
istana kerajaan Poseidon
" yang mulia pasukan pertahanan tak dapat menahan lagi ! musuh terlalu kuat !"ujar salah seorang militer nya
"Raja ku , hingga kapan seperti ini apa ada balah bantuan ?" ujar seorang wanita para ubaya berusia empat puluh an dan bernama lesianna
"Aku tak tahu sayang , aku harap ada " ujar balas Alfansius , lesianna adalah isteri nya.
"Ayah " panggil Stevfan
"Napa kamu di sini di mana kakak mu ?" ujar tanya Alfansius
"Kakak masih di barisan depan , kakak menuruh ku balik dan beritahu pada ayah " ujar Stevfan
"Apa dia ?" ujar tanya Alfansius
"kakak kata kirim kan militer ke garisan hadapan untuk memperkuatkan pertahanan dan penembak jarak jauh juga " ujar Steven
"Samakin para Stevfan apa ada tidak balas dari dari kerajaan lain ? " ujar tanya Alfansius
"Belum ada ayah " ujar balas Stevfan
"Oh gitu aku kira ini sudah terakhir , Stevfan bawah lah sepuluh ribu militer ke garisan hadapan " ujar Alfansius
"Raja ku jika dihantar lagi di sini bagaimana , keamanan akan menurun " ujar lesiana
"Aku tahu tapi , jika garisan hadapan runtuh musuh masuk dengan mudah , Stevfan jika kalian tak dapat menahan lagi mundur lah ke garisan ke dua " ujar Alfansius lagi
"Tapi ayah "
"Ini adalah printah !" ujar tegas
"menurut printah " ujar Stevfan dan membawah sepuluh lima militer ke garisan hadapan
"Ayah ! ibu ! " ujar kuat
"Amerin " ujar Alfansius dan lesiana
"Arslan Arslan " ujar Amerin yang teragap agap
"Napa dengan Arslan ?" ujar tanya lesiana
"Arslan tak ada di kamar nya , aku sudah mencarinya di seluruh istana tapi tak ada "
"APA !" Ujar terkejut lesiana dan alfansius
"Bagaimana tidak ada !" ujar tegas Alfansius
"Aku tak tahu , kemarin petang Arslan masih ada di sini , pagi tadi aku masuk dalam kamarnya Arslan tak ada aku sudah cari arlsan dari pagi " ujar arlsan
"Arslan kamu dima " ujar lesiana dan terjatuh kaki nya jadi lemas lalu pengsan , oleh Karna terlalu cemas dengan kehilangan arlsan
__ADS_1
"Ibu ! "
"Sayang !"
"Ibu sedar kan diri " ujar Amerin
"Pelayan , bawah ratu balik ke kamar , Amerin teman kan ibu "
"Baik ayah"
****
Perjalan balik ke kerajaan Liong Han agak lancar tak ada sebarang penghalang , Arslan dan Firdaus yang bertama kalian nya lihat seperti apa kerajaan Liong Han .
"Arslan aku tak dapat jamin keselamat keluarga kamu tapi aku cuba usahannya yang terbaik " ujar xiou si dalam perjalan masuk ke istana.
"Aku mengerti yang agung , aku harap mereka dapat bertahan " ujar Arslan
"Yang mulia semua nya sudah terlaksana , hanya tinggal arahan dari yang mulia " ujar Cristopher
"Baik , rehat lah sebentar " ujar xiou si
"Baik yang mulia"
"lapor yang mulia "
"Ada apa ?"
