
Hari menjelang pagi , xiou si dan pasukan berangkat , matahari juga uda naik dan tiba lah mereka di desa
Orang desa terdiam dan ketakutan mereka lihat Enam buah kereta kuda lintas di desa itu , lalu berhentilah Merka di sana , xiou si keluar dari kereta kuda dengan pakaian dan penampilan
Turun lah xiou si lihat orang desa lalu tersenyum , xiou si tak guna kain penutup wajahnya senyum nya memikau orang desa
"Kalian semau , barang yang kalian parking dalam Kotak tadi berikan pada mereka satu keluarga satu kotak ya " ujar xiou si
"Baik Nona mulia " ujar mereka semau
Lalu para militer xiou si yang guna jubah menutup pakaian meliter , mereka memanggil orang desa dan membahagikan barang itu , tiga buah kereta kuda penuh dengan barang yang di isi dalam kotak
Suara ucap terima kasih terdengar di sekitar
"Apa cukup ?"
"Masih punyai lebih "
"Chris , ambil satu kotak itu aku nak bagikan seorang di sempadan desa kota " ujar xiou si
"Baik Nona mulia "
"Napa dia tak datang , semau nya ada disini ?" ujar batin Xiou si
Dalam kesibukan mambahagi barang itu , ada di keluarga yang mendekat tempat xiou si , xiou si hairan Napa mereka berdiri di depan , sepasang suami isteri dan dua anak lihat xiou si dengan wajah mata berkaca kaca
"kalian Napa ? apa yang kalian ingin kan ?" ujar tanya xiou si dengan suara lembut lihat wajah mereka yang menahan air mata
"Nona Mulia !" ujar panggil empat orang itu lalu berlutut
"Eh ! , kaliqn Napa berdiri " ujar xiou si dan bantu sang isteri berdiri
"Nona mulia bantu kami ibu kami uda lama sakit , kami tak punyai wang obati nya , bah kan di usir di tokoh obat dalam kota " ujar sang isteri air mata mengalir penuh kesedihan
"Nona mulia , bantu nenek kami , bantu kami " ujar dua bocah itu
"Kami akan lakukan apa saja , asalkan ibu ku selamat , kami mohon nona mulia bantu ibu ku " ujar sang suami
Xiou si terdiam dan terkejut orang ini minta bantuan dari xiou si sedangkan mereka punyai kaisar sendiri
"Nona mulia " ujar panggil anak beranak itu
"Berdiri lah , aku gerti apa yang kalian bicara kan tapi kalian punyai kaisar sendiri Napa tak mohon padanya ?" ujar tanya xiou si dengan tenang
"Kaisar juga tak bisa apa apa ! ini uda sebulan kami tunggu tindak balas dari Kaisar !" ujar sang suami sedikit naik
"Berani kamu naikkan suara mu di depan Nona mulia !" ujar tegas Christoper
"Cris ! siapa yang benar kan kamu naikkan suara mu !" ujar tegas dan keras xiou si
"Mohon maaf Nona mulia " ujar Christoper dan berlutut dan wajah lihat bawah
"Berdiri ! jika kamu lakukan lagi bersedia lah menerima hukuman !"
"Patik akan ingat kan kata kata nona mulia dan tak akan lakukan lagi "
"Bagaimana kondisi ibu mu sekarang ?"
