
Sebelum kematian nenek itu , dia sempat bertanya siapa nama xiou si dan berasal dari mana , xiou si beritahu jati diri sebenar nya dan nenek Itu memohon pada xiou si untuk jaga orang desa di sini
"Kalian bersikan tempat ini , panggil kan Chong ke mari "
"Baik yang mulia "
"Hapuskan wajah sedih kalian bila keluar "
"Baik yang mulia "
Lepas salah satu militer itu keluar , xiou si terus terjatuh , kaki nya merasa lemas , meskipun uda banyak orang yang mati di depannya , tapi kematian yang ini bukan seperti yang dia lihat tapi kematian ini adalah permohonan dari sang pesakit
Xiou si yang terduduk di lantai berkarpet itu memeluk kedua kaki menutup wajah nya
"Yang mulia " ujar Christoper dan beri tuala kecil
"Terima kasih Cris , akhir nya nenek ini ingin mati , aku bah kan tak bisa halang permintaannya "
"Yang mulia uda bekerja keras dan lakukan yang terbaik "
"Yang mulia kami uda selesai bersikan tempat ini "
"Nek , pergi dengan tenang "
Xiou si hanya angguk kepala , mayat nenek di tutup kain putih
"yang mulia panggil aku ?" ujar Chong uda masuk di dalam rumah itu
"Eya , kamu balik ke kerajaan dengan segerah , sediakan peti mati termahal dan bawah beberapa orang ke sini untuk gali kubur , satu lagi sediakan batu nisan termahal serta sediakan Boutique dan bawahan kan pakaian ganti untuk arwah sekarang , aku tak tahu dan sebelum kamu pergi tanya kan nama nenek ini , pergi dengan tenang dan jangan mencurigakan "
"Baik yang mulia " ujar Chong , dia juga turut sedih dengan kejadian itu
Sepuluh minit kemudian , dengan pantas Chong menunggang kuda balik ke kerajaan bersama dua orang bersama dengan nya
Xiou si jalan keluar dari kediaman bersama dengan yang lain , di pintu depan kediaman itu keluarga nenek itu berdiri di depan lihat xiou si dan yang lain dengan wajah sedih , xiou si terus membungkuk di depan mereka gitu juga yang lain yang berdiri di belakang xiou si
"Nona mulia Napa tiba tiba tunduk pada kami ?"ujar sang isteri
Xiou si menaikkan kepalanya dan lihat sekeluarga itu
"Aku hanya bisa berkata mohon maaf , aku uda lakukan yang terbaik tapi aku tak bisa menentang keputusan nya " ujar xiou si
"Apa maksud nona mulia ini !"
xiou si hanya diam , air mata mengalir di wajah nya menahan tangisan dan kepedihan hati
"Pergi lah lihat ibu kalian untuk yang terakhir kalinya "
"Nona mulia apa maksud nona ibu tak bisa di selamat kan !"
xiou si hanya diam dan membungkuk sebagai minta maaf
"Tida ! Tida ! ibu ! jangan tinggalkan kami ibu ! ibu !" ujar sepasang suami isteri
Satu jam kemudian , satu demi satu masuk pergi lihat arwah nenek tu , tangisan yang sangat menyedihkan dari mereka
"Yang mulia apa tak balik ke sana ?" ujar pelan Christoper
"Apa kamu punyai semangat balik ke sana dalam keadaan seperti ini , aku bah kan tak bisa "
"Maaf yang mulia "
Di sisi lain
"Ini uda hampir sore ? yang mulia belum tiba ?"
"Apa yang mulia , ada masalah ?"
"Tak tahu kita gungguh saja , mungkin yang mulia berhenti di satu tempat "
"Benar juga deh "
__ADS_1
"Napa aku rasa ada yang terjadi ?" ujar Walsen dan lihat ke arah langit
"Apa Tuan tak enak badan ?" ujar Zong Chuan
"Aku baik baik saja , hanya ibu yang mulia "
"Yang mulia akan baik baik saja , Lagian Tuan Christoper bersama dengan nya "
"Benar , kapan ibu yang mulia tiba ?"
"Aku tak pasti Tuan "
"kita tungguh saja hingga esok hari , mungkin ibu yang mulia singgah tempat lain "
"Itu kemungkinan nya "
Balik ke desa
Keluarga sang arwah , yang masih tak bisa menerima kepergian ibu mereka yang uda lama sakit , tanpa ada tindak balas dari istana kerajaan , xiou si yang dari kerajaan lain tak tegah lihat rakyat yang di abaikan
"Ibu Napa ibu pilih untuk pergi Napa ibu Napa " ujar sang isteri yang memeluk ibu nya itu
Xiou si jalan masuk dalam kediaman itu lalu berkata
"Aku sudah maaf kan kalian " ujar xiou si berdiri di belakang keluarga arwah itu
"Apa yang nona mulia katakan ?"
"Aku sudah maaf kan kalian " ujar Xiou si lagi
"Siapa yang nona mulia maaf kan ?"
"Aku sudah maaf kan kalian , itu adalah kata terakhir dari ibu kalian sebelum menghembus nafas terakhir " ujar xiou si
"Apa ! " ujar terkejut Keluarga arwah
"Ibu kalian uda sedar waktu aku merawat nya , katanya tak perlu obati ku lagi aku tak ingin menjadi beban untuk mereka katanya " ujar xiou si
"Napa ibu kata gitu , kami sama sekali tak terbeban , tapi Napa ibu Napa ! kami semua uda lama ingin ibu sembuh tapi Napa ibu pilih untuk pergi " ujar sangat suami
"Kalian tak perlu hiraukan semua itu , aku uda urusan kan esok kalian bersiap untuk kebumikan arwah ibu kalian "
"Nona mulia kami tak punyai wang bayar semua itu ?"
