
Senyuman xiou si yang sangat cerah ,selepas bertemu dengan orang yang di mohon oleh orang desa akhir nya xiou si sudah temukan , tapi Vivian Lee via atau di panggil ibu Oddes tak mengenali xiou si.
"Ibu via , apa aku boleh panggil mu seperti itu...?" tanya xiou si
" Ehmm ? , tak ada masalah panggil saja suka hati mu lagi pun sudah lama aku tak di panggil seperti itu..." ujar ibu Oddes atau ibu via , dia hairan Napa xiou si tiba tiba ingin tahu nama nya dan masih binggung.
" Terima kasih , hari sudah larut aku masuk dulu sediakan sarapan malam.. " ujar xiou si dan jalan masuk .
Ibu via hanya senyum saja , lihat kelakuan xiou si yang sangat sopan , tapi dia tak berfikir panjang dan tak sedar siapa xiou si .
hari berikutnya.
Istana tempat raja Huang melaksana kan kerja nya , Lu Ming berdiri di sampingnya hanya diam tak bicara.
" Lu Ming apa kamu melihat kejadian yang semalam....?" tanya Raja Huang
"Yeah , l raja Huang aku melihat nya..." balas Lu Ming
"Apa kamu sudah menjumpai orang itu...?" tanya nya lagi
"Keberadaan nya susah di cari , lagi pun kekuatan nya sering hilang dan susah di cetak keberadaan nya..." ujar ketakutan lu Ming
"Terus mencari , bulan penuh warna merah itu adalah kebangkitan sang raja dan itu kepercayaan dari moyang ku...!" ujar raja yang masih panasaran dan mencari tahu orang itu
lu Ming hanya diam .
"Pergi terus cari orang itu dan bawah nya ke sini , ingat jangan sesekali menyakitinya ! " ujar tegas raja Huang
"Patik megerti yang mulia raja Huang...." ujar dan tunduk hormat
balik ke xiou si.
"Aahhh , bosan sekali jika duduk Diam di sini...." ujar xiou si dia pun jalan ke tari riang sambil memegang bekas bekalan makanan yang dia sediakan.
Dari jauh xiou si dengar ye chen menangis , beberapa orang yang cuba henti tanggisan itu dan terdengar ada suara kuat di sana , xiou si pun bergegas ke sana .
"Napa dengan ye...?" ujar xiou si
Tiba di pintu tari riang ada empat orang tak di kenali disana , seorang berpakai bangsawan memarahi ye chen yang terduduk di lantai itu , manakala tiga orang itu ada lah pengikut nya atau pengawal nya , xiou si yang berdiri di pintu itu lalu jalan ke tepi dan bersandar lalu melihat hingga orang itu habis bicara , ye chen yang masih menangis.
"Tuan muda tolong hentikan ..." ujar Ru Yen
"Kamu siapa berani bicara dengan ku seperti itu ! " tegas tuan muda itu
"Maaf tuan muda tapi , tapi ." ujar gugup dan menoleh ke arah ye chen , Ru Yen berfikir bagaimana harus dia henti kan ye chen menangis
"Tapi apa !" ujar tegas nya lagi
Ru Yen dan yang lain hanya diam , xiou si hanya lihat dari jarak jauh
__ADS_1
"Orang itu tuan muda rupanya ! "ujar xiou si dan geleng kepala
"putera Huang ye chen ! , Raja Huang melarang kamu keluar dari istana mu , jika Raja tahu apa harus ku kata !" tegas tuan muda itu lagi.
"Oohhh , ternyata raja itu masih menghukum ye lagi ? , ayah seperti apa kamu ini ! , kasihan kamu ye ibu dan ayah mu langsung tak pedulikan mu ." ujar xiou si , dia pun mengelah nafas dan geleng kepala saja.
Sudah setengah jam xiou si di pintu itu tapi tak ada yang perasan , xiou si pun terus mendengar bicara mereka hingga habis.
" Ye chen aku tak tahu Napa kamu panggil aku ibu ? , aku sebenarnya bukan ibu mu tapi kenapa orang tua kamu tak beri kasih sayang pada mu ? , di kerajaan ku , jika aku mendapat ada keluarga seperti ini ! , aku tak akan lepaskan mereka hingga mereka berbaik ! , aku lebih suka di kerajaan ku sentiasa harmoni dan gembira , senyuman mereka tertawa mereka membuat kerajaan ku lebih harmoni.." ujar xiou si yang teringat dia kerajaan nya dan mengelah nafas lagi.
Bicara mereka pun terhenti , xiou si pun jalan perlahan mendekat ke tempat mereka yang masih membawah bekas makannya yang tertutup terapi walaupun sudah setengah jam hidangan itu masih panas.
