Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Bab 138 ternyata seorang Pangeran dan Raja palsu


__ADS_3

Lepas pertarungan xiou si dan Raja musuh mereka terdiam , tubuh Raja musuh terlantar di lantai dengan penuh lebam terkena serangan xiou si yang tak henti


"Tuan Cristoper apa yang agung seperti ini ?" ujar tanya Afansius sedikit ketakutan


"Jika ada yang buat yang mulia marah maka seperti itu lah akan jadi " ujar chritoper


"Menakutkan , untung saja putera dan puteri ku bantu yang agung waktu itu , jika tak aku juga seperti orang ini " ujar afansius


"Balik nanti aku nak ucapa terima kasih pada petera dan puteri ku " ujar Yun piong


Lepas saja pertarungan selesai Raja musuh di tangkap para militer dari musuh juga di tangkap


"Lihat mereka bukan musuh yang serang kita tadi ? Napa mereka masih hidup ?" ujar militer dari Poseidon


"Benar "


"Mereka tak mati kami hanya pengesan kan mereka saja " ujar Fu Kong yang bertugas mengumpulkan militer dari musuh


"Tuan terhormat , semua uda terkumpul " ujar Falgian


Falgian adalah orang bawahan Fu Kong dan juga seorang jeneral


"Bagus , Falgian kamu pergi beritahu yang mulia " ujar Fu Kong


"Tuan , bukan tuan yang harus pergi beritahu ?" ujar Falgian


"Aku tak nak ke sana ! kamu juga tahu kan apa yang jadi jika aku ke sana ! " ujar bentak Fu kong


"Apa hanya itu saja ? bagaimana jika Yang mulia tanya ?" ujar Falgian lagi


"Katakan saja seperti yang ku katakan aku tak nak kesana !"


"Baik Tuan terhormat " ujar Falgian dan pergi ke tempat Xiou si


Dalam kediaman aula depan istana


Xiou si yang duduk di bangku taktah , beserta dua raja keluarga Afansius para pelayan putera mahkota layrion , Christoper dan Lu yang serta orang bawahan yang berdiri di tepi


"welbert sekarang kamu nak lakukan apa ? " ujar tanya xiou si


"Aku tak tahu yang mulia "


"Oh , Cris lepas ini kita ke kota ini lihat apa yangbisa di bantu , Lu yang kamu sedia kan peralatan obat , Apa Fu Kong uda selesai ?" ujar xiou si


"Baik yang mulia " ujar Cristoper dan Lu yang


"Hormat yang mulia " ujar militer yang baru masuk


"Eya ada apa kamu ke sini jeneral Falgian ? apa uda sesuai di sana ?" ujar tanya xiou si


"Terima kasih yang mulia ( lalu berdiri ) kami uda selesai dan Tuan Gabinor kata dia tak nak datang " ujar Felgian


"Oh gitu kah , Baik kamu bisa pergi dan kata pada nya lepas ini aku sana " ujar xiou si yang gerti maksud Falgion Napa Fu Kong tak nak ke datang


"Baik yang mulia " ujar balas Falgion


"Yang agung baru tiba dan perjalanan juga jauh apa Yang agung tak rehat dulu ?" ujar Yun Piong


"Aku tak punyai waktu rehat jika dalam keadaan seperti ini " ujar tenang xiou si


Mereka hanya bisa diam dan tak bisa berkata apa apa

__ADS_1


"Cris lepas aku ke tempat Fu Kong baru kita ke kota , welbert kamu ikut dengan ku dan kalian tak perlu lah repotkan diri , kalian rehat saja , nanti aku dan militer aku yang urus " ujar xiou si


"Baik Yang agung " ujar mereka semau


"Yang agung apa bisa aku pergi bersama ?" ujar tanya Amerin


"Aku juga ingin pergi " ujar Stevfan


"Baik kalian boleh pergi bersama ku " ujar xiou si dan lihat ke arah Arslan


Arslan sedar xiou si lihat nya


"Aku kan pergi juga yang agung " ujar Arslan


"Seperti nya kamu uda tahu ?" ujar xiou si


"kiraan juga seperti itu " ujar Arslan


Xiou si hanya senyum


"Ayah aku tak lihat kakak ke dua dan kakak pertama ?" ujar Arslan


"Mereka cedera di baris hadapan dan sekarang di rawat di kamar mereka " ujar Stavfan


"Chong kamu pergi bersama tiga orang mu , bawah peti obat ada masak sup herba untuk mereka " ujar xiou si


"Baik yang mulia " ujar Chong dan jalan pergi bersama tiga orang bawahan nya


"Kita ke sana " ujar xiou si


"Yang agung sangat baik hati hingga korban diri sendiri untuk orang lain , sedang kan aku tak bisa buat apa apa " ujar Arfansius


Di kawasan para militer yang di tahan


"Yang mulia " ujar panggil Fu Kong dan membungkuk


"Bagaimana di sini ? " ujar tanya xiou si


"Semua nya baik baik saja , yang aku hairan mereka tak menentang dan mereka sangat patuh " ujar Fu Kong


"Apa kamu ada tanya mereka Napa seperti itu ?"


