Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 131 jalan ke poseidon


__ADS_3

Di waktu mereka baru hendak berangkat pergi menujuh ke kerajaan Poseidon , banyak masalah yang di hadapi oleh kerajaan poseiden hingga xiou si terpaksa tanggu perjalan mereka dan tukar strategi perjalan mereka .


"Yang mulia , apa yakin seperi ini ? " ujar tanya Fu kong


"Aku tak yakin , tapi aku harap akan berhasil " ujar xiou si


"Yang agung , jika strategi ini berhasil aku sangaat berterima kasih " ujar arslan


"Tak perlu , lagian aku tak yakin jika berhasil atau tak "


"Yang agung , ucap terima kasih belum cukup untuk ku , lagian yang agung juga selamat kan pengawal ku " ujar arslan


" Bukan aku yang selamat kan mereka , lu yang yang selamat kan mereka , jadi jika nak ucap terima kasih ucap pada lu yang saja " ujar xiou si lagi


"Aku uda berbicara pada nya , tapi katanya jangan lupa ucap pada yang agung lagi gitu katanya "


"CK orang ini kan ! Jadi siapa nama pengawal kamu itu ? " ujar tanya xiou si lagi


"Kalian kenalkan diri pada yang agng " ujar arslan pada pengawalnya


"Salam hormat yang agung " ujar mereka


"EM " ujar pindik xiou si


"Nama ku Alan "


"Nama ku Carlyos "


"Nama ku Danny "


"Nama ku Galvon"


"Nama ku Barson "


"Dan kamu teman nya firdaus ?" ujar xiou si lagi


"Nama ku Lemdion "


"Oh ok , jadi bagaimna kalian sekarang apa uda rasa ok ? " ujar tanya xiou si


"Lebih baik dari sebelumnya " ujar mereka semua


"Bagus jika gitu , jika semua baik baik saja maka kita jaln terus , aku tak nak kelamaan " ujar xiou si lagi


"Baik yang agung " ujar mereka semua lagi


Xiou si pun pun jalan keluar dari perkemahan itu dan terus jalan lihat puluh ribuan para militer yang akan berangkat ke kerajaan poseidon


"Dengarkan perintah !" ujar tegas christoper


Para militer berdiri dengan tegak


"Bertarung dengan nyawa melindungi kerajan adalah kehenda kita sendiri , jiran kerajaan sekarang menghadapi masalah , aku menutuskan untuk bantu dan meskipun aku adalah yang terhormat kata tak dapat jamin keselamatan kalian , aku harap kalian semau balik dengan selamat dan lindungi diri kalian masing masing , saling bantu , lindungi lah rakan kalian dan apa kalian semau udah sedia ?" ujar xiou si


"Kami sudah sedia dan mempertarungkan nyawa kami untuk melindungi rakan perjuang , setia pada raja dan lindungi jiran kerajaan !" ujar tegas pulur ribuan para militer


"Bagus , jika gitu bersiap lah kita bertolak !" ujar tegas xiou si lagi dan megangat pedang ke arar langit


"Printah diterima !"

__ADS_1


"Berjuang lah para pejuang kerajaan "ujar pelas xiou si


"Lu yang , Fu kong kalian mendalui jalan " ujar xiou si lagi


"Bagaimana denagn yang mulia ? " ujar tanya Lu yang


"Aku berangkat bersama Christoper , Fu kong panggil kan mereka ?''


"Baik "


Beberapa minit kemudian ,


"Yang agung " ujar panggil mereka


"Alan , carlyson dan Danny , aku mahu kalian jalan bersam denagn Fu kong , Galron Barson dan Lemdion kalian pergi bersama dengan Lu Yang , Arslan dan FIrdaus kalian ikut aku " ujar xiou si dan membahagikan mereka


"Napa di bahagikan Yang mulia ? " ujar tanya Lu yang


"Apa kamu nak aku panjang lebar menjelaskannya ? ! "ujar xiou si


"Eh , ti tida yang mulia aku udah faham " ujar lu yang sedikit gugup


"Yang mulia , bendera dan logo itu udah siap "


" Oh ternyata kamu wali desa milga mickel , cepat sekali kalian siap kan ? "ujar xiou si


"Yang mulia ingin guna dengasn mendesak , jadi kami para warga desa milga hingga tak tidur hanya tujuan siap kan ini " ujar mickel


"Terima kasih , kalian semau rehat lah dan pergi ke kota B minta lah bayaran untuk hasil kerja kalian " ujar xiou si


"Yang benar saja yang mulia , itu sangat memberi kami tenaga balik , terima kasih yang mulia kebaikan ini tak akan lupa " ujaar mickel


