
Dalam perjalanan ke kerajaan poseiden dalam masa empat hari , tak di sangkah perjalan mereka udah dua hari berlalu .
"Yang mulia hari makin gelap , apa perlu berhenti " ujar tanya Cristoper
"Kita berhenti di sini saja " ujar xiou si
"Baik " ujar balas Cristoper
"Kalian semua kita rehat " ujar kuat Christoper
"Cris bicara kamu ! pelan kan " ujar xiou si dengan laju sebelum para militer nya balas kata balik
"Maaf yang mulia aku lupa " ujar Cristopher
Mereka pun berhenti di pertengahan jalan , berkumpul dalam kolompok dan tak berpecah
"Dengar esok kita akan lintas sempadan dan kita kan berpecah , ingat yang aku kata kan tiba di sana kalian harus ikut printah dari mereka dan kalian berlima kibar kan bendera kalian bila tiba di sana , tapi jangan serang selagi tak ada printah " ujar xiou si
"Baik yang mulia " ujar mereka
"Yang mulia , ada orang yang mendekat " Ujar jun Qiang
"Kalian ! Ada ornag mendekat pejamkan api ! " Ujar tegas xiou si
"Qiang mereka ada berapa orang ?"ujar tanya xiou si guna telepati
"Kira kira empat hingga lima orang " ujar jun Qiang
"Mereka ada di mana ?" ujar tanya xiou si
"Mereka uda dekat " ujar jun Qiang
"Kalian bersedia " ujar xiou si
"Yang mulia mereka seperti nya cedera " ujar Zhang wei
"Cedera ! " ujar xiou si lagi
"Benar dan eh ! yang mulia seorang dari mereka pengsan !" ujar Zhang wei lagi
"Cris ikut aku " ujar xiou si
"Ke mana yang mulia ? " ujar tanya Christoper
"Ikut saja " ujar xiou si
Xiou si pun jalan mendekat ke arah lima orang itu
"Siapa di sana !" ujar tanya orang itu yang Coba bantu teman mereka yang pengsan
"Aku hanya lintas di sini dan Napa kalian ada di sini ?" ujar tanya xiou si
"Itu tak ada hubungan dengan mu !" ujar tegas orang itu
"Itu uda semestinya tak ada hubungan dengan ku , teman ku lihat kalian di sini dan beritahu ku dan seorang dari kalian pengsan ?" ujar xiou si lagi
"Siapa kamu ! apa kamu di hantar oleh mereka mengejar dan bunuh Kami !" ujar orang itu lagi
"Aku tak gerti maksud mu , tapi aku bukan di hantar untuk bunuh kalian " ujar xiou si lagi
__ADS_1
"Yang mulia seperti nya mereka dalam masalah ?" ujar Christop
"Kalian bohong ! jangan mendekat jika tak kami tak ragu bunuh kalian !" ujar teman nya lagi
"Aku tak ada niat untuk bunuh kalian , aku hanya ingin bantu kalian " ujar xiou si
"Itu mustahil !" ujar orang itu dan menghayun pedang ke arah xiou si
"YANG MULIA !" ujar Christoper dengan kuat
"Berani kamu cuba bunuh yang mulia !" ujar keras Christoper dan membalas serangan itu
"CHRISTOPER BERHENTI ! " ujar keras xiou si
"Yang mulia mereka cuba bunuh yang mulia !" ujar keras Cristopher
"Berani kamu naikkan suara mu pada ku !" ujar keras xiou si lagi
"Maaf yang mulia , aku tak berani " ujar Cristopher dan berlutut
"Dan kamu dan kalian , aku ingin bantu kalian tapi kalian malah ingin bunuh ku ! kalian kira aku ini siapa ? orang yang di hantar untuk bunuh kalian ? TIDAK ! " ujar keras xiou si
"Siapa kamu dan dari mana kalian " ujar tanya orang itu mula ketakutan
"Aku yang seharusnya tanya kalian seperti itu !" tegas xiou si lagi
"Orang yang tadi panggil dia yang mulia , jadi aku harus bicara baik dengan Mereka " ujar batin ornag itu lagi
Orang itu pun mengenalkan diri nya dan nama teman nya juga
"Kalian dari kerajaan mana ? dan Napa kalian bisa ada disini ? " ujar tanya xiou si lagi
xiou si hanya angguk kepala saja
"Siapa ketua kalian ?" ujar tanya xious si
Mereka pun tunjuk orang yang pengsan tu
"Kalian apa bisa bantu mereka obati luka mereka " ujar kuat xiou si
Banyak api di nyalakan , mereka kira hanya dua orang saja yang ada ternyata kiraan mereka salah .
