Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 74 Gugup


__ADS_3

Hai... teman sekalian aku sambung ya , tapi jangan lupa tekan tombol 👍 nya ya itu buat auther lebih senang hati terima kasih atas sokongan kalian semua...


"Tidaaakkkk !" ujar kuat Mo Fan tak tegah keadaan xiou si.


Darah yang mengalir di lengan nya terkena pakaian nya dan waktu itu xiou si guna pakaian seperti gambar di bawah.



Xiou si pun menekan lukanya agar darah tidak cepat mengalir.


"Mo Fan beri pesan ini pada Feng Wer !" tegas xiou si


"Baik yang mulia " ujar Mo Fan ketakuakan tak berani menentang ujar xiou si


"Yang bai , tangkap tiga orang itu dan jangan lepas kan mereka tanpa printah ku !" tegas xiou si lagi


"Baik yang mulia " ujar yang bai juga ketakutan dan tak berani menentang.


Xiou si pun putar balik tak pedulikan Zong Ming , Mo Fan dan yang bai melakukan seperti di printah oleh xiou si tak berani menentang.


Semua orang yang ada di tempat juga serta ketakutan selepas lihat pertarungan xiou si terutama sekali dengan sebutan yang mulia.


" Teng Shi , Hou dou , yu Lie apa barang nya sudah ada !" ujar tegas xiou si yang masih belum redah marahnya.


"Sudah nona tidak yang mulia " ujar gugup ketiga orang itu


"Bagus bawah semua nya masuk dan kalian semua bantu Mereka angkat barang tu !"


"Baik nona tidak yang mulia " ujar mereka Semua dengan gugup dan ketakutan


Awal nya mereka sudah terbiasa panggil xiou si hanya nama nona , selepas mereka mengetahui siapa xiou si sebenar nya hingga mereka juga tak tahu nak panggil apa ?


"Nona eh tidak , yang mulia " panggil yu Lie


"Ada apa ! " ujar xiou si masih tegas.


"Silakan duduk , obati luka yang mulia dulu " ujar gugup yu Lie


"Terima kasih , tak perlu kalian risau kan ku ! apa barang nya masih ada di luar ?" ujar Xiou si


"Eyah masih ada " balas yu Lie


"Bawah semua nya dan tolong mereka " ujar xiou si dan memejam kan matanya untuk menenangkan diri nya , awan hitam dan gurun pun mula redah.

__ADS_1


Xiou si sedar apa yang dia lakukan hingga tempat itu jadi sunyi .


Xiou si yang memerintah yang bai menangkap tiga orang itu pun tertangkap dan di letak kan di mana tentera dari kumpulan lain di ikat .


Mo Fan yang dalam perjalan balik ke gerbang utama untuk memenuhi printah xiou si , Mo Fan panasan dan ketakutan apa yang tertulis di dalam surat itu dan berfikir bagaimana harus dia menerang kan jika mereka bertanya.


"Mo Fan Napa dengan kamu ?" tanya Yun Tang hairan lihat Mo Fan , muka pucat matanya merah dan terlihat lain dari sebelum nya.


"Di mana jeneral Roger ?" tanya Mo Fan tak tegah.


"Jeneral Roger dia masih di luar sana " ujar Yun Tang tangan masih hairan lihat Mo Fan yang seperti di kejar hantu.


Mo Fan berlari lagi ketempat Roger yang masih istirehat bersama dengan tenteranya , dari jauh Roger lihat Mo Fan mendekat sambil berlari tergesah gesah.


" Mo Fan apa kata yang-- ? " tanya roger dan ujar terhenti


"Jeneral Roger berikan surat ini pada jeneral Feng wer " ujar gugup Mo Fan


"Kamu Napa ? " tanya roger hairan lalu mengambil surat itu dari tangan Mo Fan .


Roger lihat sampul surat itu tertulis mana Alexander.