Mereka binggun dan hairan apa benda itu ? Lalu mereka buka lebar kain yang berlipat itu , mereka terkejut dan tak percaya


"Yang agung ini ! " ujar mereka


"Kalian gerti maksud nya kan ? ''ujar xiou si


"ooohhh jadi gitu aku gerti maksud nya " ujar Arslan


" Yang agung lakukan seperti ini , supaya nanti tiba di sana tak ada salah faham , tak sangkah yang agung lakukan semau ini dan persediaan mereka sangat luar biasa , orang desa juga bekerja dengan baik " ujar batin Arslan


Mereka pun berangkat jalan menujuh kerajaan poseiden


Di sisi lain , kerajaan Dongguan


"Hmer , jika yang mulia dengar perkataan itu , sudah lama raja kalian melayang tak kembali "


"Siapa " ujar mereka dan terkejut tiba tiba ada suara dari arah atas


"Ah , di ketahui pula " ujar orang itu dan melompat turun bersama empat orang lagi


"Kamu siapa ?" ujar tanya Zong Ming


"Oh maaf , nama ku Wesley Abinor Gian salam kenal untuk kalian dan kamu adalah Alfred Zong Ming putera sulung kepada Alexander Zong Tian apa benar ?" ujar orang itu dan memperkenalkan diri nya , yang berusia lima belas tahun


"Bagaimana kamu tahu nama ku dan ayah ku ?" ujar tanya Zong Ming


"Aku tahu segala nya " ujar orang itu lagi

__ADS_1


"Apa tujuan kalian ke sini ?" ujar tanya Zong Ming lagi


"Ah lupa tapi canda , ibu yang mulia ku minta aku mengawasi kalian dan bantu kalian " ujar Wesley


"Siapa ibu yang mulia ?"


"Tak boleh tahu , itu adalah rahsia "ujar Wesley lagi


"Tuan " ujar panggil dari belakang Wesley


"Oh kamu uda tiba ya ?"


"Eya Tuan , aku baru tiba "


"Kamu siapa ?" Ujar tanya zong ming lagi


"Panggil saja Zong Chuan " ujar dia dan berusia delapan belas tahun lebih tua dari wasley


"Zong Chuan ? Napa nama itu seperti ku dengan ?" ujar batin Zong Ming


"Zong Ming apa bisa kami masuk dalam markas ?" ujar tanya Zong Chuan


"Jika mereka di antar oleh yang mulia mana bisa aku halang Mereka " ujar batin Zong Ming


"Tentu saja , silakan masuk " ujar Zong Ming lagi


"Jeneral , siapa mereka Napa benar kan ?" ujar tanya yang bai


"Jangan halang mereka , kita tak kenal siapa mereka jika mereka berasal dari kerajaan yang mulia , aku takut --" ujar Zong Ming dan terus berhenti


Zhong Chun wasley dan empat orang itu masuk dalam markas


"Aku tak sangkah dia di sini ? !" ujar tegas Zong Chuan


"Apa kamu benci padanya ?" tanya wasley


"Tida , tapi setiap kali lihat wajah nya buat aku tak senang ! jika dia tak tinggal kan kerajaan waktu itu aku tidak seperti ini !" ujar tegas Zong Chuan


"Kamu sekarang sama pangkat dengan nya , Napa kamu tak pergi menyapanya Lagian ibu mulia kata mereka tak berani menentang kita " ujar wasley


"Tuan , itu benar tapi aku tak ingin lihat orang itu , buat aku ingat kembali masa lalu !" ujar tegas Zong Chung


"Sudah lah , ibu mulia kata ada kamar nya di sini , tapi sebelah mana ? Zong Chuan " ujar wasley


"Baik tuan , aku tanya dengan dia dahulu ?" ujar Zong Chuan


Zong Chuan pun jalan keluar dan bertanya pada yang bai yang dekat padanya .


"Maaf , apa bisa bertahu di mana kamar yang mulia ?" ujar tanya Zong Chuan


"Kamar yang mulia ? oh tentu saja , aku tunjuk kan " ujar yang bai


Yang bai pun tunjukkan kamar yang xiou si guna , lepas saja yang bai turun .


"Bai Napa kamu tunjuka kamar yang mulia ! , bagaimana jika yang mulia tahu bila dia balik !" ujar tegas teman nya


"Shuutt , jangan di bicara kan nanti kita yang kena balik " ujar yang bai


"Tuan kira nya mereka curigai kita " ujar Zong Chuan yang lihat mereka dari atas saja

__ADS_1


"Abaikan mereka aku nak rehat sekejap , kamar ibu mulia nyaman sekali " ujar wasley


__ADS_2