Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 128 melintas benteng


__ADS_3

"Maaf menganggu yang mulia , semua senarai barang sudah ada " ujar Vincent


waktu itu Lu Ming sudah beredar dari tempat itu dan bersama dengan mereka di luar markas , hati mereka yang masih tak tenang apabila tahu siapa xiou si sebenar .


"Baik kumpulkan semua dan kita berangkat sekarang " ujar xiou si


" Baik yang mulia " ujar balas Vincent , lalu keluar beri perintah pada semau militer .


Xiou si pun beranjak keluar dari markas , di luar para militer sudah menunggu dan bersiap berangkat pergi .


"Lapor !" ujar kuat dari jauh


Mereka semua pun menoleh ke arah suara kuat itu


"Ada apa ?" ujar tanya Yun Tang


"Raja Huang jalan menujuh ke sini lagi !" ujar tentera itu dengan suara letih


"Apa !" ujar terkejut kesemuan orang yang ada di markas


"Ck apa lagi yang nak dia lakukan ! , menganggu saja !" ujar tegas xiou si


"Yang mulia bagaimana ?" ujar tanya Feng Wer


Xiou si lihat keliling tempat itu dan berfikir jika jalan ikut pintu akan bertembung Raja Huang , lalu berfikir lihat arah dinding tinggi itu , di sebelah itu adalah tempat latihan dan tempat mereka bermain sukan yang sudah lama di tinggalkan dan tempat itu dulu nya adalah markas lama mereka .


"Zong Ming apa di sebelah itu tempat selamat ?" ujar tanya xiou si


"Tempat itu masih selamat dan kami kadang kalah pergi ke sana " ujar Zong Ming


"Di mana jalan nya ?" ujar tanya xiou si lagi


"Jalan masuk ke sana dekat dengan gerbang utama markas " ujar Zong Ming


"Oh , tadi kamu lihat Raja Huang ada di mana ?" ujar tanya xiou si lagi pada orang yang melapor tadi.


"Mungkin sekarang udah lintas gerbang utama " ujar tentera itu


"Bagus , kalian semau pergi dahulu kita guna jalan ini !" ujar tegas xiou si


"Baik yang mulia " ujar Para militer Liong Han


"Tungguh yang mulia di sini tak ada jalan hanya jalan yang aku katakan saja " ujar Zong Ming

__ADS_1


"Kamu terlalu tak percaya diri Zong Ming , kalian semua ayuh pergi ! " ujar tegas Feng Wer


"Baik jeneral " ujar balas para militer dan melompat naik melintas benteng yang tinggi itu .


Mereka sangat terkejut lihat militer dari kerajaan Liong Han melompat menyeberangi benteng tinggi itu .


"Arslan kamu--" ujar xiou si


"Aku bisa lakukan sendiri yang mulia " ujar Arslan dan terus lompat naik dan menunggu xiou si di atas benteng itu bersama Feng Wer, Vincent dan Cristopher.


"Tak ku sangka baru seusia Gini udah dapat lakukan gerakan seperti ini " ujar batin xiou si


"Baik , kalian semua jaga diri masing masing , aku tak tahu kapan akan bertemu kalian lagi dan tak tahu kapan lagi akan balik ke sini , jika ada apa apa berlaku ingat janji kalian ." ujar xiou si


"Baik yanga mulia " ujar balas mereka semau


"Jika gitu aku berangkat pergi dulu " ujar xiou si


"Bagaimana yang mulia akan na--" ujar Yun Tang terhenti lihat xiou si sudah tak ada di sana


"Dimana yang mulia ?" ujar tanya Yun Tang lagi


"Tak tahu bukan tadi yang mulia ada disana ?"


"Kemana yang mulia ?" ujar Yu Lie


"Bagaimana mungkin , sejak kapan yang mulia ada diatas ?" ujar Hou duo


"kalian tidak akan bisa lihat pergerakan yang mulia " ujar Cristopher


"Cepat sekali "


"Kalian jaga diri ya " ujar xiou si dan terus turun di sebelah .


