Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 75 pesan


__ADS_3

Hai ... teman sekalian terima kasih Karna menunggu Episode baru nya ,. tapi jangan lupa ya tekan tombol 👍 nya ya itu buat auther lebih senang hati terima kasih atas sokongan kalian dan komentarinya..😊


Semua para tentera melakukan pekerjaan yang di printah oleh xiou si tak ada seorang pun yang berani bertanya dan bicara dengan xiou si .


Waktu xiou si pertama kali nya masuk ke tempat itu , mereka suka bertanya dan berbicara dengan xiou si tapi waktu itu mereka hairan Napa Zong Ming dan yang bai melayan dan bicara sopan dengan xiou si.


Di saat berlaku pergaduhan , Zong Ming dan yang bai terlepas kata dan dari situ mereka semua tahu siapa xiou si sebenarnya hingga kini mereka tetap diam hanya bicara bisikan saja terdengar.


"Teng Shi apa ini benar atau mimpi awal nya nona sekarang yang mulia ? , apa kira aku sedang mimpi " ujar yu Lie masih binggung


"Aku juga tak tahu nak kata seperti apa Lie , aku juga terperanjat bila dengar tuan Mo Fan , jeneral dan komender yang bai panggil nona yang mulia tadi.." ujar balas yu Lie yang masih keadaan kebinggugan .


Desven yang bersama dengan mereka awalnya desvan hanya diam dan dengar bicara mereka akhirnya Desven pun bertanya pada mereka . mereka juga tak tahu siapa Desven dan mereka menyangkah Desven hanya orang bantuan saja.


"Siapa yang kalian maksudkan ? " tanya Desven


"Orang yang duduk di sana itu " ujar yu Lie dengan santai


Desven pun menoleh ke arah tempat itu.


"Yang mulia !" ujar batin Desven dan mata membulat besar.


"Tuan kamu Napa ?" tanya Teng Shi lihat Desven membeku dan mata membulat besar lihat ke arah xiou si.


Desven pun jalan laju keluar dari gudang penyimpanan dan terus ke arah xiou si.


"Tuan tuan ?" panggil mereka yang lihat Desven berlari ke arah xiou si


Tiba di tempat xiou si dan berdiri di depan nya , xiou si pun lihat Desven .


"kamu siapa ?" tanya xiou si


Desven pun berlutut dan meletakkan tangan kanan di sebelah dadah kiri , semua orang tercanggak lihat Desven seperti itu.


"Apa yang tuan ini lakukan ?" ujar hairan Hou dou


"Komender Desven dari pasukan silver merah beri hormat pada yang mulia " ujar tegas Desven


Sekali lagi orang yang di sekitar itu pun terkejut lagi , Mo Fan dan yang bai mula gementar orang yang di mengikut mereka tadi bukan orang yang di sewah tapi dia adalah salah satu Petinggi di kerajaan Liong Han .


"pasukan silver merah ? jika aku tak silap kamu bersama dengan Roger ?" tanya Xiou si


"Benar yang mulia " ujar balas Desven tanpa rasa ragu menyebut panggilan itu.


"Di mana Roger ?" ujar tanya xiou si


"Jeneral kata ada sesuatu nak di uruskan , jadi Jeneral menuruh aku mendahului masuk " ujar balas desven


"Baik berdiri lah " ujar xiou si


"Terima kasih yang mulia " ujar balas Desven dan berdiri.


saat Desven mula berdiri mata nya tak sengaja melihat ke xiou si yang sedang duduk , mata nya terus membulat besar lihat xiou si dalam keadaan terluka


"Yang mulia tangan mu !" teriak Desven


"Aku tak apa apa " ujar tenang xiou si


"Beri aku printah yang mulia ! , siapa yang melukan kan yang mulia ?" ujar tanya Desven yang mula kawatir lihat keadaan xiou si

__ADS_1


"Tak perlu aku udah tangkap orang itu " ujar tenang xiou si lagi.


"Baik , tapi harus obati luka yang mulia dulu " ujar Desven


"Tak apa aku baik baik saja " ujar xiou si lalu berdiri dan jalan ke arah Zong Ming dan Desven juga jalan ikut bersama xiou si.


"Alfred Zong Ming !" panggil tegas xiou si dan mata nya melolot ke arah Zong Ming yang masih berlutut di sana.


Zong Ming hanya diam dan bergetar sudah bertahun tahun nama sebenar atau nama penuh nya tidak di panggil sejak Zong Ming meningkan kan kerajaan tak ada yang tahu nama itu.


"Pemohonan kamu tadi aku tak dapat penuhi " ujar xiou si


Zong Ming hanya diam tak membalas bicara xiou si.


"Apa itu Zong Ming ?" tanya Desven


"Benar itu dia " balas xiou si


Mereka pun terus bicara


Balik ke gerbang utama.


Waktu Roger hendak hantar surat itu , Roger lihat ada orang yang jalan mendekat ke arah nya menggunakan jubah dan topi jerami .