"Ibu tak bisa jalan sekarang dan sering muntah darah hitam , badan nya semakin kurus " ujar sang suami
Xiou si yang dengar bicara itu terus menarik nafas dalam dalam lihat langit , cuba tenang kan diri nya , air mata yang bertakung di bawah mata , menahan kepedihan hati dan kesedihan
"Nona mulia , kami orang desa Mohon maaf atas perilaku kami , kami disini uda sebulan menahan lapar " ujar orang desa
"Jika bukan Kaisar sebelum ini langgar perjanjian , kami tak seperti ini hanya di sebab kan menyelamat Gadis itu , Kaisar sebelum ini sanggup mempertaruhkan nyawa demi melindungi kerajaan ini "
"Langgar perjanjian ? sebelum ini Mereka juga kata gitu ?" ujar batin Xiou si
"Apa kalian tahu kerajaan mana yang menjalankan perjanjian itu ?" ujar tanya xiou si
"Jika aku tak silap itu bukan kerajaan , tapi tempat itu hanya desa , sebuah desa kecil yang penuh hasil dan nama desa itu desa Han "
Xiou si dan militer nya terdiam , mereka saling pandang , Mereka terkejut dengar nama desa itu
"Seperti apa desa itu ? apa kalian harapkan dari desa itu ?" ujar tanya xiou si
__ADS_1
"Kami ingin kan kedamai dan keadilan " ujar para orang desa
"Baik , aku sememangnya tak ingin tolong sebab kerajaan ini punyai kaisar dan aku tak punyai hak untuk lakukan itu " ujar xiou si
"Kami gerti maksud nona mulia , tapi kami tak punyai harapan lagi " ujar sang isteri
"Apa itu Nona mulia ?" ujar dari belakang xiou si
Xiou si terus toleh ke belakang , lihat siapa yang panggil dia , orang itu terus berlutut beri hormat
"Salam hormat nona mulia " ujar panggil orang itu
"berdiri , lama tak bertemu Francis !" ujar xiou si sedikit tegas
"Itu Tuan Francis ! Napa dia gitu hormat pada nona ini " ujar para orang desa , mereka hairan Napa Francis berlutut di depan xiou si
"Apa yang terjadi selama aku tak ada di sini ? !"
"Seperti yang nona mulia lihat , di desa uda banyak yang sakit , makanan juga kurang dalam seminggu lepas bekal makan jarang di hantar ke sini " ujar Francis dalam keadaan wajah menunduk dan menahan bicara gugup nya
"Bukan aku uda katakan ! laporkan kepada mereka jika keadaan makin sulit !"
"Maaf Nona mulia "
"Cukup aku tak ingin dengar permohonan itu ! ingat Francis kamu bukan berasal dari kerajaan ini ! mulai sekarang kamu yang bertanggung jawab atas desa ini ! "
"Tapi Nona mulia "
"Francis ini adalah printah ! Siapa kepala desa disini ?"
"Aku nona mulia "
"Siapa nama mu ?"
"Nama ku Hui nan "
"Baik , Kalian tunjukkan jalan ke kediaman kalian !"
"Apa nona mulia -- !"
"Jika ingin ibu kalian selama , cepat tunjukkan jalan !" ujar Christopher
"Baik " ujar mereka , lalu terus menunjukkan jalan
"Baik Nona mulia
Xiou si Christoper dan lima bawahan militer jalan bersama , Tiba mereka di kediaman itu , seorang kurang ubaya yang bertidur di atas tikar jerami , xiou si lihat wajah pucat orang itu , Orang desa juga ikut bersama
Xiou si jalan masuk ke kediaman yang uda usang dan hampir roboh , jika di pijak bisa dengar bunyi seperti retakan
"Nona mulia hati hati " ujar Christoper
Lalu xiou si memeriksa keadaan orang tua itu
"wajah bahagian mata menghitam bola mata kemerahan , bibir pucat , sering muntah darah hitam bukan ini sama seperti keracunan ?" ujar batin Xiou si
Waktu xiou si berfikir orang tua itu muntah darah hitam , mujur xiou si mundur dengan cepat , lalu xiou si lihat darah hitam pekat itu
"Apa kalian ada jarum ?"
"Aku ada nona mulia " ujar Francis mengeluarkan satu sarung kecil dan dalam nya banyak jarum berbagai saiz
"Apa kamu selalu bawah ini ?"
"Benar "
"Apa kamu dokter akupuntur hingga bawah Gini banyak jarum ?"
