
Hai teman sekalian maaf ya updeat nya lama , aku akan berusaha sebaik nya dan jangan lupa ya tekan tombol 👍 nya ya itu membuat auther senang hati terima kasih atas sokongan kalian semua..☺️
Selepas xiou si beri kebenaran Zong Ming berdiri , Alexander pun mengubati luka xiou si di bantu oleh Roger , Desven dan tenteranya mengawasi tempat itu .
"Yang mulia apa ada pekerjaan untuk ku di sini ?" tanya Alexander
"Eyah , apa kamu lihat militer dari kerajaan di sini ?" ujar Xiou si
"Eyah aku melihat nya " balas Alexander
"Aku panggil kamu ke sini untuk melatih mereka dan militer di kumpulan ini masih terlalu lemah , aku mahu kamu melatih mereka " ujar tegas xiou si
"Menurut perintah yang mulia !" ujar tegas Alexander
Xiou si pun berdiri dan jalan masuk ke markas .
"Yang mulia " panggil Alexander lagi
"Ada apa xander ?" tanya xiou si
"Ada surat untuk yang mulia " ujar Alexander dan beri surat itu pada xiou si
"Surat ? , surat apa ?" tanya xiou si lagi
"Aku tak tahu yang mulia ? Tetua yang menuruh berikan pada yang mulia " ujar alexder lagi
xiou si pun ambil surat itu dari tangan Alexander , surat bewarna coklat ada garisan emas dan ada lambat burung merpati , xiou si pun mengerut kening nya lihat surat itu.
"Sejak kapan surat ini tiba ?" ujar xiou si balik tegas
"Aku tak pasti , tapi aku ada bertanya pada tetua dia kata kemarin petang " ujar Alexander
"Napa tak antar kemarin ?" tanya xious si lagi
"Kemarin aku ingin antarkannya tapi yang mulia selalu kata tak boleh keluar kerajaan pada waktu malam "balas Alexander
"Ah aku lupa , terima kasih xander ingat kan ku " ujar xiou si
Alexander hanya angguk kepala saja , xiou si pun membuka surat itu lalu membacanya , semakin turun ke bawah xiou si baca kening nya terus mengerut dan melipatkan kertas itu.
"Yang mulia apa ada masalah ?" tanya Alexander
Xiou si hanya diam dan memaling pandanganya kebawah terus pejam mata sebentar , beberapa minit kemudian melihat ke arah langit dan menarik nafas dan menghembus , xiou si pun lihat surat itu lalu megemgam nya.
" NAPA HARUS DI WAKTU SEKARANG !" teriak keras xiou si selepas membaca surat itu
Semua orang yang ada di tempat itu ikut serta terkejut dan segan
"Yang mulia apa ada masalah ?" tanya kaget Alexender dengar xiou si tiba tiba terik keras
__ADS_1
" Hanya masalah luar !" ujar tegas xiou si
"Masalah luar ?"ujar hairan Roger
"Apa dia yang mulia ?" tanya Alexender
Xiou si pun menenangkan diri nya.
"Lima kerajaan ingin bertemu !" ujar tegas xiou si lagi.
"Lima kerajaan !" ujar kuat terkejut Roger dan Alexander
"Napa tiba tiba ?" ujar Roger
" Ck , Napa di waktu sekarang , dah lah aku ada kerja nak di urus , apa yang mereka nak lagi " ujar tegas xiou si lalu
"Lima kerajaan ? apa maksud yang mulia ?" ujar batin Zong Ming panasaran
"Bila yang mulia berangkat ?" tanya Alexander
"Petang ni ! kamu kata surat ini kemarin sampai tapi tariknya udah limpas dua hari !" ujar tegas xiou si
"Maaf yang mulia kami tak tahu tentang itu " ujar dan membungkus
"Pufff , aku Tak ada pakaian di sini " ujar tenang xiou si
"Apa dia ?" tanya xiou si
"Ambil kan barang itu dan berikan pada yang mulia " ujar Alexander beri printah pada tentera nya.