"Ada tapi mereka hanya diam "


"Mungkin ada sebab nya " ujar Welbert


Militer yang di tahan itu dengar suara welbert


"Yang mulia " ujar panggil militer yang di tahan tu


"Bagus lah yang mulia baik baik saja " ujar seorang dari mereka


"Yang mulia ?" ujar hairan xiou si dan mereka


"Oh ternyata kamu seorang Pangeran ?" ujar tanya xiou si


"Maaf Karna tak beritahu " ujar welbert dan membungkuk


"Tak apa jadi kalian semua berpihak pada siapa ? raja itu atau Pangeran ini ?" ujar tanya xiou si


"Kami hanya setia pada Pangeran mahkota , bukan tunduk pada Raja palsu itu !" ujar keras mereka lagi

__ADS_1


"Oh " ujar xiou si


"Jadi kamu benar benar Raja palsu !" ujar tegas xiou si menetap tajam pada raja palsu itu


Raja palsu itu tak bisa bicara tangan dan kaki di rantai dan mulut di tutup


"Jadi Pangaren welbert aku tanya sekali lagi , apa kamu nak lakukan sekarang ?" ujar tanya xiou si lagi


"Maaf yang agung , aku uda fikirkan nya , aku ingin hukum orang ini sendiri di kerajaan ku " ujar welbert


"Keputusan yang bagus " ujar xiou si


"Jika gitu aku ingin tanya pada kalian ! apa kalian setia pada pengaren welbert atau tak , jika kalian berkata benar aku akan lepaskan kalian , jika kalian mengkianati dia ! tak ada maaf untuk kalian !" ujar tegas dan keras xiou si


"Kami setia pada Pangeran welbert , jika kami mengkianati Pangeran kami akan di simbar petir hingga mati !" ujar kuat mereka


"Kalian " ujar terkejut welbert dengar bicara para militer itu


"Bagus jika gitu pegang janji dan sumpah kalian itu hingga kalian mati ! " ujar tegas xiou si


"Kami akan bersumpah atas nama raja para dewa dan dewi !" ujar keras mereka lagi


"Tak ku sangka mereka benar benar angkat sumpah " ujar batin Xiou si


"Fu Kong lepas kan mereka " ujar xiou si


"Yes my Lord " ujar Fu Kong dan membungkuk


"Tak ku sangka mereka berani angkat sumpah pada kami "


"Siapa ?" ujar xiou si dengar ada suara yang melintas nya


"Yang mulia , ada apa ?" ujar tanya Christoper


"Tak apa apa " ujar xiou si


"Siapa yang bicara tadi ?" ujar batin Xiou si


Masalah di tempat itu pun selesai , xiou di pun terus ke kota lihat keadaan di sana , sangat menyediakan sekali tempat itu musnah dan ada keluarga yang terkorban


Xiou si pun menyelesaikan masalah di kerajaan Poseidon hingga seminggu , di waktu itu Arslan di angkat sebagai putera kerajaan Liong Han dan pengawal Arslan yang tak punyai pangkat di angkat sebagai komander kerajaan Liong Han begitu juga Firdaus dan Lamdion , lima orang dari kerajaan Nan Chun juga di naik pangkat ketua mereka di angkat sebagai jeneral dan empat orang itu di angkat sebagai komender kerajaan Liong Han


Di hari minggu terakhirnya di kerajaan Poseidon , Xiou si berjalan di taman , suara yang xiou si dengar waktu itu terdengar lagi


"Salam hormat Tuan dewi "


"Dewi ! kamu siapa ?" ujar tanya xiou si yang jalan seorang diri


"Tuan adalah Tuan kami , Tuan yang uda lama kami tungguh " ujar suara misterius


"Aku tak kenal siapa kamu dan siapa yang kamu panggil dewi ?" ujar tanya xiou si lagi


"Jiwa itu uda bangkit dan Tuan uda bertemu dengan para pengeran , tak lama lagi--" ujar bicara itu terhenti Karna xiou si di panggil


"Yang mulia "


"Eya "


"Hari uda lewat malam , mohon yang mulia balik ke kamar " ujar Cristoper yang datang bersama Fu Kong dan Lu yang


"Baik " ujar xiou si

__ADS_1


"Siapa orang yang tadi itu dan apa maksud dia dewi dan Pangeran ?" ujar batin Xiou si lalu jalan balik ke kamar nya


Maaf ya baru up bab baru nya , jangan lupa Like vote dan komentari nya 😊


__ADS_2