Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan

Seiras Wajah Ratu Tapi Bukan
Episode 103 Kesah lalu


__ADS_3

Tiga hari pun berlalu , dalam kamar xiou si.


" Yang mulia , Hari ini tak Kemana mana ?" tanya Li Jie


"Hari ini bosan sekali " ujar Tengky


" Tuan apa tak ada kerja untuk kami lakukan ? Ku " ujar tanya milky


"Apa pekerjaan yang kalian nak lakukan ?" ujar tanya xiou si


"Jadi Napa tak pergi bantu nya saja ? " ujar xiou si lagi


"Aku tak berani yang mulia " ujar Tengky


"Em , kasihan juga apa kalian terlalu takut pada Jun Qiang ? " tanya xiou si lagi


"Benar Lagian Tuan Jun Qiang itu -- " ujar Tengky terhenti


"Itu apa ? , " ujar xiou si


"Nampak nya Jun Qiang punyai identiti yang misterius hingga mereka semua tak berani melawan nya , satu demi satu aku bertemu dengan mereka semua nya takut pada Jun Qiang , siapa sebenarnya Jun Qiang itu ? " ujar batin xiou si


"Sudah aku nak jalan jalan , apa kalian nak ikut ?" ujar xiou si


"Kami nak pergi " ujar Para peri semau


"Bagaimana dengan kalian berempat ?" ujar tanya xiou si lagi apa Li Jie, Zhang wei , Lui Yong dan wang Lei


"Kami juga akan pergi " ujar mereka berempat


"Baik ayoh pergi " ujar xiou si


"Jom " ujar mereka semua


Xiou si pun mengemas meja kerjanya dan turun kebawah , tiba di bawah .


"Xiou si kamu nak Kemana ?" ujar sedikit gugup Vivian dan lihat xiou si yang baru turun dari tangga


"Aku nak jalan jalan di luar Napa Bu ?" ujar tanya xiou si


"Oh tak ada hanya bertanya Lagian hari ini kamu lebur tak ada kerja , jadi --" ujar Vivian terhenti dan bicara nya masih ada keraguan


" Ibu apa kamu baik baik saja , Napa bicara ibu seperti gugup ?" ujar tanya xiou si

__ADS_1


"Tak ko aku baik baik saja , kamu nak keluar kan jadi pergi jangan lewat balik ya " ujar Vivian lagi


"Baik aku pergi dulu " ujar balas xiou si lalu keluar dari penginapan itu


"Napa aku rasa bicara Vivian berubah , apa dia sembunyikan sesuatu dari ku ?" ujar batin xiou si


Xiou si pun berjalan jalan di taman bunga , di temani oleh mereka , hari yang cerah bunga bungaan di taman sentiasa merkah , tiupan angin yang segar mengoyang kan pohon .


"Yang mulia , sejak yang mulia tiba di sini taman ni kembali dengan asal ." ujar Zhang wei


"Apa taman ini dulu seperti ini ?" ujar tanya xiou si


"Benar tapi taman ini lebih indah dari yang dulu " ujar Zhang wei lagi


"Lebih indah dari sebelumnya ? , Napa seperti itu?" ujar tanya xiou si lagi


"Kami juga tak tahu " ujar balik Zhang wei


"Oh , Li Jie aku nak tanya waktu aku pertama kali bertemu dengan kamu , kamu kata kamu udah beribu ribuan tahun di kurung disana ? , jika begitu bagaimana kamu bisa bersama dengan mereka dua puluh tahun yang lalu ?" ujar tanya xiou si


"Yang mulia , Tubuh asli ku sememang nya di kurung di tempat itu , Tapi wadak ku bisa menggantikan ku dan akan terlihat seperti diri asli ku ." ujar Li Jie


" Oh gitu , bagaimana dengan kamu Zhang wei ?" ujar tanya xiou si pada Zhang wei


"Dan bagaima dengan kalian berdua ? " ujar tanya xiou si pada wang Lui dan Lei Yong


