Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 55 sedar dari pengsan


__ADS_3

Hingga ke petang hari matahari semakin larut , Mo Fan juga tak berdaya Kerna tak makan sehari demi menjaga xiou si lalu Mo Fan pun turun pergi makan , Jun Qiang dan yang lain juga di sana menungguh panasnya turun.


Hingga malam pun tiba bulan penuh yang bersinar terang memancar dunia , tiba tiba awan hitam muncul tiba tiba menutup cahaya bulan , keterangan bulan mala menjadi merah , Jun Qiang dan yang lain terkejut lihat situasi itu , bulan penuh bewarna merah tanda nya kebangkitan , mata mereka membulat besar lihat bulan merah itu tapi bulan merah itu tak semua orang yang dapat lihat , hanya peri dan orang yang mempunyai kekuatan spiritual.


Tubuh xiou si mengeluar kan haba yang sangat panas hingga mereka yang ada di penginapan kepanasan termasuk Jun Qiang dan yang lain ,


selepas satu jam haba panas itu pelan pelan menghilang.


Keesokan pagi xiou si terbangun masih dalam keadaan linglung , lalu duduk di katil nya , xiou si lihat Jun Qiang dan yang lain juga di sana tertidur menjaga xiou si .


xiou si pun pergi mandi, duduk di dalam takungan air dengan lama dan berfikir.


"Napa terjadi lagi ini pada ku , waktu aku berumur empat belas tahun juga aku terkena seperti ini ! , tapi sakit nya berbeda dari yang dulu !" ujar batin xiou si yang masing di dalam takungan air itu.


xiou si pun berangkat keluar dari tempat itu dan berdandan , xiou si lihat mereka masih tertidur keletihan , lalu balik ke katilnya duduk di tepi dekat dengan tiang katil yang bercadar , xiou si masih merasa lelah dan mata nya pelan tertutup tidur sebentar saja ,tidur dalam keadaan duduk dan bersandar di tepi tiang katilnya.


Beberapa minit kemudian Jun Qiang dan yang lain juga pun banggun dalam keadaan letih , lihat ke arah xiou si yang tidur dalam keadaan duduk.


"Yang mulia ..." ujar Jun Qiang


Xiou si pun sedar dengar panggil dari Jun Qiang.


"Kalian sudah banggun..." ujar xiou si yang baru banggun


"Apa yang mulia baik-baik saja....?" tanya Jun Qiang


"Eyah , apa kalian yang membawah ku balik ke sini...?" tanya xiou si


" Benar , aku dengar yang mulia memanggil ku , jadi aku panasaran waktu itu lagi pun panggilan yang mulia sangat berbeda dari biasanya..." ujar kawatir Jun Qiang

__ADS_1


"Yang mulia sejak kapan lagi yang mulia seperti itu ?, aku juga curiga waktu tu dan aku dengar yang mulia memanggil nama ku juga..." ujar Zhang wei dia juga sangat kawatir dengan xiou si


"Maaf ya buat kalian kawatir dengan ku dan terima kasih ya .." ujar tenang xiou si


" Yang mulia , yang mulia perlu rehat .." ujar Tenky


"Aku baik baik saja , aku tahu kalian sangat letih menjaga ku , kalian pergi lah rehat..." ujar xiou si sedikit lesuh


"Baik yang mulia..." ujar mereka semau


Pintu kamar terbuka pelan , xiou si hanya diam lihat siapa yang masuk , hingga orang itu tiba di tempat tidur xiou si.


"Yang mulia , kamu sudah sedar..." ujar orang itu dengan penuh kerisauan yang terlihat di muka nya..


"Selamat pagi Mo Fan..." ujar tenang xiou si dan tersenyum


"Yang mulia , Napa dengan yang mulia semalam badan yang mulia sangat panas ?, apa yang mulia masih tak sehat ?, ini aku bawahan kan makanan untuk yang mulia.." ujar Mo Fan , dia juga terkejut lihat xiou si sudah terbangun di awal pagi


Xiou si terdiam dengar penjelasan dari Jun Qiang , xiou si juga terkejut dengan kelakuan Mo Fan pada nya , tanpa berfikir lama xiou si pun jalan duduk di ruang utama dekat dengan pintu masuk utama , xiou si lihat makan yang di bahawa oleh Mo Fan , selepas penutup nya di buka Mo Fan menyediakan bubur ayam dan sup herba untuk xiou si , makanan yang sangat sesuai untuk yang baru saja sembuh dari sakit nya.


"Apa kamu sudah makan...? " tanya xiou si


Mo Fan hanya diam tak berkata , dia pun menggeleng kepala saja , lalu lihat bubur yang di bawah oleh nya terlalu banyak , lalu membahagikan kepada dua dan memberikan pada Mo Fan yang satu lagi , Mo Fan menolaknya tapi tetapan mata xiou si yang sangat tajam hingga dia merasa takut.


"Mo Fan maaf ya merepotkanmu..." ujar xiou si pada Mo Fan


"Aku bertanggungjawab dengan tugas yang di berikan oleh tetua yang mulia , jika yang mulia dalam masalah aku tak akan di lepas kan dengan muda , jika yang mulia dalam keadaan seperti kemarin dan jika mereka tahu yang mulia tak sehat kemarin mungkin aku sudah lama..." ujar Mo Fan terhenti dan tak berkata


" Terima kasih Mo Fan..." ujar xiou si

__ADS_1


meraka Pun menghabisannkan makanan itu.


"Yang mulia aku turun dulu, sebentar lagi aku melaksana kan kerja ku..." ujar Mo Fan dna tunduk


Mo Fan pun meninggal kan kamar xiou si dan membawah bekas makanan itu dan jalan ke tempat kerja nya , begitu juga yang lain , xiou si merasa bosan lalu turun ke bawah.


"Xiou si apa kamu sudah baik... " tanya ibu Oddes


"Ibu , aku baik baik saja hanya sedikit pening saja " ujar xiou si


"Kamu pergi lah isterehat , Mo Fan beri tahu ku kemarin, aku sangat kawatir pada mu. " ujar ibu oddes dengan muka kawatir


"Maaf ibu Oddes , aku juga tak tahu Napa tiba tiba aku seperti itu...!"


Mereka pun terus berborak hingga tenggahari , di dalam penginapan itu hanya tinggal ibu Oddes dan xiou si saja.


"Ibu Oddes , aku ingat bertanya...?" ujar xiou si


"Apa dia...?" balas nya


"Aku ingin tahu apa nama kamu ?" ujar xiou si sedikit tegas


Ibu Oddes pun terdiam , sekian lama tak ada seorang pun bertanya tentang nama nya , dia pun tersenyum .


"Sudah lama tak ada orang yang ingin tahu nama ku , aku tak sangkah kamu akan bertanya , sedangkan mereka juga tak pernah bertanya siapa nama ku." ujar kesal ibu Oddes


"Benar..."


"Eyah , oleh Karna kamu ingin tahu aku beri tahu saja , nama ku Vivian Lee via..." ujar dengan tenang

__ADS_1


Xiou si terdiam dan mematung "Vivian Lee via , jadi di lah orang yang mereka suruh cari...!" ujar batin xiou si


Dia pun tersenyum gembira terjumpa dengan yang orang di suruh cari , Vivian atau di panggil ibu Oddes merasa hairan lihat xiou si yang tiba tiba tersenyum gembira .


__ADS_2