
Dalam kejadian yang mereka saksikan yang penuh tertanya tanya , hanya seorang gadis yang terlihat biasa sangat misterius bagi mereka dan masih binggung dan panasan siapa sebenarnya gadis itu.
Lepas saja xiou si ambil barang yang kirim itu dan memrintah para militernya untuk bersedia , sebelum masuk ke markas , langkah nya terhenti dan berfikir seketika.
"Apa yang terjadi , Napa aku lihat yang mulia seperti dalam masalah , apa ada perang di kerajaan lain atau yang mulia tak dapat mengendali nya , Lagian jika perang berlaku yang mulia tak ada pengalaman " ujar batin Zong Ming lihat xiou si yang dalam keadaan tak tenteram .
"Cristopher ! , bawah Lima peratus orang kamu pergi ke sana dahulu kamu pergi bersama dengan Shadow kem unit ketiga ambil tahu punca nya dulu ingat jangan sampai tertangkap , Vincent tiba di sana lepas kan warna kuning dan sediakan semua bahan beritahu pada kem militer Fu Kong untuk bantu !" ujar tegas xiou si
"Baik " ujar balas mereka bertiga
"Kerajaan Poseidon dalam masalah , tapi sebelah mana kerajaan itu Lagian aku belum pernah kunjung tempat itu " ujar batin xiou si
"Zong Ming apa ada peta dunia ?" ujar tanya xiou si
"Ada " ujar balas Zong Ming
"Bawah kan ke mari aku nak lihat " ujar xiou si lagi
Zong Ming pun ambil peta dunia dan berikan pada xiou si , xiou si lihat kerajaan Poseidon ada di bahagian Barat bukan itu saja kerajaan Poseidon dan kerajaan Nan Chun bersebelahan wilayah .
Xiou si lihat peta itu ,
"Cris tiba di sana beri tahu pada Roger dan Alexander , panggil kan wakil sepuluh orang dari setiap desa dan bersikan jalan arah ini , aku nak kalian cepat tiba di sana , mereka tida akan bertahan lawan , beritahu pada mereka masing masing bawah alat dan bersikan dalam sehari dan satu lagi jangan sampai mereka sedar kalian ada disana , bawahan makanan yang cukup dan kenderaan , jalan itu tak perlu lah terlalu bersih asalkan kalian cepat tiba itu sudah cukup , aku tahu kalian bisa lakukan nya ! " ujar tegas xiou si
"Nona mulia , aku tak berani melepas kan warna kuning itu " ujar Vincent sedikit ragu.
Xiou si hanya pandang mereka bertiga , xiou si pun buka kain penutup wajah nya , orang dari kerajaan Liong Han sedar , terus berlutut hormat dan membuat orang di tempat itu terkejut .
"Napa Mereka tiba tiba berlutut !" ujar batin Merka semua
"Atas nama Raja Liong Han , sampai printah ku pada seluruh wilayah , hantar kan Tiga puluh peratus bantuan ke kerajaan Poseidon ! , " ujar tegas xiou si
"Yes my lord " ujar balas mereka semua
"Lord ! , Napa mereka sebut lord bukan princess ?" ujar batin Zong Ming
"Nona mulia "ujar panggil dari jauh
"Siapa ?" ujar batin xiou si
Xiou si pun lihat ke arah itu Chong yang ada di datang .
"Ada apa kamu ke sini ?" ujar tanya xiou si sedikit tegas
__ADS_1
"Waktu dalam perjalan aku lihat seorang bocah , tapi aku tak tahu bocah itu dari mana , jadi aku bawah nya ke sini " ujar Chong
"Baik bawah bocah itu ke sini " ujar xiou si
Chong pun bawah bocah berusia belasan tahun itu Menghadapi xiou si ,jika di lihat seusia dengan Nian Ling , xiou si lihat wajah bocah itu dan lihat pakaian nya , tak sengaja lihat Rantai bentuk bulan sabit yang di pakai oleh bocah itu.
