
" Haish , ini sudah hari keempat tak ku sangka yang mulia pergi selama ini ? " ujar Roger
"Benar , tapi kan aku tak sangkah mereka belajar dengan cepat , hanya sekali di tunjuk terus ingat semua" ujar balas Alexander
"Ayah kami udah siap " ujar Zong Ming pada Alexander
"Baik , Ming aku nak tanya ? aku lihat militer cepat belajar apa-- ? " ujar tanya Alexander
"Sebenarnya ayah , aku pernah ajar mereka dahulu " ujar menjelas kan Zong Ming
"patutlah senang belajar ! kamu bisa ajar mereka Napa tak ajar saja , kamu ini ya merepotkan yang mulia saja ! " ujar tegas Roger
"Maaf kan aku , aku tahu salah ku tapi aku tak ingat sepenuh nya , bukan itu saja aku pernah fikir kembali jika aku mengajar mereka sepenuh nya itu kan seperti mencuri " ujar menjelas kan zong.ing pada mereka
"Itu menang benar , kamu harus ingat kamu itu bukan dari sini " ujar balas Alexander
"Sudah lah ayuh pergi makan " ujar Roger pada mereka
mereka pun menikmati hidangan mereka pada waktu tengah hari , selepas selesai makan dan rehat para militer Zong Ming sendiri pergi melatih diri mereka tanpa di beri perintah , setiap hari berlatih hingga petang hari.
*****
Hari semakin larut xiou si Jeneral Chong dan militer yang dalam perjalanan balik ke kerajaan Dongguan , mereka juga membawah sedikit makanan laut dari kerajaan Yan Land.
"Sampai kapan kalian ekori ku?" tanya xiou si pada ke dua orang itu yang mengikuti xiou si sejak dari perjalan balik ke kerajaan Liong Han.
"Entah " ujar balas ke dua orang itu.
"Mana boleh tahu , bila tiba di tempat yang tak ada orang itu kan kesempatan yang bagus "ujar batin ke dua orang itu lagi
"Aku harap kalian tidak buat masalah jika tiba di sana !" ujar tegas xiou si dengan muka datar
"Kamu jangan risau kami tak akan melakukan kejahatan " ujar salah seorang dari mereka
"Bagus lah jika begitu , tapi jika kalian ingkarinya jangan harap terlepas dari mereka !" ujar tegas xiou si lagi , dia tahu apa yang akan di rencanakan ke dua orang itu .
"Apa maksud kamu dan siapa mereka ?" ujar tanya ke dua orang itu dan hairan
"Kalian akan tahu nanti " ujar tenang xiou si lagi
"Jun Qiang aku kembali " ujar batin xiou si dan guna minda untuk sampai kan pesan pada Jun Qiang dan yang lain.
__ADS_1
Di sisi lain.
Dimana Jun Qiang dan yang lain yang menggunakan kamar xiou si untuk istirehat , bukan itu saja mereka juga membersihkan kamar xiou si setiap hari , hingga kamar itu sentiasa berseri dan berkilau tak ada serangan dan habuk.
"Ehm ?" ujar Jun Qiang
"kamu Napa Tuan Qiang ?" ujar tanya Zang wei
"Aku merasakan keberadaan yang mulia , tunggu ini pesan nya yang mulia sudah kembali tapi aku dapat merasakan ada aura yang mengekori yang mulia " ujar menjelaskan Jun Qiang
"yang mulia kembali ?" ujar tanya mereka semua
"Benar , aku cuba Menyapa yang mulia "ujar Jun Qiang
"Aku harap yang mulia baik baik saja " ujar Pinky
"Bagaimana Tuan Qiang apa biasa terhubung dengan yang mulia ? " tanya Zhang wei
"Bagus tersambung , yang mulia apa bisa dengar suara kami yang mulia " ujar Jun Qiang , walaupun dengan jarak jauh bicara dalam minda datang menyambung
"Eh ? , Qiang ada apa ? Aku biasa dengar kan nya " ujar xiou si , kedua orang yang ikut dengan xiou si lihat wajah nya hanya diam tapi di sebaliknya mereka sedang berbicara tanpa buka mulut.
"Apa yang mulia baik baik saja ? kami di sini rasa lain apa ada sesuatu yang mendekat dengan yang mulia ? kami dapat rasa aura di sekitar yang mulia " ujar tanya Jun Qiang
"Orang yang seperti kami ? apa yang mulia kenal mereka ?" tanya Le Jie
"Tidak tapi aku kira mungkin kalian mengenal mereka , Lagian aku dengar bicara mereka pada waktu jalan balik mereka bahas tentang tiga orang tapi aku tak tahu siapa maksud mereka " ujar xiou si lagi
"Oh gitu , yang mulia sekarang yang mulia Dimana ?" ujar tanya Jun Qiang lagi
"Hampir tiba aku udah bisa lihat desa di depan sana " ujar xiou si
"Waahh yang mulia udah tiba , kami menunggu yang mulia" ujar para peri
"Aku akan terus ke markas militer kalian tak perlu lah ke sana lepas aku siap turun kan barang aku akan balik ke penginapan " ujar xiou si
"Baik yang mulia " ujar mereka semua
Perbicaraan itu pun terputus .
"Yang mulia kita udah tiba " ujar jeneral Chong
__ADS_1
" Baik pergi ke markas dahulu " ujar xiou si
"Baik yang mulia " balas Chong
mereka pun terus jalan hingga ke gerbang utama yang di jaga oleh orang lain , bukan Yun Tang dan yang bai .
"Berhenti sila tunjukkan token kebenaran kalian !" ujar tegas penjaga gerbang itu.
"Apa kami perlu token kebenaran untuk masuk kesini ? Kamu orang baru ya , pantas saja tak mengenal kami !" ujar tegas Chong
Chong dan militer nya hanya guna jubah untuk menutup ziarah dan pakaian militer mereka agar tak di terlihat mencurigakan .
"Chong ada apa Napa tiba tiba berhenti disini !" ujar tegas xiou si pada Chong
"Yang mulia ada masalah sedikit , orang yang jaga gerbang adalah orang lain bukan Yun Tang dan yang bai " ujar pelan Chong
"Oh gitu kamu uruskan saja " balas xiou si
"Baik yang mulia " ujar balas Chong dan putar balik badannya lihat tentera itu balik
"Tuan kami hanya jalan kan tugas , jika tak ada token kebenaran kerajaan kalian tak bisa masuk ke dalam " ujar orang itu lagi
"Di mana Yun Tang dan yang bai !" ujar tegas Chong dan bertanya tegas
"Mereka dipanggil oleh raja " ujar balas orang itu
"Tong ma ada apa di sana ?" ujar kuat dan tegas dari jauh
"Jeneral , kebetulan sekali ini ada orang nak masuk tapi mereka tak ada token kebenaran ." ujar orang itu , nama dia adalah Tong ma
"Siapa ?" ujar tanya dan hairan Yun Tang
"Di sana " balasnya lagi
Yun Tang pun lihat ke arah yang di tunjukkan itu , Yun Tang merasa kenalan tapi tak pasti .
"Apa kami bisa lalu ?" tanya Chong
"Boleh tapi kalian siapa ?" ujar tanya Yun Tang
"Apa kamu udah melupa kan kami Yun Tang !" ujar xiou si yang masih di dalam kereta kuda itu
__ADS_1
"Suara ini !" ujar batin Yun Tang dan ada sedikit keraguan