"Siapa orang ini ?" ujar Roger


Roger pun melihat dengan mata tajam ke arah orang itu.


"Napa kamu lihat ku seperti itu ?, apa kau ingin makan ku ?" ujar orang itu


"Maaf jenerel Alexander , aku kira siapa tadi ? Napa jenerel ke sini ?" ujar tanya roger


"oh , kebetulan juga yang mulia mengirim surat untuk mu " balas Roger dan beri surat itu pada Alexander


"Apa yang mulia meminta sesuatu ?" tanya Roger


"Benar seperti nya darurat ! apa kamu tahu yang mulia di mana sekarang ?" ujar tanya Alexander


"Eyah aku tahu yang mulia ada dimana , tapi aku kira yang mulia dalam masalah hingga menghantar pesan untuk mu " balas Roger


"Mungkin saja , ayoh kita ke sana " ujar tegas Alexander


Mereka pun jalan masuk ke dalam , Yun Tang lihat Alexander dan Roger melintas mereka , Yun Tang tak menghalang mereka hanya Melawati saja dan beri hormat pada mereka , militer dari kumpulan Alexander juga ikut bersama masuk kedalam.


Balik ke markas


Xiou si yang masih berbicara dengan Zong Ming tanpa henti .


"Yang mulia aku minta maaf , tapi jika yang mulia menolak permohonan ku , siapa yang akan megantikan nya ?" ujar Zong Ming yang masih ragu


"Aku akan hantar Alexander ke sini !" ujar tegas xiou si


Zong Ming terdiam , mata nya membulat besar , wajah pucat dan ketakutan dengar nama Alexander.


Lima belas minit kemudian , Roger dan Alexander tiba di tempat itu bersama dengan militer nya.


mereka pun jalan ke arah xiou si dan beri hormat pada xiou si


"Jeneral Roger dari pasukan silver hijau beri hormat pada yang mulia " ujar roger dan berlutut beri hormat

__ADS_1


"Jeneral Alexander dari pasukan silver merah beri hormat pada yang mulia " ujar Alexender dan berlutut beri hormat


"Para militer beri hormat pada yang mulia " ujar semau orang bawahan Alexander


Tempat itu menjadi lebih sepih lepas dengar banyak kali kata yang mulia


"Berdiri ! aku baru mengirim pesan untuk mu , kamu sudah tiba dengan cepat " ujar tanya xiou si pada Alexander


" Terima kasih yang mulia " ujar mereka semua


"Kebetulan sekali aku dalam berjalan ke sini " ujar balas Alexander


"Ada apa kamu ke sini ?" tanya xiou si


"aku ke sini , hantar pesan dari tetuan " ujar Alexander dan tunduk hormat


"Oh gitu "


"Yang mulia aku sudah baca pesan nya jadi bagaimana ?" ujar tanya Alexander


"Apa kamu lihat orang orang yang ada di sini ?" tanya xiou si


"Eyah aku melihat nya " ujar balas Alexender


"Aku mahu kamu latih mereka seperti di tempat mu , kekuatan fizikal terlalu rendah dan juga anak kamu juga seperti itu !" tegas xiou si


"Putera ku apa dia ada disini ?" tanya Alexander


"Eyah , dia ada di sana " ujar xiou si dan menunjukkan di mana arah orang itu.


"Baik aku megerti yang mulia "


"Hei , kamu jangan berlagak sangat , dasar pecundang !" teriak Nai Yun


Alexander melolot mata nya yang melempar lembing nya ke arah Nai Yun yang di ikat di dinding itu , lemparan lembing Alexender terus meroboh kan dinding tinggi itu hingga berkeping keping dan seperti biasa nya orang di tempat itu terkejut.


"Xander aku lupa beri tahu gadis itu adalah menantu mu dan orang yang membuat aku jadi seperti ini !" ujar tegas xiou si


"Menantu ? apa yang terjadi pada mu yang--." ujar Alexander terhenti lihat tangan xiou si yang terluka itu.


"Yang yang mulia tangan mu ! , Napa dengan tangan yang mulia " ujar gugup dan kaget Alexander , roger juga seperti itu dan mula ketakuan.


"Yang mulia obati luka yang mulia dulu , dengar kan permohonan kami yang mulia " ujar Roger yang sudah ketakutan


"Napa kalian semua berkata seperti itu ?" ujar tenang xiou si


"Yang mulia jangan kata gitu ? , bagaimana jika Jeneral Feng wer tahu keadaan yang mulia seperti ini ! jeneral tidak akan lepas kan kami semua jika jeneral tahu !" ujar kaget Alexender


"Aku tahu kalian takut dengan nya " ujar tenang xiou si


"Kami Mohon yang mulia obati luka yang mulia dulu ." ujar mereka semua dan tunduk hormat


"Baik "


"Ambilkan peti obat." teriak Alexender.


Orang dari berasal dari tempat itu hanya diam tak berani buat apa apa .


"Alfred Zong Ming berdiri lah dan obati luka kamu !" tegas xiou si beri kebenaran pada Zong Ming

__ADS_1


__ADS_2