Mereka hanya diam dan lihat saja , tempat itu sepih kembali ,


"Kalian semau seperti biasa , Vivian Xia Shu kalian masuk lah " ujar Lu Ming


"Bagaimana dengan kamu ?" ujar tanya Xia Shu


"Aku akan berhadapan dengan nya !" ujar tegas Lu Ming


"Baik lah jika gitu " ujar balas Xia Shu dan jalan masuk ke markas

__ADS_1


Di luar markas Raja Huang yang udah tiba , tida tahu apa tujuan nya lagi , mereka hanya lakukan seperti yang di pritahkan .


"Salam hormat raja Huang , Napa Raja ke sini ?" ujar Lu Ming beri hormat pada ketibaan raja mereka , dalam hati Lu Ming ingin mencekik Raja itu tapi hanya menahan diri .


Kegelisahan dan keraguan nya telah hilang selepas dengar bicara dari xiou si ,


"Aku yang sepatutnya tanya Napa kamu di sini ! " ujar tegas Raja Huang


"Apa Raja lupa ?, Raja sendiri yang beri aku tugas ini ? , bukan harus aku periksa setiap hari apa yang mereka lakukan ?" ujar Lu Ming yang tak mahu kalah berbicara


"Ck , sejak kapan bicara kamu sombong sekali !" ujar tegas Raja Huang


"Raja Huang aku adalah Kasim agung , jika aku lemah aku sudah lama mati di tangan musuh !" ujar bentak Lu Ming


"Ck , tak guna lebih baik tak perlu di tanya ! , aku lupa beri tahu Huang ye chen tidak di benar kan balik ke istana nya selagi tak ada kekuatan dan kamu juga Nian Ling ! , kau dan keluarga kamu sama saja tak guna !" ujar bentak raja Huang lagi


"Itu lebih baik dari pada aku lihat muka tua , aku lebih suka di sini !" ketus ye chen dengan tegas


"Ck , masih bocah udah pandai menjawab !" bentak ujar Raja Huang dan wajah kening mengerut


"Aku bukan bodoh ! mungkin ayah yang seperti itu ! " ketus ye chen lagi


"Kamu ! " ujar kuat dan tegas Raja huang yang merasa geram dengan kelakuan ye chen yang tak sama seperti dulu yang sangat penakut .


"Sudah pergi sana , bukan ayah banyak kerja " ujar tenang ye chen


"Dasar anak tak sopan berani kamu Usir ayah kamu sendiri !"


"Ayah kata tak ada masa untuk kerja konyol seperti ini ? tapi Napa masih di sini ? , bukan ayah harus bertemu dengan tiga kesayangan ayah itu !" ujar bentak Ye chen


"Sial , anak ini --" ujar batin Raja Huang


"Raja Huang silakan , jika tak ada pekerjaan lain lagi " ujar sopan Lu Ming


"Kamu juga benari usir ku !" tegas Raja Huang lagi


"Bukan Raja Huang tak suka dengan tempat seperti ini ?" Ujar Lu Ming dan melirik lihat ke arah para tentera itu


Para tentera itu sedar dan terus pura pura berkelakuan seperti orang lemah dan tak berpegalaman itu yang tak di sukai oleh raja mereka , Lu Ming sangat faham dengan kelakuan Raja yang berkeinginan para tentera nya cukup tegas , kuat dan bela diri.


"Hmer ! , tempat ini layak di panggil sampah !" bentak Raja huang lagi dan terus meninggal kan tempat itu dengan laju


"Sialan Napa aku lihat Lu Ming dan ye chen terlalu berbeda dari sebelum nya !" ujar raja Huang yang dalam perjalan balik ke istananya , dia juga mula curiga .

__ADS_1


Selepas kepergian Raja Huang tempat itu sunyi seketika ,


"Hmer ! jika yang mulia dengar perkataan itu , sudah lama raja kalian melayang tak kembali !"


__ADS_2