
"Hahaha "ketawa keras
Tertawah orang dari kem tentera dari sebelah yang selalu memhina dan mengejek dari tentera kem sebelah ia itu kem dari tentera Zong Ming.
Mereka lihat para tentera itu melintas tempat mereka dan mengejek mereka tanpa henti , dari permulaan nya hingga ke akhir nya mereka sedar sudah lebih sepuluh kali mereka melintas di tempat itu mereka hanya diam , akhir nya mereka mula bosan dan mengabaikan mereka.
Waktu pun sudah tengahari , Roger dan Alexander tidak menyangkah para tentera itu terlalu semangat dan mereka sudah pusing empat puluh kali .
"Tak ku kira mereka begitu semangat ?" ujar Desven lihat mereka melitas di depan mereka .
"Benar tapi ini sudah tengah hari " ujar xander
"Jadi jeneral xander " ujar tanya Roger
"Ayuh kita siapkan makan tengah hari , biarkan mereka Putar hingga lima puluh kali " ujar xander dan terus jalan ke dapur
Di markas itu hanya tinggal mereka dan tentera mereka saja , semua tentera Zong Ming di wajip kan ikut larian itu tak ada yang terkecuali nya.
"Jeneral bukan tadi kamu kata seratus kali ?" ujar tanya Desven
"Hingga ke malam pun tak akan selesai " ujar xander
"Kan mereka sudah empat puluh kali pusing , tentu saja mereka bisa melakukan nya " ujar Roger
"Apa kalian nak mereka mati tak makan dari pagi !" tegas xander
"Tentu saja tidak " balas Roger
"Sudah lah bantu aku sedih kan makan tengah hari mereka !" tegas xander lagi
"Yes jeneral Alexander " ujar sopan roger dan Desven
" Ck cepat lah ! , lambat sekali kalian berdua " tegas xander lagi
Mereka pun menyediakan makan tengahari tak pedulikan mereka sama sekali.l
Di sisi lain
"Jeneral kami sudah tak larat lagi " ujar bawahan Zong Ming
"Kalian ingat kalian saja yang penat ! terus kan saja ada tiga kali lagi sudah lima puluh pusingan !" ujar Zong ming tegas dan merasa letih
Mereka berlari tanpa henti sejak awal pagi lagi
"Dasar orang tua , aku tak sangkanya dia akan lakukan seperti ini !" ujar bentak batin Zong Ming
"Lari semua semangat lah kita pasti boleh melakukannya !" teriak salah satu dari mereka
"Hoorrrr !" teriak semangat
__ADS_1
Mereka pun terus berlari hingga tinggal satu pusingan lagi
Balik ke Markas
"Apa makanannya sudah siap ?" ujar kuat xander
"Sudah Jeneral " balas tenteranya
"Bagus , terus letak kan di meja , sedia kan juga piring dan suduh nya sekali , nanti kita bahagian sama rata " ujar tegas xander lagi
"Desven pergi lihat apa mereka sudah tiba !" ujar xander lagi
"Aku baru saja lihat tadi mungkin mereka sudah dekat " balas Desven
"Bagus jika mereka tiba , terus hentikan mereka sekarang udah tengah hari waktu rehat dan waktu makan ! pergi jemput mereka di pintu jalan saja " ujar xander
"Yes jeneral " balas Desven
Desven pun jalan bersama dengan tiga orang bawahan nya pergi menunggu Zong Ming dan yang lain di depan pintu masuk ke kem Mereka
Dari jauh Zong Ming dan tentera nya lihat Desven dan tentera nya menungguh di luar kawasan markas mereka dan mereka pun terus berlari hingga ke tempat itu , setelah mereka tiba di sana mereka hendak terus lintas Desven
"Berhenti !" ujar kuat Desven
Mereka pun berhenti dan hairan
"Sampai di sini saja , jeneral menyuruh kalian rehat " ujar Desven
"Ini adalah printah , jika yang mulia tahu ! kamu ingat kami akan bebas setelah yang mulia balik dari tertemuan ! pergi rehat semua nya sudah tersedia di dalam !" ujar tegas Desven
"Baik " ujar mereka semua tak berani menentang
Mereka pun masuk ke dalam , tiba di sana mereka terus rehat dan air dinding di sediakan dan diberi kan mereka minum.
