
Di waktu pagi yang cerah matahari yang mula naik uda terlihat , bersiap untuk di kebumikan juga uda siap
Berkumpulan mereka di depan kediaman itu , mayat arwah juga uda di masukan dalam peti mati pakaian mewah yang bawah juga di guna oleh arwah
Xiou si menggunakan pakaian militer warna hitam , datang menghadap di depan peti mati memegang sejambak bunga putih yang di bungkus kertas , membungkuk pada sang arwah untuk kali terakhirnya
Militer kerajaan Liong Han berdiri di belakang xiou si lalu ikut membungkuk , gitu juga orang desa , selepas upacara penghormatan terakhir peti mati di angkat oleh para militer di bawah ke tanah kubur yang uda digali
Keluarga sangat arwah ikut jalan bersama dan memegang bunga jambak warna putih , tiba lah mereka di tanah perkuburan , xiou si juga memanggil pendeta dari kerajaan untuk membaca doa untuk sang arwah keluarga memberi memberkati
Selepas selesai xiou si beri printah para orang kerajaan nya yang baru tiba itu untuk bantu orang desa di tempat itu , Francis yang mengenal siapa mereka , di angkat sebagai wali desa tapi bukan wali desa kerajaan Dongguan mala di angkat menjadi wali desa dari Kerajaan Liong Han
Xiou si juga memerintah mereka untuk bantu orang desa di tempat itu hingga seminggu
Setelah selesai xiou si balik ke Bahagian dalam , bersama barang yang di bawah petang kelmarin serta militer nya , pendeta juga jalan bersama dengan mereka termasuk orang yang di utus oleh ayah xiou si
Tiba lah mereka di pintu masuk istana
"Tuan selamat kembali " ujar Yun tang dengan cepat menyambut ketibaan mereka
"Eya kami uda balik " ujar balas Christoper dengan menyembunyi wajah sedih mereka
"Di mana yang mulia ?"
"Yang mulia lelap di dalam "
"Oh , silakan masuk "
"Baik , Chong turun kan barang keperluan mereka dan kalian bantu Chong " ujar Christoper
"Baik " ujar para militer , mereka juga sembunyikan wajah sedih mereka
selepas selesai turun , mereka terus ke kem tentera Zong Ming , Tiba lah mereka di depan gerbang kem tentera dan mereka di sambut oleh para tentera di markas itu
Kereta kuda pun berhenti , mereka lihat Semau yang tiba itu , semau nya berpakaian hitam , Orang dari kerajaan Liong Han lihat mereka hairan Napa mereka guna kan pakaian hitam
Pakaian hitam sangat jarang di pakai oleh mereka dan pakaian hitam hanya di guna waktu ada pengorbanan dan kepergian
"Yang mulia kita uda tiba " ujar Christoper lalu membuka pintu kereta kuda dan menghulur tangan untuk bantu xiou si turun
Selangkah xiou si keluar
"Selamat kembali Yang mulia !" ujar para tentera serta orang dari kerajaan Liong Han
Xiou si beri kod pada Christoper
"Berdiri lah " ujar Christopher
Lalu mereka berdiri , xiou si turun dari kereta kuda
"Kami kembali " ujar xiou si
"Kami kembali " ujar para militer yang bersama dengan xiou si
__ADS_1
"Yang mulia , silakan masuk untuk istirehat " ujar Christopher
Xiou si melangkah jalan , orang dari kerajaan Liong Han terkejut lihat pakaian xiou si yang selalu di guna kan waktu ada masalah atau kesusahan
Lepas lihat Pakaian xiou si , mereka sedar semua pakaian teman militer mereka guna pakaian yang sama , mereka terdiam dan wajah menghitam mereka hairan napa mereka guna pakaian itu , mereka kira ada militer yang tewas
" Selamat kembali yang mulia " ujar Feng Wer , Vincent , Roger , Alexander , Zong Chuan , Zong Ming dan wasley lalu membungkuk
"Aku kembali " ujar xiou si suara nya tak seperti yang mereka dengar yang sangat tenang , suara yang mereka dengan suara yang tak bermaya
"Apa yang mulia terlalu letih ?" ujar tanya Feng Wer
Xiou di hanya diam
"Tuan Feng maaf , yang mulia terlalu letih sekarang aku hantar yang mulia ke kamar" ujar Christoper
"Pendeta Gill , kamu rehat lah dulu " ujar Christoper
Mereka baru sedar ada seorang pendeta menyertai mereka datang ke kerajaan itu
"Napa Pendeta Gill ada di sini ?"
