Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Bab 142 Diri sebenar putera Raifon


__ADS_3

waktu pengawal dari kerajaan Poseiden memberitakan masalah itu , dengan cepat mereka ke kamar itu


Mereka pun tiba di kamar itu , mereka terkejut lihat ada orang terlempar keluar dari kamar itu


"Aahhh !" ujar terik orang itu dan orang yang terlempar keluar itu


"Itu kan !" ujar orang dari kerajaan itu


Dalam kamar xiou si


"Siapa kamu Napa kamu ada di kamar ku !" ujar cowok orang itu


"Kamu siapa !" ujar tanya xiou si dengan tegas , keadaan nya sedikit pusing Karna terus terkejut dari sedar nya


cowok itu terus menarik xiou si yang dalam keadaan tertidur , waktu itu Leyrion dengar suara keras di dalam kamar , Leyrion terus serbuh masuk Karna kawatir pada xiou si


Tapi cowok tu meninjuh wajah layrion waktu dia masuk dalam kamar , hingga Leyrion terlempar keluar , kamar itu gelap dan tak bisa lihat di dalam


"Tuan mulia ! " ujar panggil Cristoper


"Tuan Cris ! yang mulia dalam masalah !" ujar Leyrion , darah galir bibir nya


"Apa yang terjadi ?"


"Ada orang di dalam aku tak tahu siapa , aku tiba di sini pintu kamar yang mulia tak tertutup , jadi aku jalan pergi lihat ada dengar suara yang mulia seperti mengusir seseorang , aku bergegas hendak masuk tapi aku malah di tinju !" ujar Leyrion


"Sial !" ujar Christoper


Christoper terus langkah masuk ke dalam kamar , terus dengar suara jeritan xiou si , Fu Kong bantu Layrion


"Aahh !" jerit xiou si yang ke sakit , kepalanya terhantuk di tepi kaki kasul


"Pergi ! keluar dari kamar ini !" ujar keras cowok ini


"Yang mulia !" ujar terima Christoper lagi


"Suara ini ! Napa dia di sini !" ujar Afansius dan masuk dalam kamar terus menyalakan lampu kamar


"Yang mulia !" ujar panggil Christoper , gitu juga Lu yang dan Fu Kong yang jalan masuk


"Andirion ! Napa kamu di sini ? !" ujar keras dan tegas Afansius lihat orang yang di sangat kenal


"Ayah !" ujar cowok itu yang bernama Andirion


Andirion adalah anak sulung kepada Afansius , yang tercedara waktu bertempur di barisan hadapan


"Berlutut dan mohon maaf !"


"Napa harus aku mohon maaf orang di guna kamar ku ayah !"


"Kamar mu ! apa kamu salah kamar tempat ini untuk kamar untuk tetamu Napa kamu kata kama mu ! berlutut sekarang !"


"Tak akan ! Napa harus aku berlutut depan rakyat rendah !"


"Kamu ! Berani kamu kata gita pada yang agung !"


"Cukup !" ujar tegas Christoper


Lu yang terus tendang belakang lutut Andirion dengan kuat hingga Andirion terus lutut nya terhempas , Andirion merasa tak bisa berdiri lagi


"Apa kamu uda bosan hidup !" ujar tegas Lu yang wajah nya penuh amarat

__ADS_1


"Apa seperti ini kamu didik anak mu !" ujar tegas Christoper


"Yang mulia ?" ujar panggil Christoper


Xiou si merasa pusing Karna terhantuk di kayu , Christoper gendong xiou si dan letakkan nya di kasul


"Yang mulia kepala mu !" ujar Christoper lihat kepala xiou si yang terhantuk itu bengkak dan berdarah


"Yang agung " ujar Afansius serta yang lain


"Yang agung ! siapa yang kalian panggil ?" ujar hairan Andirion yang tak kenal xiou si


"Diam kamu , berani kamu lakukan ini pada yang agung ! berani kamu ceroboh kamar yang agung ! kamu benar benar tak guna ya !"


"Cukup !" ujar tegas xiou si


"Maaf yang agung " ujar Afansius dan membungkuk


"Lu yang ambil kan peti obat " ujar Christoper , Lu yang pun keluar dari kamar dan cari peti obat


Christoper pun sapuh obat pada luka xiou si lepas peti obat di bawahan


"Di mana layrion tadi aku dengar suara nya ?" ujar tanya xiou si


"Tuan mulia ada di luar " ujar Lu yang


"Panggilan nya "


"Baik "


Lu yang pun panggil layrion di luar yang bersama dengan Fu Kong , layrion masuk kamar dan menghadap xiou si


"Napa panggil kamu itu berbedah sekali , jika kamu tak bisa dengan panggilan itu Napa sembunyikan ?" ujar xiou si yang sedar cara bicara layrion


"Aku aku --" ujar layrion terhenti Air mata tertakung di bawah mata


"Ibu mulia maaf akan aku tak bisa lindungi ibu " ujar layrion dan terus berlutut di hadapan xiou si


"Ibu !" ujar terkejut mereka semau


"Napa kamu kata gitu , kamu tak bersalah " ujar xiou si


"Tapi aku tak bisa lindungi ibu ?"