"Tida nona , aku selalu bantu orang di sini jahit pakaian Mereka"
"Oh gitu , aku pinjam yang panjang ini sediakan api untuk ku "
Lalu mereka sediakan lilin dan menyalakan api nak , Xiou si memanaskan jarum itu hingga panas , lalu mencelikkan di darah yang di muntahkan tadi
Lalu tungguh hingga lima minit , jarum itu berkarat
"Dugaan ku benar !"
"Apa dia nona mulia ?" ujar tanya sang suami
"Ibu kalian bukan sakit alami , apa ada orang datang ke sini beri kalian makan tau beri kalian minimum ?"
__ADS_1
"Ada sebulan lepas , kami tak kenal orang itu dan beri kami minum " ujar sang isteri
"Bagaimana yang lain ?"
"Kami tak ada " ujar yang lain
Tiba tiba orang tua itu terus membaruk tak henti darah dari mulut terus menerus keluar
"Cris ambil kan lima jenis herba itu dan hancur kan bersama !" ujar tegas xiou si
Christoper terus pergi
"Ck semakin para ! "
"Nona mulia apa yang terjadi ?"
"ibu kalian terkena racun dan racun itu uda merebak ke seluruh badan nya dan aku tak pasti bisa selamatkan atau tak "
"Apa !"
"Maaf apa kalian bisa tungguh di luar , pengawal bawah Mereka keluar "
"Baik Nona mulia "
"Nona mulia , tolong selamat kan ibu ku , tolong selamat kan nya "
"Aku gerti perasan kalian , jika ibu kalian bisa bertahan pasti ada harapan , jadi sila keluar dulu , bawah mereka "
Para militer xiou si bawah keluar sekeluarga itu
"Yang mulia , ini herba nya "
"Baik , aku harap bisa sembuh "
Xiou si beri herba yang uda di jadikan air herba yang tak di masak hingga mendidih hanya guna air panas saja .
Tiga puluh minit kemudian
"Yang mulia , rehat lah sebentar aku gantikan " ujar Christoper lihat xiou si uda 30 minit menyuap orang tua itu , wajah orang tua itu uda terlihat perubahan wajah gelap mula pudar
"Baik , terima kasih Cris "
"Tak perlu yang mulia uda kewajipan ku "
Orang Tua itu sedar
"Kamu uda sedar ?" ujar tanya Christoper
"Aku dimana ? siapa kalian ?"
"Yang mulia orang ini uda sedar "
"Uda sedar "
"kalian tak perlu merepotkan diri menyelamatkan ku , aku uda tua "
"Nek Napa kata gitu ?"
"Yang mulia " ujar panggil orang tua itu
"Kamu tahu aku siapa ?"
"Aku bisa dengar kalian bicara tapi aku tak bisa berbicara , racun dalam badan ku ini uda lama , tak perlu selamat kan aku lagi "
"Tak bisa ! aku harus lakukan juga keluarga mu sedang tungguh kamu di luar !"
"Aku uda lama merepotkan mereka bah kan mereka tak makan demi aku , aku tak ingin merepotkan mereka lagi "
"Tida aku harus sela--" bicara xiou si terhenti
"Yang mulia aku mohon biarin aku mati , aku tak ingin merepotkan mereka lagi , berhenti lah beri aku minum obat ini , aku uda sampai ajal nya , aku mohon kabulkan permintaan aku ini "
"Kamu harus bicara dengan mereka "
"Tak perlu , aku tak ingin mereka lihat aku mati " ujar orang tua itu dan terbatuk darah hitam lagi wajah nya mula menghitam
"Katakan pada mereka , aku uda maaf kan mereka "
"Baik , racun dalam tubuh kamu uda merebak kembali "
"Tak apa " ujar orang itu , lalu pernafasan nya mula laju dan pelan pelan hilang
__ADS_1
Lima belas minit kemudian , Xiou si dan militer nya berdiri dan membungkuk , meskipun mereka sangat sedih mereka hanya menahan tangisan mereka
Air mata xiou si mengalir di wajah nya