"Hutan yang di katakan itu benar jadi kapan kita akan berangkat , aku lihat keadaan dan pastikan semau nya uda siap , Cristopher kamu dan Chong pergi dahulu kami bawah Firdaus dan satu lagi gantikan pakaian nya guna seragam militer kita "
"Baik yang mulia "
"Putera Arslan bagaimana putera bisa tiba di sini ?" ujar tanya Firdaus
"Aku lari dari istana , waktu itu ayah pernah ceritakan pada ku tentang yang mulia agung waktu itu juga aku terfikir untuk cari yang mulia , aku tak tahu Napa ayah tak terfikir waktu itu ayah hanya minta bantuan dari wilayah Tujuh kerajaan tapi tida terus ke yang mulia , itu sebab aku bertindak sendiri kelima pengawal ku melindungi ku hingga tiba ke sini , entah bagaimana keadaan mereka sekarang dan kamu Napa bisa ada di sini ?" ujar tanya Arslan
"Aku juga seperti itu , waktu dalam kekacauan aku ada bertanya pada putera Stevfan tapi aku terabai , keluarga putera terlalu penik dengan serangan itu , tapi aku terus terfikir untuk minta bantu dari yang mulia agung , Lagian aku sempat berfikir jika minta bantu dari wilayah Tujuh kerajaan itu ke mungkinan akan lama di , jadi aku memberanikan diri keluar dari kerajaan Poseidon hanya semata mata untuk minta bantu dari yang mulia agung " ujar Firdaus
"Aku kira hanya aku saja ternyata kamu juga , bagaimana mana keadaan di kerajaan ya ?"
"aku juga kurang yakin putera Arslan aku harap mereka baik baik saja dan dapat bertahan sebelum kita tiba "
"Benar aku juga berharap seperti itu "
"Tak ku sangkah mereka membahayakan diri mereka hanya semata mata untuk minta bantuan dari ku jika di fikiran kembali itu sudah sewajarnya , tapi mereka minta bantu dari yang lain Napa tak ada laporan dari mereka dan tadi mereka kata bohong pada ku ?" ujar batin xiou si yang hanya lihat dari kejauhan
"Yang mulia " ujar panggil dari belakang xiou si
Xiou si angkat beri isyarat dan ke tempat lain
selepas meninggal kan ke dua orang itu , xiou si jalan masuk
"Ada apa Lu yang dan sejak kapan kamu balik ?" ujar tanya xiou si
__ADS_1
"Aku baru saja balik dan waktu aku jalan kan tugas aku menemukan Enam orang dalam keadaan cedera dan tak sedarkan diri " ujar Lu yang
"Di mana kuenwnukan kan mereka ?" ujar tanya xiou si lagi
"selepas jalan tiga arah "
"Baik obati mereka dan jika mereka sedar jangan banyak tanya "
"Baik yang mulia "ujar Lu yang dan meninggal kan xiou si
Xiou si pun jalan terus ke ruang kerja nya , tiba di sana
"Salam yang mulia " ujar Sandra beri hormat
"Eya kamu pergi lah rehat " ujar xiou si
"Tapi yang mulia kerja ku belum siap lagi "
"Tak apa esok sambung tak perlu kemas "
"Baik yang mulia aku pamet dulu " ujar Sandra dan tunduk hormat
Kesokan hari nya , xiou si tertidur di ruang kerja nya hari udah hampir terang lalu jalan lah ke luar kamar nya lihat sekitar kerajaan nya yang dia banggun kan sendiri , suara para militer juga terdengar dari jauh dengan sorakan dan semangat mereka.
"Waktu untuk berangkat " ujar xiou si , lalu jalan lah keluar meninggal kan kamar kerjanya.
Pakaian yang hendak di guna termasuk stok pakaian bila tiba di sana juga udah di siap kan .
Satu jam kemudian udah jam tujuh pagi matahari yang baru terbit menyinari kerajaan Liong Han , xiou si pun jalan ke tempat para militer berkumpul .
"Selamat pagi yang mulia " ujar para semua militer
"Eya selamat pagi " ujar balas xiou si
"Lu yang bagaimana dengan enam orang itu ?" ujar tanya xiou si lagi
"Mereka sudah sedar dan luka mereka juga udah hampir sembuh " ujar Lu yang
"obat itu berkesan dengan cepat dan dapat pulihkan hingga ke tulang "
"Benar yang mulia "
"Di mana mereka ? aku nak pergi kunjung mereka "
"Akan ku tunjuk jalan nya "
Tiba di tempat itu
"Salam yang mulia " ujar para militer yang menjaga tempat itu
"Bagaimana keadaan mereka ?"
"Mereka sudah sedar tapi hanya --"
__ADS_1
"Baik tak apa "ujar xiou si dan lihat enam orang itu tak tenteram mereka sepertinya mencari seseorang