Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Bab 134 pertahanan tewas dan sepanduk Bendera


__ADS_3

"MUNDUR !" ujar kuat sang ketua militer menyampaikan printah dari raja mereka , serangan tanpa henti hingga banyak korban


Kerajaan poseiden di serang dua kerajaan yang tanpa henti , hingga pertahanan kerajaan Poseidon tinggal satu baris pertahanan yang berada di sekitar kota


"Raja mulia , pertahan semakin merosot dan banyak militer cedera !" ujar ketua General yang bernama Garyson


"Aku kiri apa bisa kita bertahan ? apa kerajaan ku akan berakhir seperti ini ? putera bongsu ku juga belum di temukan ini uda tiga hari ?" ujar Raja Afansius


"Raja poseiden , kita harus bertahan aku dan kerajaan ku bantu mempertahankan kerajaan ini " ujar Raja Yun piong


"Pertahanan hanya tinggal satu , bagaimana harus aku bertahan , Lagian tak ada bantuan dari yang lain "


"Lapor , Raja mulia musuh tiba tiba henti menyerang !"


"Apa ? ! " Ujar terkejut mereka


"Aku kurang yakin , musuh tiba tiba berhenti menyerang ?"


"Bagus lah kita selamat " ujar mereka lagi


"Meskipun mereka berhenti menyerang , kita harus berpuaspada , kapan saja musuh akan serang lagi !"


"Siapa yang bicara ?" ujar mereka lagi


Mereka panasaran dengar suara itu , lalu perhati dan tak kenal


"Mohon maaf anda siapa ?"


"Aku dari kerajaan saudara dari kerajaan Raifon " ujar orang itu


"Apa dari kerajaan Raifon ? bagus lah ada bantuan dari kerajaan sebelah " ujar Afansius


"Tapi Napa hanya kerajaan Raifon ? di mana yang lain ?" ujar tanya Nan piong


"Apa maksud kalian ? kami kebetulan lintas di sini dan lihat kerajaan seudara dalam masalah dan bantu kalian " ujar ornag itu lagi


"Apa ! bagaimana mungkin aku uda antar pesan pada kerajaan yan land ?" ujar terkejut Afansius


"Kami tak menerima sebarang pesan dari kerajaan yan land , jika ada kami semua uda di sini ? apa kalian salah kirim pesan ? jika kalian antar ke kerajaan yan land pesan itu tak akan sampai dan tak ada pergerakan " ujar orang itu lagi


"Jadi bagaimana ?" ujar tanya Nan piong


"Kerajaan Yan land tak kan bersuara jika pesan itu tak sampai pada nya , pesan darurat harus terus ke tempat nya " ujar orang itu lagi


"Pada nya siapa ?" ujar tanya mereka lagi


"Apa kalian ingin di hukum oleh nya ! , kalian bahkan melupakan orang yang paling terpenting !" ujar tegas orang itu


"Siapa ?" ujar mereka lagi


"Apa maksud kamu dia !" ujar Raja Yun piong


"Apa perlu aku kenal kan lagi ? ! " ujar orang itu dengan tegas


"Cepat antar pesan pada nya !" ujar tegas Raja Afansius


"Uda terlambat musuh uda kepung kerajaan ini !" ujar orang itu


"Apa bagaimana mungkin !"


"Tamat ! tamat uda kerajaan ku akan hancur , pertahanan juga tewas " ujar raja Afansius , wajah sedih nya terlihat jelas , hanya menahan air mata


"Lapor Raja mulia ! "

__ADS_1


"Ada apa ?" suara Afansius yang tak berdaya


"Musuh uda mula menyerang , gerbang masuk hampir musnah "


"Apa ! apa ini hari terakhir ku dan kerajaan ku " ujar Afansius


"Raja mulia " ujar panggil mereka


"Kalian bersiap untuk tempur , jika bernasib baik kita serakan pada Tuhan " ujar Afansius


"Menurut perintah Raja Mulia " ujar mereka semau


Mereka pun berjuang tanpa henti


"Kalian uda separah Gini masih mahu bertarung lagi ? !" bicara dari pihak musuh yang uda menyerbuh masuk ke dalam kota kerajaan Poseidon .


Para rakyat kerajaan banyak terkorban dan di tawan , istana juga di kepung


"Kita di kepung !" ujar Nan piong


"Lihat wajah ketakutan mereka , masih lagi tak menyerah !"


"Hingga kapan nak bertahan , serakan saja kerajaan ini dan kalian bisa pergi !"