" Mo Fan aku lihat awan hitam tadi , apa ada yang terjadi ?" tanya Roger


"Apa yang mulia baik baik saja?" ujar batin Roger yang mula curiga lihat kelakuan Mo Fan


waktu juga yu Lie tiba wajah nya juga sama seperti Mo Fan ketakutan dan gementar.


"Tuan Roger yang yang mulia menyuruh kami , barang ini semua di bawah masuk " ujar yu Lie yang hilang kendali dan terlepas kata


"Dia menyebut yang mulia !" ujar batin Roger dan terkejut


"Kalian semua ikut yu Lie antar barang ini kedalam !" tegas Roger beri printah pada tenteranya.


"Desven aku serakan mereka pada mu , awasi mereka bila tiba di sana !" ujar pelan roger pada pembantunya.


"Baik , bagaimana dengan jeneral ?" tanya Desven


"Aku ada urusan sedikit , tolong jaga yang mulia bila tiba di sana , lagi pun orang ini menyebut yang mulia " ujar roger dan matanya melolot ke arah yu Lie


"Baik jeneral " balas Desven


Desven ialah pembantu Roger bukan itu saja dia adalah juga seorang komender .

__ADS_1


Masa Yun Tang lihat mereka dia juga binggun apa yang berlaku dan tak berani bertanya.


Desven pun megikut yu Lie dan Mo Fan balik ke markas itu , roger yang masih berdiri lihat mereka jalan menjauh .


"Yang mulia , apa yang mulia dalam masalah !" ujar pelan Roger , lalu dia pun putar badan meningalkan tempat itu dengan wajah serius.


Mo Fan dan yang lain dalam perjalan balik ke markas membawah barang yang di minta oleh xiou si , lima buah kereta kuda di isi dengan penuh di bawah masuk ke dalam Maskar mereka.


Balik ke xiou si


kawasan markas yang di penuh orang itu menjadi sunyi lepas identiti xiou si terbongkar di tempat itu hanya suara bisikan saja yang terdengar .


"Zong Ming ! , aku menolak permohon kamu tadi ! , di sebab kan isteri kamu keterlalu aku tak akan maaf kan kamu ! " tegas xiou si lagi dan memandang melolot ke arah Zong Ming


"Yang mulia aku salah , aku bersalah tapi aku Mohon walaupun yang mulia membenarkan guna jurus itu tapi aku tak setanding yang mulia !" ujar kesal Zong Ming selepas xiou si menolak permohonan itu.


"Aku tak kesah nya !" teras xiou si


Zong Ming terus terdiam dan tak dapat berkata apa apa.


Mo Fan dan yang lain juga tiba , mereka pun menolong menurunkan barang yang di bawah , mata mereka semua membulat besar lihat lima kenderaan kereta kuda yang penuh barang , awal nya mereka hairan barang apa kah itu?


selepas mereka menurun kan barang itu mereka pun memasukan ke gudang mereka yang kosong itu lalu menyusun nya di sana .


Mereka tak tahu apa yang di hantar itu , salah seorang dari mereka yang panasaran apa barangan itu lalu orang itu pun membukanya , matanya membulat besar lepas lihat di dalam nya .


Lalu beri tahu mereka untuk membuka dan lihat barang itu , riaksi mereka juga sama dengan teman mereka .


"Apa nona yang hantar dan berikan bekal makan ini pada kita ?" ujar salah seorang


"Lihat barang ini ! ini adalah herba"


"Tiga puluh bag ini adalah beras !"


"Barang yang dalam kotak ini adalah buah dan herba!"


Ujar mereka semua yang tak henti lihat dan membuka barang yang masih terikat terapi.


"Apa nona membantu kita !"


"Hoi , jaga bicara Kalian ! , apa kalian lupa nona itu siapa hingga jeneral juga tunduk padanya dan tak berani melawan.."


"kalian semua cepat masukan barang itu semua sebelum nona bukan yang mulia naik angin lagi " ujar teng Shi

__ADS_1


__ADS_2