"Lepas perang itu aku terkena serang dasat , dan aku terlempar jauh , Lei Yong melihat aku terkena serang itu lalu Lei Yong melindungi , tapi malang nya serangan itu terlalu kuat atas bantuan dari orang bawahan nya , dari situ aku dan Lei Yong terlempar jauh bersama " ujar wang Lui


"Bagaimana dengan kalian peri sekalian ?" ujar tanya xiou si lagi


"Lepas perang itu , Tuan kami mengurung kami di dalam peralatan , demi keselamatan kami Tuan kami berbuat demikian " ujar Tengky


"Bukan itu saja , Kami terus di sengel tanpa di beri tahu apa sebabnya " ujar Honky


"waktu itu aku tak sedarkan lepas terkenal serangan mengejut , waktu sedar aku hanya jadi sebatang ranting yang layu " ujar lololy


"Kami terkurung dalam peralat selama dua puluh tahun dan tertidur di dalam itu " ujar Milky


"Benar kami terkurung terlalu lama " ujar Twinky


"Tapi kalian di alat music ?" ujar tanya xiou si


"Benar itu sebab kami bisa bermain music itu sebab kami di kurung di alat itu " ujar Tengky

__ADS_1


"Bagaimana dengan kalian bertiga ? kalian di kurung dalam alat hiasan ?" ujar tanya xiou si lagi


"Benda ini milik Tuan waktu itu Tuan menggunakan Benda ini waktu bertarian " ujar Pinky


"Tuan mengurung kami di dalam ini dan memasukan dalam kotak , sebelum kotak ini di tutup tuan pernah berkata tidak ada seorang yang akan dapat buka kotak ini melainkan orang yang terpilih kata nya " ujar Yonky


"Sejak dari itu , kami menunggu selama bertahun tahun hingga kami bebas dari benda itu " ujar Lenky


"Aku tak sangkah kesah lalu kalian begitu menyedihkan , Tapi apa kalian masih ingat wajah Tuan kalian ?" ujar tanya xiou si lagi


"Pandangan kami kabur jadi tak jelas " ujar Yonky


"Bagaimana dengan kalian Zhang ?" tanya xiou si lagi


"Kami juga seperti itu , walaupun kami bersama dengan tuan kami , wajah nya kami udah melupakan seperti apa penampilannya " ujar balas Zhang wei


"Siapa nama Tuan kalian ?" ujar tanya xiou si lagi


"Nama nya Ye xiou " ujar Zhang wei


"Ye xiou ! " ujar terkejut xiou si


"Ye xiou ? ye xiou ? , tunggu Vivian pernah berkata nama Lian ye xiou Apa itu dia ?" ujar batin xiou si


"Ada apa yang mulia ?" ujar tanya Zhang wei


"Apa kalian tahu Napa penuh nya ? " ujar tanya xiou si lagi


"Aku kurang pasti mungkin Le bukan ya bukan , aku juga tak ingat nama depan nya hanya nama tengah dan belakang saja " ujar Zhang wei lagi


"Cuba aku kata kan nama itu jika betul " ujar batin xiou si


"Apa nama nya Lian ye xiou ?" ujar xiou si


"Mereka semua pun terdiam dan teringat kembali nama itu lepas xiou si sebut nama itu


"Benar itu dia ! " ujar mereka semua


"Ah ternyata benar , misterius juga orang ini Vivian kata dia adalah mantan pacar raja sekarang pula mereka kata dia adalah Tuan mereka , siapa sebenarnya orang ini dan dari mana asal orang ini , aduhai sukar benar nak tahu masalah ini " ujar batin xiou si


" Yang mulai bagaimana yang mulia atau nama itu ?" ujar tanya Li Jie


"Oh aku hanya menyebut saja " ujar datar xiou si , tak beritahu yang sebenarnya

__ADS_1


"Tapi sekarang entah dimana tuan berada ? ini sudah dua puluh tahu berlalu apa Tuan baik baik saja lepas peperangan itu ?" ujar Zhang wei dan melihat ke arah langit


__ADS_2