"Serakan ! boleh pergi ! itu mustahil kalian hanya bicara kosong , kalian ingat kami ini bodoh !" ujar keras


"Kerajaan ini milik kami !" ujar keras


"Bodoh ! aku beri kesempatan kalian malah tak ingin ? jika gitu ! " ujar keras orang itu


"BUNUH MEREKA SEMAU TANPA SISA !" ujar keras dia lagi


Pihak musuh terus melaksanakan perintah itu


"Serangan mereka semakin kuat !" ujar Nan piong


"Aahhh !!" teriakan kuat dan kesakitan Tiga hingga lima orang yang di punduk belakang nya tertusuk panah


"Berwaspada ada musuh lain !" ujar kuat dan keras dari pihak musuh


Mereka pun berhenti menerang kerajaan Poseidon


"Apa yang jadi ! " ujar mereka hairan


Di sisi lain


"Akhir nya kerajaan Poseidon uda terlihat " ujar Fu Kong


"Benar tempat ini cantik tapi sayang di hancur kan " ujar Lu yang


"Baik kita berpecah di sini , kalian hati hati ya " ujar xiou si


" Yes my Lord " ujar semua para meliter yang penuh semangat


Mereka pun berpecah tiga bahagian , xiou si lihat dua kelompok mendahului jalan dan laluan mereka terus ke jalan utama kerajaan poseiden


Kolompok xiou si jalan ke arah belakang kerajaan Poseidon dan yang di tunjukkan oleh Arslan .


"Apa kamu selalu lalu di sini Arslan ?" ujar tanya xiou si


"Benar yang agung , dulu nya aku selalu main di jalan ini bersama dengan pengawal ku " ujar Arslan


"Apa ayah kamu tahu ?" ujar tanya xiou si

__ADS_1


"Tida , jalan ini adalah jalan rahsia dan tertutup aku juga tak tahu dengan jalan ini , aku terlalu nakal dan tak sengaja lalui tempat ini " ujar Arslan


"Apa waktu itu kamu guna laluan ini ? " ujar tanya xiou si


"Benar aku guna laluan ini tapi tak sangka kami di kepung waktu lintas sempadan " ujar Arslan


"Mujur saja kalian semua tak terluka dengan teruk ?"


"Kami sangat beruntung bertemu dengan yang agung "


"Kita uda sampai yang agung , pintu ini akan terus sampai ke belakang istana " ujar Arslan


"Tak ku sangkah besar juga istana ini ?" ujar xiou si


"Istana yang agung lebih besar dan punyai peringkat " ujar Arslan


Balik ke dalam kawasan istana yang di di kepung oleh musuh .


"Tuan lihat arah sana !" ujar dari pihak musuh


"Siapa mereka ? ! ambil kan alat pegintai !"


Beberapa minit kemudian


"Bagaimana mungkin ! sepanduk Bendera itu !"


"Tuan apa apa ?"


"Tak ku sangkah mereka punyai pengawal yang tersembunyi ! , sial kita masuk perangkap mereka !"


"Apa perangkap mereka !" ujar para musuh


"Apa yang mereka maksud kan ?" ujar Afansius


"Raja mulia lihat sepanduk Bendera itu , itu adalah lambang kerajaan kita !" ujar para militer


"Tak mungkin ! siapa mereka ?"


"Ahh ! musuh menyerang !"teriakan keras dari sisi lain


"Sial mereka pun banyak militer tersembunyi !"


"Raja mulia lihat arah sana , itu juga sepanduk Bendera kerajaan kita !"


"Apa ! apa yang terjadi ? ! Napa ada sepanduk kerajaan ku di sana ? " ujar terkejut Afansius


"SIAL !! , Napa bisa jadi Gini ! Bunuh Dua raja itu sekarang !" ujar keras dari musuh


Pihak musuh pun menyerang bersama ,


"YANG MULIA RAJA !" ujar kuat mereka semau dan melindungi Ke dua Raja itu


"Raja ku !" ujar keras sang Ratu


"Hehe ! mati lah kamu !"


"Pergi !"


"Ahhhh !"


Serangan pihak musuh terhenti , Kedua Raja itu ingin melawan kembali tapi mereka uda tak berdaya pertarung lagi


"Apa yang terjadi ? aku tak mati " ujar Arfansius dan Nan piong

__ADS_1


Mereka lihat ada dua orang di hadapan mereka , berpakaian serba hitam tertutup habis hanya mata saja yang terlihat


__ADS_2