja yang rapat dengan yang mulia waktu yang mulia sakit kamu yang menjaga nya , waktu yang mulia cedera kamu yang obatinya kamu tahu kan !" ujar tegas Alexander lagi


orang di sekitar mereka hanya diam dan memerhati saja bicara ke dua orang itu , Roger pun tak dapat berbuat apa apa , dalam hati roger juga sangat marah pada Zong Ming tapi dia hanya menahan saja.


"ayah aku tahu aku salah waktu itu aku tak berfikiran luas terus pergi begitu saja " ujar Zong Ming kesal


Alexander pun terus marah tanpa henti dan memberi tahu seperti apa keadaan xiou si dulu


hingga para tentera mula mata berkaca kaca dengar bicara dari Alexander , roger yang mengusap belakang Alexander beri sabar dan mata nya juga mula berkaca kaca


waktu Alexander mencerita lagi Suara dari jauh terdengar dengan tegas


"cukup sampai di sana saja tak perlu bahas lagi !"


"yang mulia " ujar dan berlutut beri hormat para tentera dari kerajaan Liong Han


xiou si lah yang berada di sana.


xiou si pun terus jalan dengan wajah hitam menahan marah


"masalah yang sudah berlalu tak perlu di bicara lagi !" tegas xiou si


" yang mulia kamu belum berangkat ?" tanya Zong Ming


"aku putar balik ada barang ku tertinggal !" ujar tegas dan terus jalan masuk ke Markas.


beberapa minit kemudian xiou si pun keluar dari markas dengan wajah serius.


" xander jika kamu bicara tentang itu ! kamu tahu kan apa yang harus lakukan !" tegas xiou si menetap tajam apa Alexander


"jeneral Alexander sedia menerima hukuman yang mulia " ujar tegas Alexander dan berlutut


"hukuman kamu aku laksana lepas aku balik dari pertemuan lima kerajaan ! dan kalian semua berlatihlah dengan teguh kedua orang itu yang akan membimbing kalian !" ujar tegas xiou si


"terima kasih yang mulia " ujar mereka Semua


"oh ya xander " ujar xiou si sedikit tenang


"ada apa yang mulia ?

__ADS_1


"aku ingin tanya ? Napa kamu tak halang ayah antar kan benda ini " ujar xiou si yang kembali tenang


"apa dia ?" tanya xander


xiou si pun melempar benda itu ke arah xander , dengan cepat xander menangkap lepas lihat benda itu bersinar


"yang mulia ini kan ?" ujar Alexand



xiou si hanya melolot


"apa ? , berapa banyak harus di kirim kan ke sini ? di mana aku nak simpan semua itu ? bulan lepas tiga set pakaian diraja ku di kirim , sekarang pakaian ini lagi Di mana aku nak simpan semua itu ?"ujar xiou si dengan wajah imut


"yang mulia " panggil xander


"sudah lah aku berangkat sekarang " ujar merajuk xiou si


"tunggu yang mulia bagaimana dengan ini ?"


xiou si terus jalan mengabaikan mereka


"yang mulia , yang mulia "


Alexander yang terus menerus memanggil xiou si tapi tak di layan.


"aduh , apa yang aku nak buat dengan tiara ini?" ujar xander dan garuh kepalanya yang tak gatal itu


"jadi apa kita nak buat sekarang ?" tanya Roger


"kedua jeneral yang mulia kata benar , di kamar ada tiga set pakaian dan yang mulia tak tahu nak letak di mana pakaian itu ?" ujar Mo Fan


"haaa ! , bagaimana kamu tahu ? apa kamu ceroboh kamar yang mulia !" ujar Desven


" aku kira kayu ini tajam juga "ujar Roger


"kedua jeneral jangan salah faham , yang mulia selalu minta bantuan dari ku untuk menggurus dokumen yang di kirim " ujar Mo Fan menjelaskan


"tangan ku agak gatal , jika kamu berani lakukan sesuatu pada yang mulia tangan ku ini tak dapat menahannya lagi !" ujar Alexender sambil memegang pergelangan tangannya


"jeneral aku tak berani lakukan itu , lagian aku pernah di pukul oleh yang mulia " ujar Mo Fan


"apa rasa nya enak kena pukulan yang mulia ?" tanya Roger


"rasanya tukang ku seperti patah " ujar sambil mengeluh Mo Fan


"Mo Fan jika kamu ingin tahu kami juga seperti kamu , pukulan yang mulia sukar di hindari " ujar roger dan memupuk punduk kanan Mo Fan


"bersabar lah Mo Fan jika kesabaran yang mulia memuncak sudah nak di hindari " ujar Alexander dan memupuk punduk sebelah Mo Fan lagi


"pufff " ketiga orang itu melepas kan nafas


"nasib kita sungguh malang " ujar Roger

__ADS_1


__ADS_2