"Di mana aku lihat Rantai bulan sabit itu ?" ujar batin xiou si
"Siapa nama mu dan dari kerajaan mana ? " ujar tanya xiou si
"Nama ku Arslan Mesty dari kerajaan posoi --"ujar memperkenal kan diri dan bicara terhenti
"Berhenti ! Mesty ? , Apa ayah kamu Afansius masty ?" ujar bertanya xiou si lepas dengan mana belakang itu
"Benar dia ayah ku " ujar bocah yang bernama Arslan
"Napa kamu bisa di sini , apa yang terjadi ? , di mana pengawal kamu ?" ujar tanya xiou si
Bocah itu pun nangis sambil bicara ,Arslan pun menceritakan semua nya apa yang terjadi dan Napa dia ada di sini.
" Baik aku mengerti , Chong bawah dia masuk ke dalam untuk istirehat beri dia makan dan minum " ujar xiou si
"Baik , tapi siapa dia ?" ujar tanya Chong
"Apa ! , Napa dia bisa ada di sini "ujar terkejut Chong dan Christopher
"Tunggu aku nak tanya apa kamu adalah yang agung yang di ceritakan oleh ayah ?" ujar tanya arslan
"Benar ini aku " ujar xiou si
"Yang agung , tolong bantu keluarga ku " ujar Arslan dan nangis lagi
"kamu pergi lah rehat aku dalam pengaturan sekarang " ujar balas xiou si
"Kalian semua kita bertolak lepas ini " ujar xiou si dan masuk ke dalam megantikan pakaian yang di kirim itu .
"ye chen Nian Ling teman Arslan boleh " ujar xiou si pada kedua bocah itu
"Baik " ujar balas Nian Ling dan ye chen
Xiou si pun terus naik , hanya terdengar tiga bocah bicara saja di bawah .
"Nama kamu Arslan kan aku ye chen" ujar ye chen memperkenalkan diri
__ADS_1
" Aku Nian Ling salam kenal" ujar Nian Ling
"Salam kenal " ujar balas Arslan
"Aku lihat pakaian mu , kamu bukan dari sini ?" ujar tanya Nian Ling
"Benar " ujar balas Arslan
"Arslan tadi aku dengar kamu panggil nona yang agung Napa ?" ujar tanya Nian Ling
"Nona ?" ujar binggung Arslan dan menoleh lihat arah Chong yang menjaga dia di sana .
Chong hanya geleng kepala saja.
"Jadi mereka tak tahu , yang agung adalah seorang peguasa dan pemerintah " ujar batin Arslan
"Aku hanya panggil saja , tapi apa kalian tak hairan dengan semua ini atau panasan , Napa mereka semua tunduk pada nona dan tak berani menentang ?" ujar Arslan lagi
"Kami tahu , tapi ibu kata tadi waktu kalian udah tiba ! , aku tak tahu apa maksud ibu " ujar ye chen yang masih panasan
"Apa ibu ! , siapa dia ini setahu aku yang agung belum nikah , mungkin hanya panggil saja , cuba aku tanya " ujar terkejut Arslan dan menoleh ke arah Chong lagi.
"Napa kalian panggil nona mulia ibu ?" ujar tanya Arslan lagi
"Aku hanya ikutan saja panggil seperti itu " ujar Nian Ling
"Wajah ibu sama seperti ibu ku , itu sebab aku panggil ibu " ujar ye chen
"Oh gitu " ujar pindik Arslan
Ketiga bocah itu bersembang tak henti , di luar markas
"Tuan apa Tuan tak terkejut yang mulia di panggil ibu ?" ujar Mo Fan pelan dan bertanya
"Tidak , aku sudah terbiasa yang mulia di panggil seperti itu , Di kerajaan yang mulia di gelar panggilan ibu kerajaan ." ujar Feng Wer
"Yang benar saja , aku kira hanya Putera ye saja yang panggil yang mulia seperti itu " ujar bala Mo Fan
"Putera ye siapa dia ?" ujar tanya Feng Wer
"Dia adalah putera sulung raja di kerajaan ini , tapi putera sangat kasihan permaisuri udah meninggal dan Raja juga tak pedulikan nya , Yang mulia yang selalu menemani putera ye dan mendidik nya" ujar balas Mo Fan
Wajah Feng Wer Menghitam dengar bicara Mo Fan .
__ADS_1