"Baik Jeneral " ujar balik orang itu
Orang itu pun ambil barang itu dan berikan pada xiou si , barang yang di kirim itu sampai ke tempat xiou si .
Ada tiga buah kotak yang di hantar , saat xiou si membuka satu demi satu itu mata xiou si membulat dan wajah terkejut.
"Orang tua ni malah antar pakaian lagi ! berapa banyak ayah nak kirim kan ?" ujar batin xiou si lalu melihat ada pesan di dalam nya lalu megambil nya.
"Pegangkan ini " ujar xiou Si dan beri kotak itu pada tentera itu
"Baik yang mulia "
Xiou si pun membaca surat itu lalu menetap arah Alexander.
"siapa yang menjemputku ?" tanya xiou si
"Christoper yang akan menjemput yang mulia , kami jalan bersama dan sekarang Christoper mungkin menungguh di luar " ujar xander
"Baik ! sekarang udah tengah hari yang bai , yu Lie , Hou dou dan teng Shi kalian pergi lah masak guna bahan yang di hantar itu " ujar tegas xiou si
__ADS_1
"Ba ba baik " ujar gugup mereka berempat
"Aku tahu kalian sudah melihat dan mendengarkan nya ! maka jangan segan " ujar tenang xiou si
"Baik " ujar mereka lagi
"Dan minta bantuan yang lain ! , seperti itu lebih cepat ! , masak banyak banyak di tempat kalian ini banyak tetamu !" ujar xiou si
"Baik yang mulia " ujar mereka berempat semakin ketakutan bicara xiou si terdengar semakin keras.
"Kalian yang semua ada di sana kemas tempat kalian ! jika bukan tiga bedebah itu tempat ini tak jadi seperti ini ! Desven kamu dan orang mu bantu mereka kemas tempat ini !" ujar tegas xiou si beri printah lagi
"Menurut perintah yang mulia " ujar Desven dan tentera nya lalu melihat ke arah orang yang di printah kan oleh xiou si
"Ba baik yang mulia " Ujar balas mereka dengan gugup
" Roger Alexander kalian berdua masak sup herba pemulihan dan minta bantu dari pasukan mu " ujar xiou si pelan
"Menurut perintah yang mulia " ujar mereka berdua
"Zong Ming bantu aku bawah kan barang ku yang satu itu " ujar tenang xiou si
"Baik yang mulia " balas Zong Ming
"Oh satu lagi ! " ujar tegas xiou si lagi
Semua orang yang di sana juga membeku dan ketakutan.
"Jangan paksa diri jika tak mampu lagi " ujar xiou si kembali tenang
xiou si dan Zong ming pun masuk kedalam markas bawah barang xiou si .
"Tak ku sangkah si keras kepala itu di sini !" ujar batin Alexander
Selepas xiou si beri printah , mereka pun melakukan pekerjaan mereka masing masing , tempat itu jadi sunyi hanya terdengar bunyi kuali dan kayu yang di pindahkan saja.
Selepas mereka siap pekerjaan mereka , alexander lihat ruang makan mereka tak cukup besar .
"Desven !" panggil kuat Alexander
Hingga semua orang di sana terkejut termasuk xiou si dan Zong ming yang ada di dalam markas itu , waktu itu desven mengemas tempat yang rosak itu dan mereka menindakan kayu kayu itu.
"Jeneral ! " ujar balas desven dengan kuat
"Jeneral jeneral , Napa lah kamu teriak panggil ku dengan kuat ? buat aku terkejut saja " ujar batin desven
"Berani kamu meneriak aku balik ! " ujar tegas Alexander
"Tak tidak jeneral , aku terkejut jeneral memanggil ku dengan kuat " ujar desven sambil garuh kepala yang tidak gatal itu.
__ADS_1