"Saat ada kesulitan kesusahan aku tak butukan wang , aku lebih rela wang aku di guna untuk orang yang lebih susah dari ku , jadi terima lah ini untuk ganti rawatan ibu kalian " ujar xiou si dan membungkuk lagi
"Nona mulia , tak uda tundukkan kepala mu , kami terima nya , jadi tolong jangan rindukan kepala mu , kami yang seharushan berterima kasih pada nona mulia "
"Jika gitu kita seimbang , pergi lah tenang kan diri kalian untuk persiapan esok "
"Baik nona mulia "
"Kalian semau bersiap untuk esok !"
"Baik nona mulia !" ujar para militer xiou si
"Francis , sediakan apa yang perlu kamu tahu kan seperti apa ?"
"Aku tahu nona mulia " ujar Francis dan membungkuk
"Baik bawahan beberapa orang bantu kamu , wali desa panggilan empat orang wanita untuk mandikan arwah itu "
"Baik " ujar hui nan ( wali desa )
Francis pun membungkuk dan jalan melakukan kerja yang perlu di sediakan , hari pun semakin sore matahari uda mula menghilang , lampu lilin di nyalakan di sekeliling rumah dan lampu lilin di bawah dari kerajaan Liong Han , lilin itu tak bisa terpadan karna di tutup kaca tahan panas dan punyai ruang di bahagian atas nya ,
Hanya Contoh
Waktu itu juga tubuh arwah nenek itu uda di bersikan dan Chong juga tiba bersama dua orang yang bersana nya pergi , mereka bawahan pakaian untuk orang mati
__ADS_1
Dalam Kediaman di bersikan dan ada meja sedang besar di tutup dengan kain putih di atas nya di pasang dua lilin dan sejambak bunga yang di sediakan oleh Francis
"Nona mulia apa semau ini ? aku tak pernah lihat seperti ini ?"
"Aku kan kebumikan ibu kalian , ikut cara tempat asal ku , apa kalian semau punyai pakaian hitam atau jubah hitam ?"
"Eya kamu punyai , tapi untuk apa ?"
"Baik esok kalian semau orang desa harus guna pakaian hitam tak kira bagaimana pun pakaian kalian "
"Baik jika gitu kami semau pergi cari pakaian hitam sekarang " ujar Hui nan
"Kalian semau pergi carikan pakaian hitam kalian " ujar Hui nan beri printah
Orang desa tak menentang dan semua nya ikut apa yang di katakan oleh Hui nan
"Wali desa , kalian semau harus guna serbah hitam " ujar xiou si lagi
"Baik " ujar orang desa dan masing masing balik ke rumah mereka mencari pakaian
"Nona mulia , ini pakaian yang tetua sediakan untuk nona dan Bouquet serta pakaian juga uda di bawah " ujar Chong menghadap xiou si
"Baik , bagiamana dengan persiapan ?"
"Subuh nanti mereka bertolak dan batu nisan itu uda sedia ada hanya tinggal ukir nama nya saja , mereka akan bawah sekali subuh nanti "
"Baik , tindakan mereka cepat sekali , oh ya bagaimana dengan pakaian hitam kalian ?"
"Uda kami bawahan kan bersama "
"Bagus "
"Nona , aku uda siapkan kamar untuk mu rehat lah dulu di dalam " ujar Francis
"Baik terima kasih , kalian jagakan kawasan ini "
"Baik nona mulia "
Keesokan hari nya di waktu subuh , semua orang desa uda guna pakaian serba hitam dan menungguh di depan kediaman itu
Kenderaan kereta kuda tiba membawah peti mati dan baru nisan serta sepuluh orang desa dari kerajaan , xiou si tiba dengan pempilan
Orang desa tercanggak lihat pakaian xiou si
"Nona mulia " ujar panggil para militer dan membungkuk
"Eyah , Chong berikan pakaian itu pada wanita yang mandikan arwah itu , jika uda selesai masukan nya dalam peti mati "
"Baik " ujar mereka dan sepuluh orang membawah peti mati dan letak kan di depan kediaman itu
Peti mati itu di tutup dengan kain Bendera Kerajaan Liong Han , sekali kain itu di buka peti mati yang di ukir berhias berwarna putih
Orang desa terkejut lihat peti mati itu Karna mereka tak pernah lihat
"Nona mulia " ujar panggil dari belakang xiou si yang membawah peti mati dan batu nisan itu
Xiou si menolah belakang
"Apa kamu yang bersama dengan mereka datang ke sini Gabriel ?"
"Salam hormat nona mulia , ya aku yang datang bersama dengan mereka , Chong uda beritahu kemarin jadi aku datang di printahkan oleh Tetua " ujar Gabriel dan memperlihatkan token warna emas
"Ayah mengirim kamu Karna kawatir pada ku , apa benar ?"
"Mohon maaf , benar Tetua kawatir pada nona mulia , Lagian Tetua tahu ini pertama kalinya seseorang memohon pada nona "
__ADS_1
"Bagus lah jika kalian gerti , kalian bantu saja mereka yang butukan bantuan "
"Baik nona mulia "