Lepas tiga puluh minit
" Kita sudah cukup lama rehat , ayuh kita lanjutkan tinggal lima puluh pusingan lagi.." ujar Zong Ming
"Baik jeneral " ujar mereka semua
Mereka pun berdiri dan melanjutkan larian mereka
*****
" Tetua yang mulia sudah tiba " ujar salah seorang militer yang ikut bersama dengan ayah Xiou si
" Baik jemput mereka dan kemaskan khema puteri ku " balas nya balik
" Baik tetua "
__ADS_1
Mereka pun menjemput ke tibaan xiou si
"Salam hormat yang mulia xiou jes si , salam hormat jeneral Christoper " ujar mereka semau menyambut ketibaan xiou si dan membantu nya turun dari kereta kuda itu
"Eyah di mana ayah ?" ujar tanya xiou si
Christopher hanya angguk kepala saja lepas di beri hormat.
"Tetua ada di dalam " balas salah seorang dari mereka
"Baik , kalian semau boleh rehat " ujar xiou si
" Yes My lord " ujar mereka Semua
xiou si pun terus jalan ke tempat ayah nya.
" Napa lama sangat ?" tanya sang ayah yang merindukan sang puteri yang lama berjauhan
"Maaf ayah ada sedikit urusan tadi sebelum jalan " ujar xiou si
"Akhir akhir ini kamu sangat sibuk ?"
"Benar ayah , aku tak tahu apa yang terjadi di kerajaan Dongguan ? terlalu banyak masalah , entah raja nya sekarang juga bagaimana ? militer mereka dan pelayan juga kurang makan , bukan itu saja rakyat juga seperti itu " ujar xiou si
"Seperti nya kerajaan itu mengalami masalah ?" ujar tanya Jordan
" Benar ayah " ujar xiou si dan meletak kan kepala nya di punduk ayahnya.
"Kamu pergi lah rehat tempat tidur mu ada di sebelah , rehat lah dengan cukup esok kita lanjut jalan "
"Baik ayah , ayah juga harus rehat "balas xiou si
"Pergilah "
Xiou si meninggal kan tempat itu .
"Salam hormat yang mulia " ujar kedua pelayan yang sedang menungguh xiou si di dalam
"Eh eyah , kalian berdua juga ikut ?" ujar terkejut xiou si
" Yes My lord , tetua yang menyuruhnya " ujar kedua orang itu
"Oh bagus lah jika gitu , kalian berdua pergi lah rehat tak perlu jaga ku di sini " ujar xiou si
"Yes My lord "ujar ke dua orang itu
Kedua orang itu pun keluar meninggal kan xiou si , xiou si terus merebah kan tubuh nya di kasul , secara tak sedar dia terus lelap tak sedar lagi , sepanjang waktu dan hari xiou si ada di kerajaan Dongguan itu xiou si tak punyai rehat yang cukup dan tak tidur dengan nyenyak Kerna berfikir dengan kesulitan yang di hadapi di kerajaan itu hingga xiou si pun campur tangan membantu kerajaan itu secara senyap.
Setiap bulan kerajaan Liong Han akan hantar sedikit bekalan di desa tanpa di ketahui sesiapa pun dan menyelidik di tempat itu.
__ADS_1
Orang orang yang mengenal xiou si juga tak tahu , begitu juga dengan Mo Fan walaupun dia selalu menolong xiou si mengurus kerja itu Mo Fan sama sekali tak mengetahui Karna pesan yang di hantar itu Mo fan sama sekali tak memahaminya.