"Tentu saja boleh yang mulia " ujar para pengawal
"Cris bawah mereka dan kalian siapkan tempat untuk mereka " ujar xiou si
"Yang Agung " ujar panggil Arslan
"Ada apa ?"
"Siapa mereka ?" ujar tanya Arslan
"Tak tahu , kalian berlima dari mana ?" ujar tanya xiou si
"Maaf tak beritahu tadi , kami dari kerajaan Nan Chun "
"APA ! kerajaan Nan Chun !" ujar xiou si dan Arslan
"Apa aku silap bicara atau meninggu yang mulia ?" ujar orang itu lagi
__ADS_1
"Tak ku sangka mereka dari kerajaan saudara " ujar xiou si
"Kerajaan saudara ? apa maksud yang mulia ?" ujar tanya orang itu lagi
"Apa kalian tak kenal yang agung dan aku ?" ujar tanya Arslan
"Tida kami tak kenal dan Tuan siapa ?" ujar irnag itu lagi
"Aku Arslan putera termuda kerajaan poseiden dan ini yang agung " ujar Arslan
"Putera Arslan ! Yang agung ! , aku dengan rumol mengata kamu hilang ? " ujar orang tu
"Aku tak hilang , aku tinggal kan kerajaan untuk cari bantu dari yang agung " ujar arslan
"Kalian istirehat lah , aku atur kembali strategi , Cris bantu mereka ya , aku lelah sekali " ujar Xiou si
"Yes my Lord " ujar balas Christoper
"Lord ! Napa yang agung di panggil Lord ?" ujar ornag dari Nan Chun
"Yang agung adalah Maharaja agung di seluruh kerajaan dan wilayah , apa kalian tak tahu ?"ujar Christoper
"Maharaja agung !" ujar terkejut ke lima orang itu
"Aku tak tahu sama sekali tentang itu "
"Mungkin Raja kalian tak beri tahu " ujar Arslan
"Mungkin " ujar mereka lagi
"Sudah lah pergi lah rehat esok kita bertolak , nanti lewat tiba di sana " ujar Christop
Keesokan hari
Hari menjelang subuh pagi , para militer uda bersiap sedia
"Selamat pagi " ujar xiou si pada mereka
"Selamat pagi yang mulia " ujar para militer
"Yang mulia , sekarang masih awal Napa bangun dengan cepat ?" ujar tanya Cristoper
"Uda terbiasa , apa mereka masih tidur ? " ujar xiou si
"Mereka masih tidur lagi " ujar Fu Kong
"Biarin mereka dulu , Arslan datang dari jauh dan sanggup korban kan diri demi mencari bantuan dari ku , lima orang itu di tangkap dan dijadikan sandara , mereka bernasib baik dapat lepas diri dari tempat itu , aku bah kan tak tahu dengan semua ini , kerajaan lain juga tak beritahu pada ku " ujar xiou si
"Aku selalu memantau semua kerajaan tapi aku juga tak tahu dengan ini , jika bukan putera Arslan yang datang ke sini beri tahu entah apa yang terjadi dengan kerajaan Poseidon " ujar Christoper
"Lapor yang mulia " ujar dari belakang mereka
"Ada apa Shadow ?" ujar tanya xiou si
"Selamat pagi yang mulia , ada laporan dari unit pegintai katanya untuk sekarang serangan di kerajaan Poseidon mereka berhenti seketika dan kerajaan poseiden sekarang hanya bertahan di satu baris saja " ujar Shadow
"Selamat pagi juga , terima kasih atas laporan nya terus awasi gerak geri mereka , tak lama lagi kita tiba " ujar xiou si
"Baik yang mulia " ujar Shadow , lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat
__ADS_1
Lepas semua uda terbangun dan sarapan mereka pun bertolak