
Kembanga api yang di lepas kan , hanya ada empat orang saja yang guna iaitu Xiou si Jorden Feng Wer dan Vincent , hanya mereka berempat saja yang menggunakan senjata itu tapi hanya empat warna sana Karna warna kuning hanya xiou si saja yang bisa guna , jika di kerajaan Liong Han kembangan api yang di lepaskan maka ada maksud nya.
Tapi kembang api itu ada berlainan warna dan terbahagi pada lima warna Merah , hijau , kuning , Biru dan ungu.
Kembanga api warna merah adalah printah kerajaan Liong Han , Hijau adalah minta Bantuan dari para penduduk , Biru adalah pesanan , kuning adalah Printah multak dari Raja Agung dan ungu adalah Darurat .
Kembang api yang di lepaskan itu adalah warna ungu dan itu bermaksud Darurat , jika orang dari kerajaan Liong Han lihat kembang api itu mereka akan bersedia menerima printah dari xiou si.
Cristopher , Vincent dan serta militer , lihat kembang api yang di lepas kan , mereka pun bergegas ke kerajaan Dongguan .
Tiba di tempat itu , mereka sama sekali tak pedulikan orang sekitar , mereka terus ke pintu gerbang istana , mereka pun melangkah masuk , sekali lagi kembang api warna merah di lepas kan kali keduanya.
"Aku kira , kita tak perlu masuk ! , kepung tempat ini dan jangan sampai lepas pandang !" ujar tegas Vincent
"Baik Jeneral " ujar balas mereka semua.
"Siapa dia , Napa Jeneral Cristopher sangat hormat pada dia ?" ujar batin Yun Tang lihat mereka yang begitu hormat pada Vincent.
Di penginapan ,
"Xiou si kamu Napa ? dan Napa tiba tiba ada kembang api " ujar tanya Xing Ru
"Maaf aku tak ada masa , aku dalam darurat , ibu Via siapa yang datang tadi !" ujar tegas xiou si
"Aku kira dia seperti seorang pelayan " ujar balas Vivian yang cuba menghidari bicara gugup nya.
"Pelayan ! , sejak kapan aku mempunyai teman seperti itu selain kalian , dari Tari Riang , dari kem tentera Zong Ming , dari tentera Yun Tang dan yang terakhir dari istana Putera ye chen ! , hanya Mereka saja teman ku dan tak ada pelayan ! " ujar tegas xiou si
Lima belas minit kemudian , Zong Ming tiba di penginapan istana bunga lepas lihat kembang api itu .
"Nona xiou si " ujar panggil Zong Ming yang tiba di istana bunga bersama Teng Shi , Hou duo dan Yu Lie
"Ming " ujar balas xiou si
"Napa ini apa ada masalah " ujar tanya Ming
__ADS_1
"Kamar ku !" ujar xiou dan wajah nya mula terlihat air mata yang mula tertakung .
" Nona Xiou si "ujar panggil dengan sopan Mo Fan lagi yang baru tiba
Xiou si pun menoleh ke arah Mo Fan yang dalam perjalan ke arah Mereka , Vivian dan Xing ru terdiam seketika kerna Zong Ming dan orang bawahan nya datang ke istana bunga .
" Nona apa ada masalah ?" ujar tanya Mo Fan
"Mo Fan , kamar ku dicorobohi " ujar xiou si
"Di ceroboh !' ujar terkejut Mo Fan
Mo Fan terus lari masuk ke dalam dan naik ke kamar xiou si , Mo Fan lihat kamar xiou si yang sangat serabut .
"Tuan Mo Fan kamu datang " ujar panggil para peri itu
"Apa yang terjadi di kamar yang mulia ?" ujar tanya Mo Fan pada peri itu
"Kami juga tak tahu , kami juga baru tiba dan sekarang yang mulia minta bantuan kami Kemas kamar nya " ujar lololy
"Mohon maaf atas kecuaian kami " ujar Mo Fan dan tunduk .
"Bantu aku cari kan benda itu , Mo Fan " ujar xiou si
"Akan ku usahan kan " ujar balas Mo Fan
"Zong Ming ayuh pergi , aku perlu kan bantuan kalian " ujar Mo Fan lagi
"Napa , apa benda itu terlalu penting ?" ujar tanya Zong Ming
"Ming benda itu , adalah memberian ibu sebelum dia pergi " ujar xiou si mata nya mula berkaca kaca
"Pemberian Ratu ? "Ujar pelan Zong Ming dan berfikir panjang
Vivian dan Xing Ru semakin binggung dan tak tahu apa yang di bicarakan .
__ADS_1
"Xiou si apa yang hilang di kamar kamu ? " ujar tanya Xing ru
"Xing ru apa bisa jangan bertanya lagi ! , benda yang hilang itu sangat penting pada nya !" ujar tegas Mo Fan
Xing ru terus terdiam seribu kata .
Lima belas minit kemudian Mo Fan , Zong Ming dan ketiga orang itu mencari benda itu di tempat , waktu mereka sedang mencari kembang api meletup kuat dari lain arah dan jika di lihat arah itu ada di kawasan kota .
"kembang api warna biru siapa yang ada di sana ? Vincent atau Feng Wer ?" ujar batin xiou si lihat kembang api warna biru .
Mo Fan pun bergegas kembali ke istana bunga lepas lihat ada kembang api warna lain di lepas kan , wajah xiou si kembali tenang tapi dengan wajah serius .
"Nona kembang api itu " ujar tanya Mo Fan
"Mo Fan tak perlu mencari lagi orang itu sudah di temukan !" ujar tegas xiou si
"Baik yang-- Nona xiou si " ujar Mo fan yang hampir terlepas kata
"Aku tak sangkah secepat itu orang itu di temukan , siapa agak nya di sana ?" ujar batin xiou si
"Mo Fan beritahu pada Zong Ming tak perlu mencari lagi dan katakan pada mereka lakukan kerja sendiri , aku sendiri yang ke sana tak perlu ikut serta !" ujar tegas xiou si
"Baik " ujar Mo Fan .
Xiou si pun terus ke tempat itu seorang diri , Mo Fan juga pergi beritahu pada Zong Ming , lepas saja beri tahu Mo Fan pun balik ke penginapan , tiba di tempat itu ,Vivian menunggu di depan pintu masuk taman A.
"Mo Fan aku ingin bertanya , Napa kamu sangat hormat pada xiou si dan siapa xiou si sebenar nya hingga jeneral Zong Ming juga hormat pada xiou si " ujar tanya Vivian yang masih panasaran siapa xiou si sebenar .
"Ibu Via , Napa kamu tiba tiba tanya aku seperti itu !" ujar balas Mo Fan dengan tagas
"Katakan yang sebenar waktu xiou si tak ada di sini aku bantu nya bersikan kamar nya dan aku lihat banyak kertas di kamar nya dan juga aku lihat ada pakaian mewah yang di gantung di kamar , jika aku lihat pakaian itu bukan dari adalah sini !" ujar tanya Vivian
Mo Fan terdiam wajah nya menghitam .
"Napa diam Mo Fan , kata kan yang sebenar , apa xiou si adalah orang bangsawan atau orang yang terhormat " ujar tanya Vivian lagi
__ADS_1
"Kamu memang berani Ibu via , tapi aku minta maaf jika kamu ingin tahu bertanya lah pada nona xiou si sediri dan aku minta maaf atas kekerasan ku !" ujar Mo Fan dan menangkap Vivian , lalu terus di bawah ke markas Zong Ming .