
"Mo Fan Napa kamu tak beritahu pada ku lebih awal yang xiou si adalah Puteri mahkota ?" ujar tanya Vivian ya g masih tak percaya
" Itu adalah printah nya aku tak bisa bocorkan identiti sebenar yang mulia , jika aku ingkar perintah itu aku tak akan hidup lagi " ujar Mo Fan
"Apa maksud kamu Mo Fan ?" ujar tanya ibu Via
"Yang mulia bukan hanya yang mulia seperti Mereka tapi dia lebih berkuasa dan maksud ku tadi yang mulia bisa hancurkan kerajaan ini dengan satu kata !" ujar Mo Fan menjelaskan
"Apa kamu bercanda !" ujar Vivian tak percaya
"Tidak aku kata benar , jika kamu ingin tahu aku adalah orang bawahan yang mulia , apa kamu ingat waktu kami pergi ke kota Han waktu itu , aku lihat yang mulia pergi ke satu tempat tapi aku tak tahu di mana itu , aku tertangakap dan di bawah ke satu tempat , dari situ aku tahu dia adalah yang mulia , aku kira hidup ku sampai di sana saja , tapi tida aku terkejut lihat yang mulia duduk di bangku taktah dan para tentera tingkat tertinggi juga di sana ." ujar Mo Fan menjelaskan
"Jadi dari kedatangan dia kamu sudah tahu ?" ujar tanya Vivian
"Benar aku sudah tahu , itu sebab jika kamu lihat kelakuan ku selama ini sangat berbeda " ujar Mo Fan lagi
"Tapi sekurang kurang nya beri tahu !" ujar bentak Vivian
"Tak bisa juga ! , sudah lah jangan banyak tanya kita harus cepat sebentar lagi yang mulia akan balik ke kerajaan nya ! " ujar bentak Mo Fan lagi
"Seperti apa kerajaan yang mulia ?" ujar tanya Vivian lagi
"Lebih indah , lebih meriah dan harmoni suara para rakyat sentiasa terdengar dan selalu tertawa , tak ada yang hidup kesusahan , bekalan juga cukup " ujar Mo Fan
"Kerajaan yang mulia sangat makmur , di bandingkan disini , terlalu sunyi " ujar Vivian
"Kamu dapat bandingkan nya benar , itu sebab kamu lihat yang mulia terlalu tenang dan tak merisaukan rakyat nya , Coba lihat yang mulia di sini tapi rakyat nya masih berdiri tak ada masalah" ujar Mo Fan lagi
"Kamu benar Mo Fan , jadi Napa kamu di jadi orang bawahan yang mulia ?" ujar tanya Vivian lagi
"Kepercayaan ku di uji oleh mereka dan Tetua melantik ku sebagai pengawal , tugas ku adalah membantu yang mulia mengurus semua dokumen yang di hantar dari kerajaan , Tapi Tuan Feng Wer perna beritahu pada ku tugas seorang pengawal punyai kuasa menghukum orang ! " ujar tegas Mo Fan
"Apa ! , jadi jika begitu kamu sekarang--" ujar Vivian terhenti tak dapat berkata apa apa
*******
__ADS_1
"Lu ming aku nak bicara dengan kamu " ujar tegas xiou si dan jalan masuk ke markas
Sementara menunggu mereka menyalin barang keperluan yang tak ada , xiou si berbicara dengan Lu Ming di dalam markas.
"Kamu bertugas di samping Raja Huang benar ? " ujar tanya xiou si pada Lu Ming yang baru melangkah masuk
" Benar " ujar gugup Lu Ming
" Tak perlu gugup , duduk aku nak tanya sesuatu " ujar xiou si yang sedang duduk dan menangkum kedua tangan di atas meja .