"Salam untuk kalian semau , aku kesini atas printah tetua " ujar Pendeta yang bernama Gill
"Salam pendeta Gill " ujar mereka
"Apa ada masalah ?"
"Tak ada hanya datang menemani Yang mulia "
"Tak ada hanya pergi mengunjung kerajaan yang yang mulia bantu "
"Maaf untuk kalian semau aku tak ingin bohong tapi atas printah yang mulia aku hanya bisa kata gitu saja , ya dewa ampuni dosa ku ini Karna berbohong " ujar batin Gill , sememangnya Gill tak ingin bohong tapi atas printah mereka terpaksa sembunyikan masalah itu
xiou si jalan naik bersama Christopher dan di susuri Gill , mereka hanya lihat
"Apa yang mulia tak sehat ?" ujar tanya Vincent lepas lihat mereka uda hilang dari pandangan mereka
"Tak tahu " ujar mereka
"Uda lah ibu yang mulia baru balik , tentu sangat letih , esok siapkan hidangan untuk ibu yang mulia " ujar Welson
Keesokan hari nya , di awal pagi
"Yang mulia , kamu uda balik ? Napa ke sini ?" ujar terkejut Viviana lihat xiou si ada di depan pintu kediaman itu
"Aku balik , aku nak rehat sekejap di sini dan apa bisa beri tumpangan pada mereka ? "
"Tentu saja silakan masuk " ujar Viviana lihat ada lima orang di belakang xiou si
"Terima kasih , Viviana"
"Tak apa , yang mulia apa kamu sakit wajah mu pucat sekali ?"
__ADS_1
"Aku tak apa apa " ujar xiou si dengan suara lesuh
"Baik kamu naik lah aku sediakan herba nanti "
"Baik "
"Tuan silakan duduk aku sediakan Teh "
"Terima kasih , maaf merepotkan kamu "
"Tak apa , kalian adalah orang bawahan yang mulia , aku hanya menjalankan kewajipan ku "
"Oh bagus jika gitu "
Viviana hanya membungkuk beri hormat lalu jalan ke dapur menyediakan teh herba , Viviana tertanya tanya siapa lima orang itu dengan seorang juba pakaian putih dan bergaris warna emas di setiap hujung pakaian dan punyai topi tinggi bentuk puncak gunung , Lima orang lagi berpakaian putih kebiruan
"Maaf tuan ini teh nya , apa bisa tanya tuan dan kalian ini siapa ?"
"Terima kasih teh nya , kami berempat adalah pengawal militer di rumah ibadat dan yang ini pendeta "
"Maaf Kerna bertanya , apa yang terjadi aku lihat Yang mulia tak sihat ?"
"Hanya letih dalam tugasnya " ujar Gill
"Oh gitu , kalian rehat saja , aku nak sedia kan herba untuk yang mulia "
"Baik , terima kasih uda melayani yang mulia selama ini " ujar Gill
"aku hanya berkunjungan bertemu dengan yang mulia " ujar Viviana dan mesum ke dapur
Xiou si yang uda beranjak naik pergi ke kamar nya , sewaktu melangkah naikXiou si bertembung dengan Xing Ru
"Xiou si kamu baru balik ? "
"Eyah , selamat pagi "
"Selamat pagi juga , wajah kamu pucat sekali ? apa kamu baik baik saja ?"
"Aku baik baik saja cuma lelah "
"Bagus lah jika gitu , Jadual hari dan esok kamu tak punyai tugas , kamu rehat saja "
" Baik "
Lepas bicara , Xing Ru turut pergi bantu Viviana, tapi langkah nya terhenti lihat lima cowok duduk di ruang rehat , wajah yang tampan membuat Xing Ru terhenti langkah dan menetap mereka dengan lama , rapah Cowok pun memandang Xing Ru lalu tersenyum
Viviana yang sedar Xing Ru tak bergerak, dia terus memupuk punduk Xing Ru
"jangan pandang mereka gitu tak baik !"
"Ah maaf , aku terkejut ada tetamu datang "
"Pergi sana bantu ku buat kerja "
__ADS_1
"Baik "