"Tuan Putera sudah , berhenti lah menangis , aduh apa yang harus ku buat " ujar Ru Yen dan juga beberapa teman nya.
Ru Yen pun menaikkan kepala nya , dia melihat ada bayang bayang xiou si di sebalik ruang ruang di antara empat orang itu .
"Nona ? " panggil Ru Yen tiba tiba
Tuan muda dan pengikut nya terdiam siapa yang dia panggil nona sedang kan di depan nya hanya lelaki saja , mereka pun menyernawakan kan mereka , hingga xiou si berdiri di belakang mereka dengan tepat tajam , Ru Yen dan teman nya hanya diam dan menjauh dari ye chen .
orang yang ada di depan xiou si masih ketawa tak henti .
"Apa kalian sudah habis bicara !" ujar tegas xiou si
Tuan muda dan pengawal nya hairan dengar suara itu dan mereka lihat Ru Yen dan yang lain hanya tunduk kepala saja , lalu mereka pun menoleh belakang lihat xiou si.
"Kamu siapa...!"ujar tegas pengawal itu
"Ye.... " panggil xiou si dengan suara lembut.
Ye terkaku dan berhenti menangis , dengan pelan menaik kan kepala nya , air mata tertakung di bawah mata nya , xiou si hanya senyum , walaupun muka xiou si tertutup separuh masih dapat di lihat dengan jelas jika berdekatan.
"Ye kamu kenapa ?" tanya xiou si
Tuan muda dan pengawal nya berdiam lihat xiou si , tadi nya orang dari tari riang cuba henti kan tangisian tapi gagal.
"Siapa orang ni ?" ujar tuan muda itu
Lalu tuan muda lihat orang dari tari riang hanya tunduk , xiou si pun menoleh ke arah Ru Yen dan teman nya.
"Nona , maaf kan kami " ujar mereka semua dan berlutut di depan xiou si
Mata tuan muda itu membulat besar dan terkejut begitu juga dengan pengawal nya.
"Sudah berdiri " ujar tenang xiou si
"Ye " panggil xiou si , ye chen hanya diam
Lalu menangis lagi ,
__ADS_1
"IBU ! " teriak ye chen yang masih menangis
"Sudah ye "ujar tenang dan mengendong ye chen ke pondok yang dekat dengan mereka itu
"Tunggu siapa kamu ? "ujar tuan muda itu dan panasaran , dia juga terkejut ye chen memanggil xiou si , ibu dengan suara kuat .
"Siapa nama mu !" tanya xiou si dengan tegas
" Nian Ling ." ujar santai
"Oh "ujar pondok xiou si
"Napa kamu marah putera ye chen ? , apa ayah nya yang menuruh nya atau kamu cemburu dengan nya ? " tanya xiou si lagi
Nian Ling atau tuan muda , terdiam dan menelan ludah nya.. " aku di printahkan oleh raja untuk menjaga nya dan melarang ye chen keluar dari istana nya ! " ujar tegas Nian Ling
"Apa kamu tahu status kamu sekaranglah ?" tanya xiuo si Sambil mengusap air mata ye chen yang sedang duduk
"Apa maksud ?" tanya Nian Ling
"Berapa usia mu sekarang...?" ujar xiou si dan jalan ke tempat duduk sebelah ye chen , lalu menangkup ke dua tangan nya di atas meja.
"Lima belas..." ujar Nian Ling
"Sekali lagi apa kamu tahu status mu sekarang !" tanya xiou si lagi..
Nian Ling terdiam dan binggun apa maksud xiou si.
"Ok Gini saja , oleh Karna kamu tak faham maksud ku , aku saja yang beri tahu ! , ok " ujar xiou si dan mengetuk ketuk meja itu guna jari nya
"Kamu adalah tuan muda benar ?" tanya xiou si
"Benar..." ujar tenang
"Dan ye chen adalah putera mahkota benar .?" tanya xiou si lagi
"Eyah benar ."
"Jadi apa kamu layak melayan putera mahkota Huang ye chen seperti itu !" tegas xiou si
"Itu , itu " ujar Nian Ling gugup dan tak dapat berkata , muka nya menjadi Merah.
"Baik lah aku sudah tak ada urusan di sini aku pergi dulu !" ujar Nian Ling yang tak dapat berkata apa apa , dia pun bergegas meninggal kan tempat itu.
"Tunggu ! siapa yang benarkan kamu pergi...!" tegas xiou si
"Kamu belum minta maaf pada tuan putera kalian..." tegas xiou si lagi
Nian Ling pun berdiri mematung di sana dan dengan cepat meminta maaf pada ye chen , tapi xiou si masih tak benar kan mereka pergi.
__ADS_1
Hai tan sekalian maaf ya lambat updeat nya dan terima kasih atas dukungan kalian , jangan lupa ya dengan menekan tombol 👍 nya juga terima kasih.