
Pada waktu cahaya matahari yang terbenam meninari kota Yan Land petang itu keindahan matahari terbenam sungguh indah terlihat di arah lautan menarik perhatian orang ramai .
" Yang mulia " panggil mili
" Ada apa mili ?" ujar tanya xiou si
"Aku rasa kota ini ada lain sedikit , aku kira dulu nya tak seperti ini ? dan aku kira dulu nya tak ada peraturan seperti ini " ujar Mili
" Benar aku nak siasat apa yang berlaku di sini , jika aku tahu apa puncanya aku tak ragu musnah kan kota ini ! " ujar tegas xiou si
"Yang mulia sekarang nak ke mana ? " tanya Mili
"Kita jalan jalan , aku bosan lihat tampat ini " ujar xiou si
" Baik yang mulia " balas Mili
Xiou si dan mili pun jalan keluar dari tempat itu , xiou si melihat pemandangan yang sangat cantik di arah lautan .
Tempat pertemuan itu terletak di atas bukit , bukan itu saja dari tempat itu dapat lihat keluasan dan besar kota Yan Land.
"Kota ini lumayan juga dan ada sedikit perubahan " ujar xiou si
"Benar lihat di sana dulu nya tak ada rumah besar di sana." ujar balas Mili
mereka pun terus jalan dan bertemu dengan Christoper dan militernya yang menggunakan pakaian biasa .
"Salam hormat yang mulia " ujar hormat Cristopher lihat xiou si mendekat pada mereka . Xiou si hanya anguk kepala dan terus berjalan keliling kota
Waktu mereka berjalan sambil lihat tempat itu , tiba tiba terhengar suara ribut dari arah depan , meraka pun saling memandang hairan dengan kejadian itu , bukan itu saja mereka merasa lain tak ada pengawal yang menjaga di dahagian kota tidak ada satu pun yang di lihat mereka .
Mereka pun jalan ke ke arah suara gaduh itu , mereka sangat terkejut lihat ada satu keluarga yang di usir dari tokoh mereka semata mata hanya mahu tokoh itu saja.
Tempat itu menjadi ribut dan di penuhi orang , di sekitar mereka , pemilik tokoh itu berlutut dan bermohon pada orang itu yang megincar tempat mereka .
__ADS_1
Tapi malang nya tak di pedulikan , orang hanya melihat dan mengarah buruk saja walaupun tak tahu cerita sebenar .
"Haish.! , Napa dimana saja aku pergi semuanya bermula seperti ini !" tegas xiou si yangenahan amanat nya .
Cristopher mili dan para militer itu pun hanya diam tak berani berkata , pada awalnya mereka melihat xiou si sangat biasa lama kelamaan wajah nya berubah .
Pada waktu itu juga sang perebut itu tak tahan lihat pemilik tokoh itu yang tak henti memohon padanya .
"Kamu tak guna ! , aku tak kesah semua itu ! , aku hanya mahu tokoh itu saja tokoh ini tak pantas untuk kalian !" ujar orang itu dan meninjuh sang pemilik tokoh itu tapi tinju nya terhenti
"CUKUP SAMPAI DI SINI SAJA..!" Ujar tegas dan kuat xiou si , hingga orang sekitar dua menoleh ke arah nya.
Terdengar lah suara bisikan dari para kolompok itu.
"Kamu siapa !" tegas orang itu
"Bicara mu tak tahu diri ya ! , sombong sekali apa kerajaan kalian tak ada aturan ! atau kalian yang tak tahu aturan kerajaan !" tegas xiou si pada orang itu.
"Aturan apa ? aku sudah bertahun tahun tinggal di sini , tak ada sebarang pun aturan yang di berikan !" tegas orang itu
"Sudah tujuh tahun aku disini " balas ujar orang itu
" Haish..! benar benar tak guna , Napa aku tak tahu semua ini , tak guna ya kamu raja Yan Land awas ku nanti ! jangan salah kan aku !" ujar tegas xiou si dan mengetuk Raja Yan Land
Semua orang pun terkejut dengan xiou si berkata seperti itu dan membuat mereka tercanggak tak percaya.
"Cristopher..!" ujar panggil xiou si tegas dan kuat.
"Hamba di sini " balas Cristopher dengan sopan
"Cari tahu seluruh tempat ini dan selidik , jika ada apa apa lekas beritahu pada ku , sekarang hampir larut aku harus balik ke penginapan " tegas ujar xiou si
"Yes My lord " ujar balas christoper
__ADS_1
Christopher dan militernya menjalankan tugas mereka seperti apa ya g di tugas kan oleh xiou si.
Hari keesokan hari , pada waktu tengah hari pertemuan para raja di laksanakan dan bermula dengan santapan .
Para pelayan kumpulan kembali di tempat yang sama , setiba para pelayan masuk di dalam semua terkejut xiou si mili dan Sandra sudah berada di dalam menunggu mereka dan semua bahan sudah tersedia.
" Xiou si mili , awal nya kalian tiba dan siapa dia ? " ujar tanya Bibian
" Nama ku Sandra juga pelayan baru di sini " ujar Sandra memperkenalkan diri , awal nya Sandra rasa marah pada Bibian Karna panggil xiou si seperti itu , tapi xiou di Sudah memperingatkan untuk tidak melawan kembali.
" Oh salam kenal Sandra " balas Bibian
Sandra hanya senyum saja.
Beberapa minit kemudian pintu di dorong dengan kuat hingga mereka semua terkejut , mereka semua pun lihat ke orang itu , ternyata yang datang itu adalah ketua pelayan sombong itu , dia membawah beberapa orang bersama dengan nya dan jalan ke arah xiou si.
Sandra dan mili sedar lalu berdiri di depan xiou si melindungi nya , xiou si hanya diam mengabaikan saja , lagian mili dan Sandra juga terlatih .
" kalian berdua minggir ! " tegas ketua pelayan yang pandang rendah pada mereka , dia tak tahu siapa orang yang ada di depan nya hingga hendak melawan mereka dengan percaya diri atas bantuan enam rakan nya
" Biadap ! kalian lah yang harus pergi dari hadapan Nona mulia ! " tegas Sandra menetap tajam pada mereka
para pelayan yang lain sudah ketakutan dan gementar , tapi mereka bertiga seperti biasa saja tak pedulikan amanat mereka.
" Nona mulia ! , ck masih mengakuh nona mulia lagi , kamu tu pelayan rendahan dasar tak tahu malu ! " tegas nya lagi dan tak perasan xiou si guna pakaian bangsawan nya tapi terlihat seperti pelayan.
" Hey kamu , aku beri kamu peluang tarik kembali kata mu atau seluruh keluarga kamu juga terlibat ! " ujar tegas xiou si
" Cis ! , kamu benar benar sampai ! laluan semua heret orang ini dan beri dia pejaran ! " ujar ketua pelayan yang tak tahan marah nya lagi
" Baik ketua " ujar temannya dan menerang xiou si.
malang nya semua itu tak kesampaian , Sandra dan mili yang menghalang mereka , hanya guna satu jurus ke enam teman ketau pelayannya terbuang .
__ADS_1
"Sandra , Mili aku serahkan mereka pada kalian ! atas nama ku aku benarkan ! aku kira tak perlu lagi bersembunyi dari mereka semua tunjukan siapa kita sebenarnya ! " tegas xiou si dan wajah nya terlihat menakutkan.
" Menurut perintah Yang terhormat nona mulia !" ujar Sandra dan mili