"Putera Layrion , kamu panggil yang agung apa ?" ujar tanya Stavfan


"Ibu , napa tanya putera Stavfan ?"


"Bukan kamu dari kerajaan Raifon ? Napa kamu panggil yang agung ibu ?"


"Aku harus panggil nya seperti itu "


"Kalian masih tak tahu Tuan mulia layrion sama seperti Arslan , putera kerajaan " ujar Christoper


"Tuan mulia kamu juga cedera , sapukan obat dulu " ujar Christoper lagi


"Aku tak apa apa , ibu bagaimana keadaan mu ?"


"Aku tak apa apa hanya pusing sedikit , aku haus sekali "


"Aku ambil kan , teh herba yang aku buat tadi uda tumpah , aku ambil kan yang baru " ujar Leyrion

__ADS_1


"Tak perlu lah bah ke sini , kalian boleh keluar aku nak bersikan diri dulu "


"Baik " ujar mereka semau


"Oh ya uda berapa lama aku ketiduran ?"


"Lima jam yang mulia " ujar Christoper


"Ah ! lima jam kalian tak kejut kan ku !"


"Yang mulia harus rehat , uda berapa tahun ini yang mulia sama sekali tak cukup rehat !" ujar Christoper sedikit tegas


"Eh , Baik lah aku rehat saja untuk masa kini "


"Yang agung belum makan , jadi kami menyimpan laut lebih " ujar Afansius


"Baik , aku pergi nanti , tentang masalah lepas ini baru selesaikan "


Lepas kepergian mereka xiou si pergi bersikan diri , lepas siap mandi dan berkemas , turun lah xiou si ke ruang makan , layrion menyediakan teh herba , kerna teh herba yang di bawah nya tadi semau nya tumpah termasuk teh pot nya sekali


Lepas selesai makan , mereka duduk di ruang rehat , xiou si duduk di tengah tengah di antara mereka semau dan duduk di single sofa , xiou si lihat ke kanan dan ke kiri , mereka hanya diam dan pandang ke bawah .


"Ibu mulia , ini teh herba nya , maaf lama hidangkan aku baru siap tadi "


"Tak apa terima kasih Ley " ujar xiou si dan ambil teh herba itu , Leyrion duduk di samping nya tempat duduk itu juga single sofa


"Apa ada yang kalian ingin tanya kan atau bicarakan ?" ujar xiou si yang lihat mereka tak berani bicara


"Yang agung kami mohon maaf atas kelakuan putera sulung ku ini " ujar Afansius


xiou si hanya diam dan lihat saja


"Aku maaf kan kali ini ! tapi jika berulang lagi aku hancur kan istana dan kerajaan ini !" ujar tegas xiou si


"Baik yang agung , kami tak akan lakukan lagi " ujar mereka


"Uda aku tak suka lihat wajah seperti itu !"


"Baik "


"Yang agung aku nak tanya , Napa putera Leyrion panggil yang agung ibu ?" ujar tanya Stevfan


"Stav apa yang kamu tanya kan ini ? " ujar ibu nya


"Aku panasaran " ujar stevfan dengan tenang


"Kalian masih tak tahu lagi , Leyrion adalah Putera angkat ku bukan hanya dia saja ada beberapa tiga orang lain dua orang itu aku jaga mereka sejak dari bocah dan seorang lagi aku baru jadi megankat nya " ujar xiou si


"Putera Angkat !" ujar terkejut mereka semau


"Bukan putera Leyrion lebih tua dari yang agung ?"


"Ya benar , aku lebih tua dari ibu mulia "


"Awal nya aku tak nak tapi ayah nya tak henti memohon pada ku , bukan hanya itu dulu nya kerajaan Raifon juga di serang waktu mereka baru jalan kan serikat dengan kerajaan ku , waktu itu ayah yang laksana nya aku hanya dapat kabar , aku hanya baru usia 15 tahun dan Leyrion berusia 19 tahun , Leyrion waktu itu tak kenal aku gitu juga dengan ayah Leyrion mereka tak kenal aku , waktu dalam serikat itu ayah aku yang pergi , bila kerajaan Raifon di serang kerajaan ku membunuh semau musuh aku Mengawal beribu ribu militer hanya dengan satu kata "


"Aku tak sangkah seperti itu , aku bah kan tak tahu " ujar Afansius


"Sangat lelah hanya seorang yang kawal beribu ribuan militer , aku tak lupa waktu itu Leyrion dalam keadaan yang hampir tak bisa di selamat demi lindungi keluarga , para rakyat dan para militer , aku mula bertindak dan megalahkan ratusan bah kan hampir seribu lebih orang dalam waktu yang singkat , dari situ aku menemui Leyrion dia memohan pada ku dan aku beri syarat pada nya , aku belum beritahu dia malah setuju dengan cepat , lepas perang akhir aku beri tahu ayah nya malah memaksa ku untuk menikah dengan Kakak nya ! sungguh tak tahu malu orang tua itu ! "


" Bersambung "

__ADS_1


__ADS_2