"Baik terima kasih yang mulia " ujar Lu Ming yang cuba hilang kan bicara gugup nya
" Kamu sudah tahu siapa aku sebenar dan aku bukan permaisuri kerajaan ini , aku nak tahu keluarga kamu ?" Ujar tanya xiou si
"Jika aku lihat wajah nya sama seperti dia waktu di usia muda " ujar batin xiou si
" Aku tak pun keluarga , aku dibesarkan oleh salah satu keluarga orang desa , aku tak tahu siapa keluarga ku dan siapa mereka ?"ujar Lu Ming
" Napa tak cari mereka ?"ujar tanya xiou si
"Bagaimanaana jika aku bantu kamu carikan keluarga kamu , Lagian wajah kamu seperti ada orang yang sama wajah nya waktu di usia muda " ujar xiou si
"Apa bisa bantu , aku dari dulu ingat bertemu dengan keluarga asli ku " ujar Lu ming
"Tentu saja , tapi dengan syarat !" ujar xiou si lagi
"Apa dia yang mulia ?" ujar tanya Lu Ming yang sangat berharap dapat bertemu dengan keluarga aslinya
"Pertama aku nak tahu semua masalah yang di hadapi kerajaan ini , ke dua segala dokumen dari kerajaan atau desa dan kota aku nak lihat , ke tiga Aku nak tahu siapa permaisuri kalian dan dari mana dia berasal !" ujar tegas xiou si
"Akan ku menurut printah yang mulia , aku akan dengarkan semua printah yang mulia , asalkan aku dapat bersatu kembali dengan keluarga ku " ujar Lu Ming , awal nya Lu Ming agak ragu menerima syarat itu tapi demi bertemu dengan keluarga nya Lu Ming terus setujuh.
"Bagus , aku nak semua itu lepas aku datang kembali ke sini dan satu lagi , apa kamu punyai tanda lahir pada badan mu ?" ujar tanya xiou si lagi untuk mengenal pasti
"Tanda lahir , mungkin ada tapi aku tak pasti sama ada tanda lahir atau tida " ujar Lu Ming
__ADS_1
"Apa bisa aku lihat ?" ujar tanya xiou si tanpa ada rasa malu .
"Tapi yang mulia , itu terlalu memalukan " ujar Lu Ming dan wajah memerah .
"Baik lah aku mengerti " ujar xiou sidang menghelah nafas
"Maaf ketidak sopan ku yang mulia , Tanda lahir ku ada di punduk belakang ku " ujar Lu Ming dan mendekat pada xiou si dan buka pakaian nya berlutut dan membelakang xiou si , lalu memperlihatkan tanda lahir yang ada di punduk belakang nya .
Xiou si pun lihat tanda lahir itu dan teringat dengan kata orang itu , seluruh keluarga mereka akan ada tanda itu tapi itu bukan tanda lahir tapi itu adalah kewajipan di dalam keluarga mereka .
"Lu Ming apa kamu sering berlatih , tubuh kamu keras dan berotot " ujar tanya xiou si yang sentuh tanda lahir itu tapi bukan
"Benar aku selalu berlatih secara sembunyi " ujar Lu Ming yang masih membelakang
"Tanda ini ! , kamu sebenarnya putera dia yang sudah bertahun tahun lamanya hilang " ujar batin xiou si yang masih menyentuh punduk belakang ku Ming
"Yang mulia pandang kamu tajam sekali , sedangkan orang yang bantu aku di tempat ku juga tak tahu , tapi yang mulia menembaknya dengan cepat hanya sekali lihat " ujar Lu Ming
"Pelayan kamu tak tahu sebab tak lihat !" ujar bentak xiou si
"Benar juga Napa aku tak fikir seperti itu , yang mulia apa benaran yang mulia ingin bantu ku " ujar Lu Ming dan putar badan lihat xiou si hingga badan nya terlihat dan kedua tangan xiou si di genggam olehnya .
wajah xiou si meronah ,
"Tentu saja aku bantu " ujar xiou si cuba menahan godaan dari Lu Ming yang tubuh otot dan sangat tangguh
"Terima kasih yang mulia , aku akan sedia semua yang di minta dengan cepat " ujar balas Lu Ming
"Ah Lu Ming apa bisa--" ujar xiou si hingga terhenti
Lu Ming tersedar da terus melepaskan tangan nya dan menutup tubuh nya kembali .
"Maaf yang mulia aku tak bermaksud lain " ujar Lu Ming
"Tak apa , aku sudah terbiasa lihat tubuh cowok , militer ku selalu berlatih seperti itu dan satu lagi tak perlu lah tergesa gesa lakukan kerja yang aku butukan , Lagian mungkin dalam satu hingga dua minggu aku tak ada di sini , aku ada urusan di kerajaan lain " ujar xiou si
__ADS_1
"Baik " ujar balas Lu Ming